Kanker Mata Pada Anak, Apa Penyebabnya? Bisakah Dicegah?

Oleh

Kanker mata atau retinoblastoma adalah jenis kanker yang paling sering dialami oleh anak-anak. Menurut World Health Organization, setiap tahunnya ada 7000 hingga 8000 kasus kanker mata baru pada anak di dunia. Sedangkan diperkirakan ada 3000-4000 anak yang meninggal dunia setiap tahun karena mengidap retinoblastoma. Kanker mata pada anak katanya bisa diturunkan (genetik), apakah hal tersebut benar? Mengapa kanker mata bisa diturunkan?

Apakah kanker mata pada anak disebabkan faktor keturunan?

Retinoblastoma merupakan penyakit kanker mata yang lebih banyak menyerang anak di bawah 5 tahun, dan gejala yang paling terkenal serta dapat diwaspadai dari penyakit ini adalah gejala mata kucing. Kanker mata pada anak bisa menyerang satu ataupun kedua mata sekaligus, namun kebanyakan kasus yang terjadi, kanker mata hanya terjadi pada satu bola mata saja. Lalu apakah retinoblastoma disebabkan karena faktor genetik?

Faktanya, retinoblastoma adalah satu-satunya jenis kanker yang sudah terbukti secara ilmiah dapat diturunkan dari orangtua ke anak, alias genetik. Dari total kasus kanker mata pada anak, sekitar 10-15% diakibatkan oleh faktor genetik atau gen bawaan yang diturunkan oleh orangtua ke anaknya. Anak yang mengalami kanker mata karena faktor genetik, umumnya mempunyai sel kanker yang tumbuh di kedua bola matanya.

Risiko komplikasi yang dialami anak dengan turunan kanker mata

Anak dengan retinoblastoma hereditas (keturunan) lebih berisiko mengalami komplikasi lain apabila ia telah sembuh dari kanker yang dideritanya:

  • Berpotensi untuk mempunyai tumor di bagian tubuh lainnya seperti tumor kulit, tumor tulang, tumor otot, dan tumor kelenjar pineal.
  • Berpeluang besar untuk mengalami kanker yang kedua kalinya setelah sembuh dari retinoblastoma.
  • Menurunkan gen mereka ke generasi selanjutnya dan membuat anak-anak mereka berisiko besar untuk mengalami kanker mata di kemudian hari.

Apa yang menyebabkan kanker mata turun-temurun?

Retinoblastoma hereditas disebabkan oleh perubahan genetik yang diketahui memiliki nama RB1. Gen RB1 dalam keadaan yang normal memiliki tanggung jawab untuk mengatur pertumbuhan dan pembelahan sel. Salah satu peran utamanya yang lain adalah mencegah pembentukan tumor, khususnya retinoblastoma. Biasanya, sel-sel di mata mempunya dua salinan gen RB1, satu didapatkan dari ayah dan satu lagi diturunkan oleh ibu.

Sementara apabila salah satu salinan gen tersebut merupakan gen bawaan retinoblastoma, maka terjadi perubahan fungsi gen pada anak yang kemudian dapat mengubah bentuk dari RB1. Kondisi ini disebut dengan mutasi. Sekitar 10-20% retinablastoma akibat mutasi genetik, disebabkan oleh gen yang diturunkan oleh orangtua. Sementara sisa kasus lainnya, mutasi terjadi akibat faktor eksternal maupun internal anak, bukan disebabkan oleh gen keturunan ayah atau ibunya.

Seorang anak yang mengalami retinoblastoma hereditas akibat memiliki gen bawaan dari orangtuanya, berisiko sebesar 50% untuk menurunkan kembali gen tersebut ke generasi selanjutnya. Gen RB1 dapat bermutasi ketika sel telur dan sperma mengalami pembuahan atau ketika janin tumbuh di dalam rahim.

Apakah kanker mata yang disebabkan oleh keturunan dapat diketahui lebih dini?

Sebenarnya, ada pemeriksaan medis yang bisa mengetahui apakah retinoblastoma yang terjadi akibat keturunan atau tidak. Pemeriksaan ini disebut dengan RB1 genetic test. RB1 genetic test ini dapat dilakukan orangtua sejak bayi masih di dalam kandungan, bahkan sebelum kehamilan terjadi.

Dalam pemeriksaan ini, embrio dan janin akan diambil DNA-nya untuk dilihat apakah terdapat gen RB1 yang bermutasi. Hasil dari tes ini sangat penting untuk mengetahui kanker mata anak dalam keadaan dini dan dapat digunakan untuk mengantisipasi kejadian retinoblastoma pada generasi selanjutnya. Namun, tentu saja biaya pemeriksaan ini cukup mahal dan cukup berisiko.

Selain itu, beberapa hal lain yang harus diperhatikan, yaitu apabila orangtua melakukan tes ini, maka bisa saja timbul perasaan bersalah dan penyesalan karena mengetahui mereka menurunkan gen yang menyebabkan anak cucunya mengalami retinoblastoma. Dan bukan tidak mungkin anak dengan retinoblastoma yang diturunkan menjadi mempunyai emosi yang tidak stabil, marah, sedih, dan ketakutan akibat mengetahui tes ini.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca