home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kenapa Masih Kecil Sudah Harus Pakai Kacamata?

Kenapa Masih Kecil Sudah Harus Pakai Kacamata?

Saat ini adalah masa teknologi, jadi anak-anak lebih cepat bersentuhan dengan alat elektronik. Namun, ini memiliki banyak konsekuensi negatif. Salah satunya adalah miopi alias rabun jauh atau mata minus, yang membuat banyak anak sudah harus pakai kacamata di usia sangat muda.

Kenapa makin banyak anak-anak yang harus pakai kacamata?

Setiap hari, hampir semua anak menghabiskan banyak waktu dengan smartphone atau iPad, televisi, dan lain-lain. Jika memiliki waktu luang, mereka akan bermain video games sepanjang hari. Namun, Anda harus tahu bahwa laptop atau ponsel, ipad, dan layar gadget lainnya memiliki medan gaya yang mengkhawatirkan.

Jika anak berada dekat dengan alat-alat elektronik untuk waktu yang lama, penglihatan mereka akan menjadi terbatas. Mereka akan melihat hal-hal yang letaknya jauh dengan tidak jelas. Penglihatan mereka akan terasa kabur dan kesulitan untuk menentukan posisi tepat suatu obyek yang letaknya jauh dari mereka.

Anak-anak yang rabun jauh tidak dapat melihat layar TV atau papan tulis di sekolah. Maka dari itu, mereka membutuhkan suatu alat yang dapat membantu memperbaiki penglihatan mereka. Inilah kenapa anak-anak ini kemudian perlu pakai kacamata.

Apa penyebab mata minus?

Rabun jauh atau mata minus terjadi ketika kornea terlalu melengkung. Jadi, saat cahaya masuk, mata tidak dapat fokus dengan tepat. Jarak ke obyek menjadi tampak buram.

Saat ini, penyebab mata minus belum ditentukan dengan jelas. Mungkin penyebabnya turun menurun. Jika salah satu atau kedua orang tua anak menderita rabun jauh, anak tersebut dapat terkena rabun jauh.

Terlepas dari faktor bawaan, rabun bisa terpengaruh oleh cara Anda menjaga mata. Jika Anda selalu membaca dengan penerangan buruk dan menghabiskan banyak waktu dengan komputer, Anda akan lebih mudah memiliki mata minus.

Pada anak-anak yang matanya terus mengalami pertumbuhan, rabun jauh akan mengalami perkembangan sampai sekitar usia 20 tahun. Namun, miopi juga dapat dialami oleh orang dewasa akibat stres penglihatan, katarak, atau diabetes.

Bagaimana cara mencari tahu jika anak Anda perlu pakai kacamata?

Jika anak Anda mengalami tanda-tanda yang tidak biasa, Anda harus membawanya ke dokter. Di rumah sakit atau klinik, dokter akan mengukur penglihatan anak dengan uji jarak pandang. Anak Anda akan menutup salah satu matanya dan membaca papan abjad dengan berbagai ukuran huruf dari kecil ke besar. Kemudian, dokter akan melakukan tes lagi dengan monitor. Hasil akhir akan membantu Anda mengetahui apakah anak Anda membutuhkan kacamata atau tidak.

Penglihatan terbaik orang normal adalah dari 9/10 sampai 10/10. Jika penglihatan Anda kurang dari angka tersebut, Anda berarti rabun jauh.

Tips menjaga kesehatan mata anak yang rabun

Saat Anda tahu bahwa anak Anda harus menggunakan kacamata di setiap waktu, ia harus belajar cara untuk hidup dengan kondisi tersebut dan menjaga kesehatan matanya. Terapkan kebiasaan berikut.

  • Selalu bersihkan kacamata dengan teratur.
  • Tidak hanya kacamata, mata juga penting untuk dijaga kebersihannya. Gunakan tetes mata atau obat tetes mata khusus secara teratur jika memang dianjurkan dokter.
  • Biarkan mata cukup beristirahat dalam sehari.
  • Pegang ponsel pada jarak 10 cm dari mata.
  • Jangan membaca atau menggunakan ponsel dan laptop di tempat yang gelap karena mata harus lebih menyesuaikan diri.
  • Masukkan lebih banyak makanan yang kaya vitamin A ke dalam makanan sehari-hari, seperti wortel, tomat, labu cina, papaya, paprika, selada, dll.
  • Konsumsi lebih banyak Omega-3. Zat ini banyak terkandung dalam minyak ikan.

Tanda-tanda di atas adalah pengetahuan dasar yang dapat dengan mudah Anda kenali. Cegah anak Anda terkena rabun jauh sebaik yang Anda bisa.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi
Tanggal diperbarui 22/08/2017
x