Perlukah Punya Air Purifier (Pemurni Udara) di Rumah? Apa Manfaatnya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Mendapatkan udara bersih dan sehat di kota besar sangatlah sulit, sehingga tidak heran bila air purifier atau pemurni udara dijadikan andalan untuk mendapatkan udara sehat di dalam rumah. Apakah air purifier benar-benar bisa membersihkan udara dalam ruangan? Lalu, apakah rumah Anda perlu punya alat ini di rumah? Cari tahu di artikel ini.

Apa itu purifier?                    

Berdasarkan penelitian dari lembaga pemerhati lingkungan Environmental Protection Agency (EPA), polusi udara merupakan satu dari lima penyebab buruknya kondisi udara yang dapat berakibat pada menurunnya tingkat kesehatan Anda.

Air purifier bisa dijadikan pilihan untuk Anda yang tinggal di lingkungan dengan kualitas udara yang buruk. Bagi Anda yang memiliki anggota keluarga yang perokok, manfaat air purifier ini bisa saja membantu Anda meminimalisir bau serta asap rokok yang ada dalam ruangan. Bahkan tak hanya menetraslisir bau atau asap, air purifier juga terkadang mampu membunuh virus atau bakteri yang menyebar melalui udara.

Air purifier berbeda dengan air conditioner (AC), walaupun saat ini ada juga air conditioner (AC) yang memiliki air purifier dalam sistemnya. Air purifier bisa dikatakan sebagai teknologi yang tepat saat ini untuk mendapatkan udara sehat di dalam ruangan.

Bagaimana cara kerja air purifier?

Air purifier merupakan suatu alat yang dapat membersihkan udara yang Anda hirup. Alat air purifier tidak mendinginkan ruangan seperti AC, melainkan hanya untuk mengeluarkan udara yang segar yang sudah bersih atau bebas polusi. Dengan alat ini, partikel alergen atau penyebab alergi dapat dihilangkan, sehingga Anda tidak perlu khawatir lagi mengenai penyakit asma atau alergi lainnya. 

Cara kerja air purifier cukup sederhana. Begitu dinyalakan, udara di dalam ruangan akan tersedot dengan bantuan kipas dan ditangkap oleh filter yang terletak di bagian belakang air purifier. Kemudian udara tersebut disaring melalui filter dan akan di salurkan kembali lewat penyalur yang berada di depan. Udara yang dikeluarkan tentunya sudah menjadi segar dan bebas polusi karena debu, kuman, bakteri, partikel di dalam udara sudah disaring terlebih dahulu. Efektivitas kemampuannya untuk membersihkan udara bisa mencapai hingga 95 persen. 

Apa saja manfaat air purifier?

1. Menghilangkan virus dan bakteri di udara

Salah satu manfaat air purifier adalah menghilangkan virus dan bakteri di udara. Retroscreen Virology ( UK ) telah melakukan penelitian dengan menggunakan metode test. Penelitian dilakukan dengan memasukan virus dalam kotak dan dihitung penurunan jumlah aktivitas virus setelah digunakan air purifier.

2. Menghilangkan bau tidak sedap

Kemampuan air purifier dalam menghilangkan bau tidak sedap telah lolos dalam serangkaian tes yang dilakukan oleh Japan Spinners Inspecting Foundation. Tes dilakukan untuk mengetahui keefektifan untuk menghilangkan bau dengan menggunakan enam tingkatan pengukuran bau.

3. Mengurangi jamur

Manfaat air purifier berikutnya adalah kemampuan alat ini untuk memberantas jamur yang dapat menjadi sumber penyakit. Kemampuan dalam memberantas jamur telah dibuktikan dengan adanya tes yang dilakukan oleh Japan Food Research Laboratories.

Tes yang dilakukan dengan metode menyemburkan ion PCI di ruangan berukuran 2.6 m3 , jamur tumbuh pada PVC plate – konsentrasi ion PCI 50.000 ions/cm3. Dan hasil dari tes membuktikan jumlah dan pertumbuhan jamur dapat dikurangi berkat air purifier.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Kunci Menjaga Paru-Paru Bersih dari Debu dan Zat Polusi

Kualitas udara yang buruk membuat paru-paru kita pun menjadi lebih kotor. Oleh karena itu, simak cara-cara alami membersihkan paru-paru berikut ini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Pernapasan 15 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Suhu Tubuh Normal dan Penyebab Suhu Tubuh Naik-Turun

Suhu tubuh orang yang sehat bisa naik-turun selama seharian ia beraktivitas. Lantas, berapa suhu tubuh normal yang seharusnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan, Informasi Kesehatan 11 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit

Berbagai Gejala Hepatitis yang Perlu Dikenali Sebelum Terlambat

Tidak semua orang terinfeksi hepatitis akan menunjukkan gejala, walau kadang bisa muncul mirip flu. Kenali gejala hepatitis sebelum terlambat.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 11 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Perawatan Setelah Cabut Gigi, Ini Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Anda Lakukan

Rasa sakit setelah cabut dapat segera pulih bila Anda mengikuti anjurannya dengan benar. Apa saja pantangan dan perawatannya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Perawatan Gigi, Gigi dan Mulut 9 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

berapa kali berhubungan intim agar bisa hamil

Berapa Kali Berhubungan Intim agar Anda Bisa Cepat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
sarkopenia lansia

3 Kebiasaan Buruk di Masa Muda yang Bisa Picu Sarkopenia Saat Tua Nanti

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 19 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
permen karet xylitol

Benarkah Permen Karet yang Mengandung Xylitol Bisa Cegah Gigi Berlubang?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
cara agar hamil anak laki-laki

7 Cara yang Bisa Dicoba Agar Hamil Anak Laki-laki

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit