6 Tipe Pola Makan yang Tidak Sehat: Anda yang Mana?

Oleh

Apakah Anda ingin menurunkan berat badan? Atau menjaga berat badan tetap sehat serta selalu sehat? Hampir setiap anjuran yang Anda dengar pasti tidak jauh-jauh dari pola makan serta pemilihan makanan yang baik. Memang, pola makan merupakan salah satu faktor yang menyebabkan perubahan pada berat badan. Ada orang yang jarang makan karena tidak merasakan lapar, ada juga orang yang bahkan tidak lapar tetap ingin makan.

Lalu yang manakah diri Anda? Ataukah bukan keduanya? Untuk mengetahui Anda memiliki pola makan yang seperti apa dan tipe orang yang bagaimana, simak tipe orang berdasarkan pola dan kebiasaan makannya.

Emotional eaters

Emotional eaters adalah tipe orang yang makan atau minum akibat emosinya yang tidak stabil. Keinginan makan muncul berdasarkan emosi atau perasaan yang sedang ia rasakan, seperti ketika ia merasa bosan atau merasa sedih. Hampir semua emotional eater cenderung mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat dan kalori yang tinggi, namun rendah akan zat gizi lainnya. Sebuah penelitian menyatakan bahwa sebanyak 40% orang makan ketika mereka mengalami stress walaupun tidak merasa lapar, dan 20% dari angka tersebut mengonsumsi makanan yang dapat menyebabkan obesitas dan overweight.

Habitual eaters

Seperti namanya, habitual eaters memiliki kebiasaan makan dan aktivitas fisik yang sudah dilakukan dalam waktu yang lama dan terus-menerus. Kelompok ini mengonsumsi makanan yang sama dan melakukan aktivitas yang sama setiap harinya. Tentu saja hal ini buruk untuk kesehatan karena makanan yang dimakan tidak bervariasi setiap hari. Padahal kebutuhan gizi didapatkan dari mengonsumsi berbagai jenis makanan yang sehat.

Contohnya saja seseorang telah terbiasa mengonsumsi nasi dengan porsi yang sama setiap harinya. Padahal, kalau ia sudah beranjak dewasa atau memasuki usia lanjut, kebutuhan akan sumber karbohidratnya akan berbeda ketika mereka remaja atau anak-anak. Perilaku yang seperti ini harus diubah perlahan untuk mencegah munculnya dampak buruk bagi kesehatan.

External eaters

Kebiasaan makan yang tidak baik yang dimiliki oleh external eaters dipicu oleh sifat impulsif dari seseorang tersebut. Keinginan untuk mengonsumsi sesuatu muncul akibat ia melihat sesuatu yang sangat lezat kelihatannya. Atau makanan yang dibentuk lucu dan menarik juga bisa menarik dan menimbulkan nafsu makan sesaat. Ketika seseorang tidak bisa menahan keinginannya dan kemudian hal ini sering terjadi, maka bukan tidak mungkin ia akan mengalami peningkatan berat badan karena makan berdasarkan rasa ‘lapar mata’ saja.

Critical eaters

Tipe orang yang memiliki kebiasaan critical eating adalah orang yang sebenarnya mengetahui dan memiliki informasi terkait diet yang baik, pola makan yang baik, dan gaya hidup yang sehat. Namun mereka lebih memilih untuk ‘terjebak’ di antara makanan-makanan yang justru membuatnya obesitas atau bahkan mengalami penyakit degeneratif. Atau bahkan sebaliknya, orang yang termasuk critical eater justru melakukan diet ketat yang mungkin akan membahayakan untuk dirinya sendiri dan kemudian menimbulkan efek yoyo pada berat badan.

Sensual eaters

Sensual eater dapat diartikan sebagai orang yang akan senang jika mereka mengonsumsi makanan. Setiap ia mengonsumsi makanan yang mereka suka, maka akan timbul rasa senang. Kelompok ini hampir sama dengan emotional eater, namun yang berbeda adalah pada sensual eater, rasa yang mendorong ia untuk makan adalah rasa senang, sedangkan pada emotional eater lebih cenderung ke rasa sedih atau depresi.

Untuk mencegah berbagai komplikasi yang mungkin muncul akibat kebiasaan ini, maka orang yang termasuk sensual eater bisa dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang ia suka dalam porsi yang kecil dan jangan menghindari keinginan itu. Karena ketika menghindari keinginan tersebut, kemungkinan rasa ngidam tersebut akan terakumulasi dan membuat ia akan mengonsumsi makanan dalam porsi makan yang lebih besar.

Energy eaters

Orang yang termasuk ke dalam tipe kebiasaan makan ini, biasanya akan memperhitungkan kalori yang ia keluarkan dan kalori yang masuk ke dalam tubuh. Namun pada kelompok ini, mereka memiliki rasa toleransi yang salah terhadap dirinya sendiri sehingga membuat kebiasaan makannya menyimpang dan tidak sehat.

Contohnya saja, ketika seseorang telah berhasil menaiki tangga dan kemudian ia berpikir bahwa ia pantas untuk mendapatkan sebuah makanan karena telah membakar kalorinya dengan menaiki tangga. Hal ini tentu saja salah, sehingga saran untuk kelompok orang yang termasuk ke dalam energy eater adalah memiliki jam makan dan terjadwal setiap hari, serta tetap memperhitungkan kalori yang masuk ke dalam dan keluar.

BACA JUGA

Share now :

Direview tanggal: November 21, 2016 | Terakhir Diedit: September 6, 2017

Sumber
Yang juga perlu Anda baca