Toner Vs. Astringent, Mana yang Lebih Cocok Buat Kulit Anda?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 17/09/2018
Bagikan sekarang

Memilih produk perawatan kulit yang tepat untuk kulit itu harus hati-hati. Kenapa? Tidak semua produk cocok untuk kondisi kulit Anda. Kulit yang mendapat perawatan bukannya semakin sehat malah jadi bertambah parah kondisinya. Nah, di antara banyaknya produk perawatan kulit, seperti toner atau astringent, mana yang paling baik untuk kulit Anda? Cari tahu jawabannya di bawah ini.

Mengenal manfaat toner dan astringen pada kulit

toner astringent wajah
Sumber: Verywell Health

Toner adalah produk perawatan kulit yang bahan utamanya air. Biasanya toner digunakan untuk menghapus sisa makeup, kotoran, dan minyak yang masih menempel pada kulit setelah Anda mencuci muka. Selain air, toner juga mengandung gliserin untuk menjaga kulit tetap lembap sehingga kulit halus dan lembut.

Toner juga mengandung ekstrak herbal dan bunga, antioksidan, dan bahan antipenuaan seperti niacinamide. Semua bahan tersebut membantu memperbaiki tekstur dan mencerahkan kulit Anda.

Ketimbang toner, produk astringent mungkin kurang ramah di telinga Anda. Namun, produk ini juga memiliki manfaat yang tidak jauh berbeda dengan toner, yaitu sebagai pembersih. Astringent umumnya mengandung alkohol yang bisa membersihkan kotoran dan minyak yang membandel di kulit.

Selain itu, astringent juga bisa menyusutkan ukuran pori-pori dan mengencangkan kulit wajah. Astringent juga mengandung asam salisilat yang ampuh untuk melawan jerawat dan komedo yang terus muncul pada kulit.

Toner dan astringent, mana yang paling baik untuk perawatan kulit?

cara merawat kulit berminyak

Sebelum Anda menjatuhkan pilihan pada toner atau astringen, pahami dulu bagaimana kondisi kulit Anda. Toner yang berbasis air cenderung lebih ringan dibanding dengan astringen. Toner aman digunakan untuk semua jenis kulit, baik itu kulit normal, kulit kering, kombinasi, maupun kulit berminyak.

Sementara astringent yang cenderung mengandung alkohol lebih direkomendasikan untuk Anda yang memiliki kulit berminyak. Jika Anda memiliki kulit kering, kandungan alkohol pada astringen bisa memperparah kondisi kulit Anda. Kemudian, untuk kulit sensitif lebih baik memakai toner atau memilih astringent bebas alkohol.

Bisakah keduanya dipakai bersamaan? Boleh saja, asal kondisi kulit Anda memang benar-benar berminyak. Anda bisa menggunakan toner di pagi hari kemudian astringen di malam hari. Bisa juga diterapkan dalam waktu pakai yang sama, yaitu pakai astringent dulu, tunggu hingga kering, lalu usapkan lagi toner ke wajah.

Selain kondisi kulit, perhatikan juga kandungan toner dan astringent

pilih produk
Sumber: Enterprise-Europe

Setiap merek produk perawatan toner atau astringent, memiliki kandungan yang berbeda-beda. Supaya Anda tidak bingung, melihat kandungan produk adalah kuncinya. Berikut kandungan produk yang sering digunakan untuk toner dan astringen, yang sesuai dengan kondisi kulit, seperti:

  • Untuk kulit kering: pilih produk yang mengandung gliserin, sodium laktat, butilena glikol, propile glikol, atau asam hyaluranic.
  • Untuk kulit berminyak: pilih astringen dengan kandungan alkohol. Produk yang memakai alkohol, setelah digunakan biasanya kulit akan terasa dingin.
  • Untuk kulit sensitif: pilih produk bebas alkohol. Hindari produk yang mengandung tambahan pewangi, pewarna menthol, atau sodium lauryl sulfate.
  • Untuk kulit berminyak dan berjerawat, pilih produk yang mangandung asam salisilat atau asam glikolat.

Bagaimana cara pakai toner atau astringent pada kulit?

cara pakai toner

Toner dan astringent dapat digunakan sebagai pembersih, tepatnya setelah Anda mencuci muka dan sebelum Anda mengoleskan pelembap pada wajah. Caranya mudah, tinggal tuangkan produk pada kapas dan oleskan dengan lembut ke seluruh area wajah dan leher.

Setelah Anda menggunakan toner atau astringent, Anda boleh mengoleskan pelembap segera, walaupun kulit masih terasa basah. Namun, untuk produk lainnya, seperti obat jerawat, tabir surya, atau retinoid topikal, Anda harus menunggu beberapa saat hingga kulit benar-benar kering.

Mengoleskan produk selain pelembap pada kulit yang masih basah dengan toner atau astringen bisa menyebabkan kulit jadi terasa panas, perih, bahkan iritasi. Selain itu, keampuhan kerja produk perawatan kulit Anda juga bisa berkurang.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Langkah Wujudkan Kulit Bening Bercahaya ala Glass Skin

Glass skin adalah tren kecantikan kulit bening bercahaya berasal dari Korea Selatan. Bagaimana langkah perawatan kulit untuk mendapatkannya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

7 Kesalahan yang Membuat Kulit Rentan Rusak Selama Bulan Puasa

Apabila tidak dijaga dengan baik, kulit wajah Anda bisa menjadi kurang nutrisi sampai rusak saat puasa. Ketahui beberapa penyebabnya di bawah ini!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Hari Raya, Ramadan 02/05/2020

Penyebab Masalah Kulit Saat Karantina dan Cara Merawatnya

Meskipun kulit aman dari polusi, faktor lainnya di rumah bisa memicu masalah kulit. Ini sederet tips merawat kulit saat karantina.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu

8 Manfaat Minyak Rosehip untuk Kecantikan Kulit

Salah satu jenis minyak yang bermanfaat untuk kecantikan kulit, yaitu minyak rosehip. Apa saja manfaat dari minyak rosehip ini?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Direkomendasikan untuk Anda

memilih kosmetik untuk kulit sensitif

Tips Memilih Kosmetik yang Aman bagi Kulit Sensitif

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 04/06/2020
gatal karena kulit kering

Kulit Kering Bikin Gatal? Begini Cara Mengatasinya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
warna rambut

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
perbedaan hydrating dan moisturizing

Apa Bedanya Skincare yang Hydrating dan Moisturizing untuk Kulit Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 08/05/2020