4 Tips Memilih Susu UHT yang Sehat si Kecil

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto

Ada kalanya orangtua membiarkan anak untuk memilih susu UHT sesuai dengan seleranya. Susu UHT memiliki banyak nutrisi untuk membantu pemenuhan asupan si kecil. Walaupun demikian, orangtua perlu memperhatikan pemilihan susu yang sesuai dengan kondisi tubuh anak.

Bagaimana susu UHT diproses sehingga bisa dikonsumsi

Susu UHT menjadi pilihan banyak orangtua untuk menutrisi anaknya. Di balik beragam rasanya yang disukai anak-anak, susu UHT melewati proses yang cukup panjang. 

Susu sapi atau kambing akan masuk ke dalam proses pasteurisasi. Pada tahap ini, susu disterilkan untuk membunuh bakteri patogen berbahaya dan spora, sehingga nantinya aman dikonsumsi.

Teknik pasteurisasi normal membunuh bakteri dan spora, susu dipanaskan hingga suhu 70C-75C selama 15 detik. Namun, teknik pasteurisasi terkini memanaskan suhu hingga 150C selama 5 detik.

Karena prosesnya ini, susu ini disebut Ultra High-Temprature (UHT). Dengan suhu tinggi, semua bakteri patogen yang berbahaya, termasuk spora terbunuh sehingga kontaminasi terhadap bakteri pun hilang.

Pada akhirnya, susu tersebut dikemas dengan tulisan UHT dan bisa dikonsumsi oleh anak-anak. Susu UHT bisa menjadi alternatif dalam membantu memenuhi nutrisi si kecil.

Memilih susu UHT yang tepat untuk anak

Sebagai orangtua, Anda pasti akan memberikan pilihan nutrisi yang terbaik, termasuk memilih susu UHT untuk anak. Ada banyak pilihan produk susu UHT dengan beragam rasa. Namun yang paling penting adalah bagaimana memilih gizi dan kandungan yang penting di dalamnya.

Berikut hal yang perlu diperhatikan saat Anda memilih susu UHT untuk si kecil.

1. Nutrisi dalam susu

Perhatikan kandungan nutrisi saat memilih susu UHT anak. Secara alami, susu sapi mengandung protein, kalsium, kalium, dan vitamin B12. Tak kalah pentingnya, susu sapi juga mengandung vitamin D saat pemrosesan, sehingga baik untuk menyehatkan dan menguatkan tulang anak.

Selain itu, susu UHT juga mengandung vitamin A. Kandungan vitamin ini dapat meningkatkan sistem imunitas anak. Konsumsi susu UHT secara rutin memberikan manfaat yang baik untuk meningkatkan kesehatan si kecil.

2. Pilihan varian rasa

Meskipun si kecil suka dengan varian rasa, ibu perlu tetap memilih-milih susu UHT yang terbaik untuk anak. Susu UHT dengan varian rasa memang lebih sehat ketimbang minuman dengan pemanis buatan lainnya, seperti soda, minuman buah, dan minuman ringan lainnya.

Susu UHT dengan varian rasa memang menjadi pilihan yang lebih sehat. Namun orangtua tetap perlu pintar memilih susu UHT untuk anak. Cukup sesekali memberikan susu varian rasa kepada anak, tetapi secara teratur berikan susu putih tanpa tambahan gula kepada anak.

Penting untuk membatasi asupan gula pada anak. Selain makanan dan minuman manis, pemberian susu UHT dengan varian rasa juga perlu diperhatikan. Selain meningkatkan risiko malnutrisi, terlalu banyak konsumsi asupan manis bisa membuat gigi berlubang.

3. Pemilihan susu rendah lemak dan full cream

Setiap anak memiliki kondisi tubuh yang berbeda. Ada anak yang memiliki tubuh di bawah rata-rata atau underweight, normal, dan ada pula yang overweight. Orangtua perlu memilih susu UHT sesuai dengan kondisi si kecil.

American Academy of Pediatrics merekomendasikan agar anak-anak dapat beralih ke susu rendah lemak begitu mereka berusia dua tahun. Namun untuk anak yang lebih dari 12 bulan dan sudah disapih, perlu minum susu UHT full cream. Susu full cream lebih banyak mengandung lemak yang dibutuhkan untuk meningkatkan perkembangan dan pertumbuhan otak anak.

Jika anak Anda cenderung susah makan atau pilih-pilih makanan, berikan ia susu full cream. Setidaknya asupan nutrisi dalam susu full cream dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisinya.

Jika ada perasaan bimbang dalam memilih susu UHT untuk anak sesuai dengan kondisinya, jangan segan berkonsultasi ke dokter anak. Dokter akan memberikan rekomendasi tepat dalam pemenuhan kebutuhan si kecil.

4. Perhatikan tanggal kedaluwarsa

Saat memilih dan membelikan susu UHT untuk anak, jangan lupa memperhatikan tanggal kedaluwarsanya. Jangan membeli atau menyajikan susu yang sudah jatuh atau lewat pada tanggal kedaluwarsa pada si kecil.

Ingat, selalu cek bagaimana aroma susu sebelum Anda menyajikan untuk anak. Biasanya susu yang kedaluwarsa mengeluarkan aroma asam laktat yang diproduksi bakteri. Aroma yang busuk, warna kekuningan, dan tekstur kental menjadi tanda susu kedaluwarsa.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Maret 22, 2020 | Terakhir Diedit: Maret 21, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca