Tips Melakukan Waxing di Rumah Dengan Bahan-bahan Alami

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan

Waxing di rumah ternyata lebih baik untuk kesehatan Anda. Mengapa? Karena jika Anda waxing di rumah, Anda akan memiliki kemungkinan infeksi lebih kecil daripada di salon. Dengan melakukannya di rumah, Anda dapat mengontrol kebersihan tangan Anda dan ruangan tempat Anda melakukan wax. Tentu saja Anda harus nyaman dengan produk yang Anda gunakan untuk hasil yang lebih baik.

Ladan Shahabi M.D., seorang dermatolog dan asisten profesor di departemen dermatologi Ronald O. Perelman NYC, menyarankan untuk mencuci tangan terlebih dahulu sebelum memulai waxing, karena waxing dapat menyebabkan robekan kecil di kulit yang memungkinkan Anda terkena infeksi. Jangan lupa untuk membersihkan seluruh peralatan dengan alkohol untuk mencegah pertumbuhan bakteri. Setelah itu, buang seluruh peralatan yang ditujukan untuk sekali pakai.

Berbagai produk waxing yang dapat digunakan di rumah

Kebanyakan wax yang dijual di toko-toko kecantikan adalah kombinasi dari lilin lebah dan parafin. Biasanya mereka dikemas dengan menggunakan wadah yang dapat dipanaskan di microwave atau wadah yang dapat dipanaskan dengan cepat di atas kompor. Namun, masih banyak pilihan lain. Pre-coated wax strips dapat Anda gunakan di daerah kecil seperti alis, bibir, atau garis bikini karena mudah untuk dibersihkan. Sugar wax yang larut dalam air merupakan produk yang terbuat dari gula dan air yang tidak selengket wax pada umumnya, sehingga sisanya dapat dibersihkan dengan air sabun. Wax dari gula juga dapat digunakan oleh kulit sensitif.

Perlengkapan wax all-in-one di rumah biasanya cukup terjangkau dan lebih murah ketimbang di salon. Rambut akan tumbuh kembali dalam dua minggu. Namun, semakin rutin Anda waxing, folikel rambut akan melemah sehingga dapat memperlambat produksi rambut.

Tips melakukan waxing di rumah

Jika Anda memakai produk perlengkapan wax yang dijual di salon atau supermarket, Anda dapat melakukannya dengan melihat instruksi yang terdapat pada produk tersebut. Namun, jika Anda ingin melakukan waxing dengan bahan-bahan alami, inilah cara yang baik untuk dilakukan:

1. Menyiapkan bahan-bahan

  • Gula pasir – 1 cangkir (250 gr)
  • Madu – 1 cangkir (250 gr)
  • Sari lemon – ½ cangkir (125 gr)

2. Membuat wax

  • Lelehkan gula dalam panci yang berukuran sedang. Aduk secukupnya hingga kecokelatan. Biarkan mencair hingga menjadi karamel. Jaga api agar tidak terlalu besar, karena panas terlalu tinggi akan membuat gula menjadi arang.
  • Ambil spatula atau sendok kayu dan masukkan sari lemon dan madu ke dalam panci. Lalu, aduk seluruh bahan-bahan. Gula akan menjadi sangat panas dan berbusa pada tahap ini.
  • Aduk terus hingga campuran tersebut mencapai kekentalan yang tepat. Jika menjadi terlalu keras, campurkan satu sendok makan air untuk mengencerkan.
  • Biarkan hingga campuran wax tersebut sedikit dingin.

3. Menggunakan wax

  • Periksa terlebih dahulu apakah bulu Anda memiliki panjang antara 3-6 mm. Jika rambut lebih pendek dari itu, proses waxing tidak akan mencabut rambut hingga ke akarnya. Jika rambut terlalu panjang, Anda akan menderita ketidaknyamanan yang cukup besar saat waxing.
  • Siapkan strip wax. Anda bisa menggunakan secarik kain.
  • Taburkan bedak bayi pada daerah yang akan diwax agar rambut menempel pada wax.
  • Gunakan spatula atau sendok kayu untuk menyebarkan wax pada kulit Anda.
  • Letakkan selembar kain ke daerah yang telah diberi wax, dan tekan dengan lembut. Tekan ke arah tumbuhnya rambut.
  • Jika kain sudah melekat dengan baik, tarik tepi bawahnya dan cabut secara cepat berlawanan dengan arah rambut. Jika dilakukan di area kulit yang berkerut atau berlipat, pastikan untuk mengencangkan/meratakan kulit Anda terlebih dulu untuk meminimalisir ketidaknyamanan.
  • Jika wax masih menempel pada kulit Anda setelah waxing, bilaslah dengan air hangat. Atau, Anda dapat mencoba menambahkan satu sendok makan baking soda ke dalam air mendidih. Lalu biarkan hingga dingin dan bilas wax yang masih menempel dengan campuran tersebut.

4. Menyimpan sisa wax

  • Anda dapat menyimpan wax yang tersisa di dalam kulkas. Wax akan bertahan selama 15 hari.
  • Jika Anda ingin membuat wax bertahan hingga beberapa bulan, simpan di dalam freezer.

Yang boleh dan tidak boleh dilakukan

1. Jangan melakukan waxing seminggu sebelum dan saat menstruasi

Ini adalah waktu ketika Anda akan lebih sensitif terhadap rasa sakit. Sebaiknya, lakukanlah waxing dua minggu setelah hari pertama menstruasi Anda.

2. Anda boleh menggunakan penahan rasa sakit

Menurut Shahabi, ketika Anda melakukan waxing di daerah bikini, alis, atau ketiak, pertimbangkan untuk menggunakan anestesi yang dapat dibeli di toko-toko obat, karena ini akan membantu Anda mengurangi rasa sakit. Anda juga dapat meminum pereda nyeri seperti iburofen atau acetaminophen. Setelah melakukan waxing, cobalah menggunakan krim berbasis lidah buaya (yang tidak mengandung alkohol), dan dinginkan area yang sakit menggunakan es untuk mengurangi rasa panas.

3. Jangan melakukan aktivitas berat seperti olahraga setelah melakukan wax

Keringat akan meningkatkan risiko penyebaran bakteri pada kulit baru Anda. Kenakanlah pakaian yang longgar untuk meminimalisir gesekan yang dapat menyebabkan iritasi.

4. Hubungi dokter jika rasa sakit berlangsung selama 24 jam

Jika sehari kemudian Anda merasakan sesuatu yang aneh pada area yang di-wax, seperti sakit, bengkak, bernanah, atau berbau aneh, buatlah janji dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

BACA JUGA:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca