Benarkah Makanan Berlemak Pasti Bikin Kolesterol Naik?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 04/10/2017
Bagikan sekarang

Siapa tidak suka dengan makanan berlemak? Makanan berlemak biasanya mempunyai rasa yang lezat, jadi tak heran jika banyak orang yang suka. Namun, di balik kelezatannya itu Anda harus hati-hati, karena makanan ini dapat meningkatkan kolesterol darah. Akan tetapi, makanan berlemak dan kolesterol tidak selalu jadi musuh bebuyutan. Ada jenis lemak yang bisa bikin kolesterol naik, tapi ada juga lemak yang justru baik buat kolesterol.

Nah, makanan berlemak seperti apa sih yang dapat menyebabkan kolesterol meningkat? Simak penjelasannya di bawah ini.

Jenis lemak yang dapat meningkatkan kolesterol jahat

Perlu Anda ketahui, jenis lemak yang terkandung dalam makanan berbeda-beda. Ada jenis lemak baik dan ada jenis lemak jahat. Jadi, sebenarnya tidak semua makanan berlemak berdampak buruk bagi tubuh. Jenis lemak baik justru diperlukan bagi tubuh untuk membantu menjalankan fungsi normalnya.

Makanan berlemak dapat memengaruhi keseimbangan kadar kolesterol dalam tubuh karena asam lemak mengikat sel hati dan mengatur produksi kolesterol.

Jenis lemak yang dapat meningkatkan kolesterol jahat dalam tubuh adalah lemak jenuh dan lemak trans. Ini dia kaitan antara makanan berlemak dan kolesterol jahat (LDL).

  • Lemak jenuh banyak ditemukan dalam daging dan produk olahan daging, serta produk susu. Asupan lemak jenuh berlebih dapat memicu hati menghasilkan kolesterol jahat lebih banyak dalam tubuh.
  • Lemak trans dapat ditemukan dalam produk minyak padat, sehingga lemak trans ini banyak terkandung dalam produk yang digoreng. Misalnya junk food, gorengan, dan makanan kemasan. Jenis lemak ini sangat tidak sehat, karena selain menyebabkan peningkatan kolesterol jahat, lemak trans juga dapat menurunkan kadar kolesterol baik dalam tubuh.

Makanan berlemak dan kolesterol, apakah selalu jadi musuh?

Seringnya, mungkin Anda mengira bahwa semua makanan berlemak pasti berkolesterol. Tapi, lemak dan kolesterol adalah dua hal berbeda. Dalam tubuh, makanan berlemak memang dapat memengaruhi kadar kolesterol tubuh. Tapi dalam makanan, tidak semua makanan berlemak juga mengandung kolesterol.

Kolesterol yang terkandung dalam makanan justru tidak terlalu membahayakan kadar kolesterol dalam tubuh. Hal ini karena kadar kolesterol dalam makanan umumnya memiliki dampak yang kecil pada peningkatan kolesterol jahat dalam tubuh. Justru, makanan yang mengandung lemak jenuh dan lemak trans dapat sangat mempengaruhi kadar kolesterol dalam tubuh.

Untuk itu, Anda mungkin tidak perlu benar-benar menghindari makanan yang mengandung kolesterol, seperti telur, udang, dan jeroan (ati, paru, dan ginjal). Anda bisa makan sampai enam butir telur dalam seminggu sebagai bagian dari pola makan seimbang Anda. Tanpa khawatir dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.

Namun, yang perlu Anda perhatikan adalah cara memasaknya. Jika telur atau udang dimasak dengan cara digoreng, ini akan menambahkan kadar lemak trans di dalamnya. Sehingga, hal ini justru membuat telur dan udang kurang sehat untuk dimakan dalam jumlah banyak.

Makanan berlemak dan kolesterol justru bisa saling mendukung

Tidak semua makanan berlemak harus dihindari. Jenis lemak sehat justru diperlukan tubuh untuk membantu menjalankan fungsinya. Jenis lemak sehat adalah lemak tak jenuh, termasuk asam lemak omega-3 dan omega-6.

Jenis lemak ini dikatakan baik karena dapat membantu meningkatkan kerja hati dalam menyerap kembali dan merusak kolesterol jahat dalam tubuh, seperti dikutip dari Medical News Today. Dengan begitu, mengonsumsi lemak tak jenuh dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh serta meningkatkan kadar kolesterol baik.

Lemak tak jenuh bisa Anda temukan dalam ikan berlemak, seperti ikan tuna, salmon, sarden, dan makerel. Selain itu, juga dapat ditemukan dalam kacang-kacangan dan biji-bijian, seperti kenari, almond, biji bunga matahari, kacang mede, dan lainnya. Minyak zaitun, minyak kanola, dan minyak nabati lainnya juga mengandung lemak tak jenuh yang dapat melindungi kesehatan jantung Anda.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Katanya, minum madu saat sahur bisa memberikan segudang manfaat baik bagi tubuh selama menjalani puasa. Tertarik ingin coba? Simak beragam khasiatnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Puasa bukan menjadi alasan untuk membatasi ibu memberikan gizi yang tepat untuk janin.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

warna rambut

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020