9 Fakta Mengejutkan Seputar Keju yang Wajib Anda Tahu

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Ada lebih dari 2000 varietas keju tersebar di seluruh dunia. Mulai dari ricotta, feta, mozzarella, hingga cheddar yang biasa Anda temukan sebagai isian martabak manis. Keju merupakan bahan pangan yang paling banyak dikonsumsi dan dicintai di seluruh dunia. Bahkan, total produksi keju secara global melebihi dari gabungan produksi gabungan dari biji kopi, tembakau, teh, dan kakao dari seluruh dunia.

Berikut adalah beberapa fakta menarik tentang keju yang mungkin Anda tidak tahu sebelumnya.

1. Harga keju paling mahal sedunia melebihi iPhone 7

Pule dinobatkan sebagai keju paling mahal sedunia, terbuat dari susu keledai. Pule diproduksi di pertanian pedesaan di Serbia, menggunakan 300 keledai dari Zasavica Nature Reserve. Setiap kilogram keju terbuat dari 25 liter susu keledai yang diasap, yang dipatok harga sebesar £880 — alias 15 juta rupiah per kilo!

Sebagai perbandingan, iPhone versi terbaru di Inggris dibanderol sekitar £600-800.

2. Keju tertua berusia 3.800 tahun

Asal-muasal keju pertama tercatat sejauh 6000 SM. Tahun 2014 lalu, keju tertua di dunia ditemukan terkubur bersama sekelompok mumi di barat laut Cina oleh tim arkeolog Swedia. Peneliti menemukan bahwa kuburan mumi tersebut berasal dari 1615 SM, yang menjadikan keju tersebut sebagai keju tertua di dunia sampai saat ini. Menariknya lagi, keju ini termasuk varian bebas laktosa, lho.

3. Keju paling bau sedunia berasal dari Prancis

Sebuah keju tergolong kelas papan atas jika berkarakter kuat — ditandai dari baunya yang menyengat, serta rasa dan teksturnya yang khas. Ada beragam keju kualitas top yang memiliki bau menyengat, contohnya blue cheese. Beberapa yang lebih unik bahkan memiliki aroma asam yang menyerupai bau badan manusia.

Tapi sekelompok ilmuwan dari Universitas Bedfordshire telah berhasil menemukan varietas keju terbau yang tercatat dalam sejarah, yaitu Vieux Boulogne, keju lunak dari utara Perancis. Bau tajam menyengat dari Vieux Boulogne berasal dari bir yang bereaksi terhadap enzim dalam keju. Vieux Boulogne bahkan mengalahkan Epoisses de Bourgogne, yang baunya sangat menyengat sampai-sampai keju ini dilarang dibawa dalam angkutan umum di Perancis.

4. Makan keju bikin Anda bermimpi aneh

Sebuah studi tahun 2005 oleh British Cheese Board menemukan bahwa makan keju sebelum tidur dapat membantu Anda tidur lebih baik, diperkirakan mungkin karena kandungan triptofannya. Triptofan digunakan oleh tubuh untuk membuat niacin, vitamin B yang salah satu dari sekian banyak fungsinya adalah untuk produksi serotonin, zat kimia otak yang memainkan peran besar dalam suasana hati dan dapat membantu untuk menciptakan perasaan kesejahteraan dan relaksasi, sehingga membuat Anda tidur lebih nyenyak.

Tapi, makan keju sebelum tidur bisa membuat Anda bermimpi aneh yang terasa nyata. British Cheese Board pada penelitiannya memberi 200 orang keju yang berbeda untuk dimakan sebelum tidur. Laporan mimpi aneh termasuk tentara berperang sambil mengokang anak-anak kucing bukannya senjata, buaya vegetarian yang marah karena tidak bisa makan anak-anak, hingga mimpi-mimpi nostalgik yang menampilkan selebritis.

5. Tikus tidak suka keju

Anda mungkin familiar dengan Tom, si kucing abu-abu licik, yang sering menaruh umpan secuil keju di atas perangkap tikus untuk menjahili Jerry, musuh bebuyutannya. Siapa sangka ternyata sebenarnya tikus tidak suka keju?

Sebuah studi 2006 menemukan tikus lebih menyukai makanan manis daripada camilan gurih. Tikus biasanya tidak memiliki akses ke keju, jadi walau mungkin tikus makan keju jika mereka lapar dan tak ada makanan lain selain itu, tikus tidak memiliki preferensi khusus untuk makan keju. Mereka juga dapat jijik oleh bau keju yang lebih tajam.

6. Intoleransi laktosa? Masih boleh kok, makan keju!

Bisa tidaknya untuk makan keju bagi Anda yang memiliki intoleransi laktosa tetap tergantung pada tingkat toleransi pribadi Anda, tapi banyak penderita kondisi ini bisa makan keju tua yang keras dan kering. Semakin keras teksturnya, semakin rendah kadar laktosa.

Laktosa ditemukan dalam bagian keju yang berair, dan karena kerju keras minim kadar cairannya, artinya keju-keju ini rendah laktosa. Contohnya adalah cheddar extra sharp, parmesan, Pecorino, Swiss, Brie, dan gouda tua yang pada dasarnya hampir tidak memiliki kandungan laktosa (kurang dari 1 gram per 1 ons keju). Bakteri di keju-keju tua ini memiliki banyak waktu untuk mengubah laktosa menjadi asam laktat, yang siapa pun bisa makan.

7. Keju dapat cegah kanker

Satu studi menemukan bahwa butirat dalam keju dapat melindungi terhadap kanker usus besar dengan memelihara kesehatan sel-sel usus Anda, dan dengan mengurangi peradangan yang dapat merusak usus besar dari waktu ke waktu.

8. Keju membantu membangun otot

Keju kaya akan protein yang menjadikannya camilan sempurna sebelum Anda nge-gym demi mengukir otot-otot perut idaman. Protein terbuat dari asam amino, yang merupakan fondasi pembangun jaringan otot. “Cobalah ricotta,” kata Ansel. “Ricotta adalah salah satu sumber tunggal terbaik dari protein whey, yang terutama menguntungkan untuk membangun otot,” kata nutritionist Karen Ansel, R.D.N., co-penulis dari Healthy in a Hurry: Simple, Wholesome Recipes for Every Meal of the Day, dilansor dari Fox News.

9. Keju dapat menangkal diabetes

Butirat juga dapat membantu melindungi Anda dari diabetes tipe 2. Meskipun penelitian di bidang ini baru mulai muncul, sebuah studi dalam jurnal Diabetes menemukan bahwa tikus yang makan chow mengandung tambahan butirat memiliki tingkat insulin yang 50 persen lebih rendah dibanding tikus yang makan chow biasa. Para ahli menduga bahwa butirat juga dapat membantu tubuh manusia mengolah insulin lebih efektif, yang pada akhirnya bisa mengelola kadar gula darah secara keseluruhan.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Penyebab Bau Mulut Tak Sedap

Bau mulut atau halitosis adalah masalah yang sangat mengganggu dan memalukan. Cari tahu semua tentang penyebab dan cara menghilangkan bau mulut tak sedap.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 17/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

Hampir semua orang pernah mengalami mata atau tangan kedutan. Namun, apakah Anda tahu arti kedutan dan risikonya bagi kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit

3 Resep Dessert Vegan yang Mudah dan Lezat

Kata siapa seorang vegan tak bisa menikmati berbagai pencuci mulut yang menggugah selera? Tiga dessert vegan yang mudah dibuat ini nikmatnya berani diadu!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab cantengan; kuku cantengan

Mengapa Kuku Bisa Cantengan dan Bagaimana Mengobatinya?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 5 menit
mual karena gugup

Kenapa Kita Merasa Mual Saat Sedang Gugup?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . Waktu baca 6 menit
mata plus pada anak

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . Waktu baca 5 menit
frozen yogurt vs es krim sehat mana

Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 17/06/2020 . Waktu baca 5 menit