3 Jenis Sakit Mata Pada Anak yang Sering Terjadi dan Patut Diwaspadai Orangtua

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Orangtua mesti waspada, nyatanya ada banyak penyakit atau gangguan yang bisa menyerang bagian mata si kecil. Tentu saja kita semua setuju jika mata adalah indera yang cukup penting. Nah, banyak anak yang belum mengerti dan mampu menjaga kesehatan matanya sendiri, jadi tak jarang ada anak yang mungkin sudah alami sakit mata. Sebelumnya, Anda juga harus tahu apa saja jenis sakit mata pada anak yang paling sering terjadi dan perlu diwaspadai orangtua? Berikut ulasannya.

Jenis-jenis sakit mata pada anak

Seorang ahli optometri asal Canada, Tanya Sitter, mengungkap kepada Today’s Parent bahwa kesehatan mata berperan penting untuk perkembangan dan pembelajaran kognitif anak. Namun sayangnya, sekitar 60 persen anak-anak mengalami gangguan mata yang lambat terdeteksi.

Hal ini dikarenakan sakit mata pada anak masih sering disepelekan para orangtua. Ya, kebanyakan orangtua hanya menganggap sakit mata pada anak hanya sebatas mata merah saja dan akan sembuh dengan sendirinya.

Padahal, ada beberapa jenis sakit mata pada anak lainnya yang perlu diwaspadai orangtua. Di antaranya:

1. Mata merah

sakit mata menular

Kebiasaan mengucek mata membuat anak-anak rentan mengalami mata merah. Tak hanya itu, kondisi ini juga sering dialami oleh anak-anak yang suka main game di laptop maupun HP sampai tidak ingat waktu.

Paparan radiasi dari layar gawai dapat membuat mata anak menjadi kering, merah, dan gatal. Apalagi kalau anak terbiasa mengucek mata, maka sakit mata yang dialaminya bisa jadi makin parah.

Salah satu cara terbaik untuk mengatasinya tentu dengan membatasi waktu anak main game. Buatlah kesepakatan dengan anak, misalnya hanya boleh main game selama 1-2 jam di akhir pekan.

Selain itu, ajarkan pada anak mengenai prinsip 20-20-20 untuk menjaga kesehatan matanya. Maksudnya, setiap 20 menit menatap layar HP, alihkan pandangan anak selama 20 detik ke obyek yang letaknya sejauh 20 kaki atau sekitar 600 cm. Cara ini akan membuat mata jadi lebih rileks dan mencegah sakit mata pada anak.

2. Rabun jauh

mata minus pada anak

Rabun jauh alias mata minus adalah gangguan mata yang paling umum terjadi pada anak-anak usia sekolah. Kondisi ini membuat si kecil tidak mampu melihat benda dalam jarak jauh, tapi bisa melihat benda dekat dengan jelas.

Kalau diperhatikan, mata anak biasanya akan menyipit saat berusaha melihat tulisan di papan tulis. Jika tidak segera diatasi, hal ini bisa mengganggu proses pembelajaran dan membuat prestasi anak jadi menurun.

Gangguan mata pada anak yang satu ini hanya bisa diatasi dengan kacamata minus. Ingat, semakin bertambah usia anak, kadar minusnya bisa jadi berkurang atau bertambah. Maka itu, bawa anak periksa mata secara rutin untuk menyesuaikan kadar minus pada kacamata anak.

3. Mata juling

cara mengobati mata juling

Mata juling adalah gangguan mata yang paling sering terjadi pada anak, mulai dari bayi sampai anak berusia 5-6 tahun. Mata juling, atau dalam bahasa medis disebut dengan strabismus, adalah kondisi di mana posisi kedua mata tidak sejajar. Salah satu sisi mata dapat melihat ke arah luar, dalam, atas, atau bawah dan tidak tertuju pada satu obyek di waktu bersamaan.

Jika dibiarkan, mata juling ini bisa berkembang menjadi mata malas (amblyopia). Mata malas adalah kondisi di mana otak cenderung “mempekerjakan” salah satu mata saja. Salah satu mata yang lemah lama-kelamaan menjadi lebih “malas” karena jarang digunakan. Dampak fatalnya, hal ini bisa menyebabkan anak kehilangan penglihatan jika tidak cepat-cepat ditangani.

Maka itu, segera bawa si kecil ke dokter mata untuk melakukan periksa mata. Dokter biasanya akan memberikan kacamata atau penutup khusus untuk menutupi mata yang normal. Memang, anak hanya bisa melihat dengan satu mata, yaitu mata yang lebih lemah, untuk sementara waktu.

Namun jangan khawatir, hal ini justru dilakukan supaya otot-otot pada salah satu mata yang juling tersebut menjadi terlatih dan bergerak aktif. Dengan begitu, mata anak kembali normal seiring berjalannya waktu.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bagaimana Selulitis Terjadi pada Anak dan Cara Mencegahnya?

Infeksi di kulit sering terjadi pada anak. Salah satunya adalah selulitis. Apa itu selulitis dan bagaimana mencegahnya terjadi pada anak?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Anak, Parenting 18/04/2020 . Waktu baca 4 menit

3 Pertanda Ketika Sistem Imun Anak Menurun

Apabila anak mulai sering atau mudah jatuh sakit, berarti sesuatu terjadi pada sistem imunnya. Yuk, kenali apa saja tanda saat sistem imun anak menurun.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Kesehatan Anak, Parenting 16/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Curiga Terjadi Gangguan Makan pada Anak? Lakukan 6 Langkah Ini

Bila terjadi perubahan drastis pada pola makan anak, patut dicurigai ada gangguan makan pada anak. Apa yang harus orangtua lakukan?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Anak, Parenting 13/04/2020 . Waktu baca 5 menit

Mengenal Marasmus, Masalah Gizi Penyebab Kematian Anak

WHO mencatat marasmus adalah penyebab kematian pada 500 ribu anak di negara berkembang. Apa itu marasmus dan apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Parenting, Nutrisi Anak 01/04/2020 . Waktu baca 14 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
memilih hewan untuk anak

Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 10/05/2020 . Waktu baca 6 menit
Ibu memakaikan masker agar imunisasi saat pandemi corona aman

Aturan Pakai Masker Wajah untuk Anak dan Tips Membuat Mereka Terbiasa

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 08/05/2020 . Waktu baca 6 menit
encephalocele adalah ensefalokel

Encephalocele

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 28/04/2020 . Waktu baca 8 menit