Hidup di negara beriklim tropis seperti Indonesia tidak sepenuhnya menjamin Anda memiliki kulit yang halus dan lembap. Apalagi ditambah dengan tingginya polusi udara dan cuaca yang sering tidak menentu. Alhasil, kulit jadi cepat kering, bersisik, keriput, dan kusam. Ada banyak cara untuk mengatasi berbagai masalah kulit ini. Salah satunya adalah dengan exfoliation, metode pengelupasan sel kulit mati — entah pakai body scrub alami di rumah atau lewat bantuan dokter kulit.

Kenapa perlu rutin exfoliation

Pengelupasan kulit merupakan salah satu aspek perawatan kulit yang penting. Pada umumnya sel kulit mati akan mengelupas dengan sendirinya dan berganti dengan sel kulit yang baru setiap 30 hari. Namun, faktor usia, polusi, pola makan buruk, dan iklim dapat mempercepat proses ini. Terlebih, proses pengelupasan sel kulit mati dapat terjadi secara tidak bersamaan. Hal ini menyebabkan kulit tampak belang dan kusam.

Parahnya lagi, pertumbuhan sel kulit baru akan semakin melambat seiring bertambahnya usia, dan ini tidak dapat dicegah. Itu sebabnya merawat kulit dengan lotion pelembap saja tidak akan cukup. Lotion yang biasa Anda gunakan harus melewati berbagai lapisan sel kulit mati untuk menembus bagian teratas kulit yaitu epidermis. Tapi berkat proses penuaan yang memperlambat regenerasi kulit, berapapun banyaknya lotion yang Anda pakai mungkin tidak akan berdampak banyak pada perbaikan kesehatan kulit.

Setelah exfoliation, baik dengan body scrub di rumah atau perawatan di dokter kulit, kulit Anda akan terasa ringan dan halus. Produk perawatan wajah yang mengandung exfoliator bertujuan untuk membuat proses pengelupasan kulit terjadi secara bersamaan sehingga kulit tampak bersih dan bercahaya.

Metode exfoliation terbaik untuk mencerahkan kulit wajah

1. Asam

Asam merupakan jenis bahan kimia yang dapat mempercepat pengelupasan sel kulit mati. Asam bekerja dengan menghilagkan “lem” yang terikat pada sel kulit secara bersamaan. Susu adalah body scrub alami yang diperkaya oleh asam laktat, yang merupakan alpha-hydroxy acid atau AHA. Asam laktat memiliki rantai molekular yang besar sehingga memiliki daya serap yang efektif dan hasil akhir yang terbaik untuk mengelupaskan kulit mati. Asam laktat juga baik untuk membuat kulit lebih bercahaya.

Selain asam laktat, asam salisilat juga dikenal memiliki manfaat baik. Asam salisilat atau dikenal juga dengan beta-hydroxy acid (BHA) mampu penetrasi sampai ke lapisan lemak sehingga baik untuk melancarkan sumbatan yang terjadi pada kulit berminyak.

2. Body scrub

Produk body scrub, entah itu yang dijual di pasaran atau bikin sendiri di rumah (misalnya, scrub kopi), mengandung partikel mikroskopik yang bersifat mengikis (abrasif) untuk “menggosok” sel kulit mati. Exfoliation dengan krim body scrub direkomendasikan dilakukan 1-3 kali saja dalam seminggu untuk hasil yang lebih baik, tergantung tipe kulit Anda.

Gosokkan body scrub perlahan pada kulit dengan gerakan melingkar dan bilas bersih. Untuk daerah kulit lebih kasar seperti pada siku, lutut, dan tumit, gunakan tekanan yang lebih besar. Setelah selesai dan tubuh Anda sudah kering, oleskan pelembab sesegera mungkin.

3. Mikrodermabrasi

Mikrodermabrasi merupakan metode perawatan profesional yang dilakukan di dokter kulit. Dermabrasi dianggap mampu untuk mengurangi munculnya garis-garis halus di wajah, mengurangi bekas luka serta bintik hitam, dan membuat kulit lebih halus serta terlihat lebih muda. Treatment ini biasa dilakukan bagi Anda yang berusia lebih dari 40 tahun dan memiliki kulit yang tebal.

Namun begitu, dermabrasi tidak boleh dilakukan pada seseorang yang punya kulit sensitif, mengalami jerawat peradangan, punya herpes, memiliki kecenderungan untuk mengalami keloid, luka bakar akibat radiasi, dan bekas luka bakar. Tidak hanya itu, jika Anda mengonsumsi obat-obatan yang menyebabkan lapisan kulit menjadi menipis, maka Anda tidak boleh melakukan dermabrasi. Hal ini dikarenakan sifat mikrodermabrasi yang sangat menstimulasi kulit.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca