5 Cara Merawat Kulit yang Mengelupas

Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 11 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Sebagai organ tubuh terbesar, kulit memiliki beragam fungsi. Kulit melindungi sistem organ dalam tubuh, mengatur suhu tubuh, sebagai indera peraba yang membantu kita merasakan rangsangan menyenangkan atau rasa sakit, sekaligus juga berfungsi sebagai tameng yang melindungi dari efek berbahaya radiasi sinar UV.

Kadang, kita melihat kulit mengelupas tiba-tiba. Mengapa ini terjadi, dan apakah pengelupasan kulit berbahaya?

Mengapa kulit mengelupas?

Karena fungsinya sebagai pelindung, kulit harus memiliki rencana aksi penyembuhan untuk saat Anda terluka. Proses ini pada dasarnya adalah regenerasi sel-sel kulit mati, untuk digantikan dengan sel-sel kulit yang lebih sehat. Tapi, sel-sel di lapisan teratas kulit terus-menerus memperbarui dirinya bahkan ketika tak ada bahaya yang terdeteksi. Begini prosesnya.

Kulit Anda terdiri dari beberapa lapisan. Lapisan teratas yang dapat Anda lihat disebut epidermis. Epidermis terdiri dari sel-sel yang terbuat dari keratin. Ketika keratin mencapai lapisan teratas epidermis, keratin akan menua dan perlahan “layu” akibat terpapar oleh cuaca dan lingkungan luar. Akhirnya, sel-sel kulit tersebut melepaskan diri dari epidermis dan mengelupas, memunculkan sel-sel kulit muda yang tumbuh di bawahnya.

Dibutuhkan sekitar satu bulan bagi sel-sel kulit baru untuk sepenuhnya menggantikan sel kulit mati. Artinya, kulit yang Anda miliki sebulan dari sekarang akan benar-benar berbeda dengan kulit Anda saat ini.

Berapa banyak kulit yang terkelupas setiap tahunnya?

Jika Anda bertanya-tanya berapa banyak persisnya sel-sel kulit yang terkelupas, bersiaplah untuk terkejut. Para ahli memperkirakan 16 persen dari berat tubuh Anda berasal dari kulit. Selama periode 24 jam, Anda kehilangan hampir satu juta sel kulit. Dalam setahun, jumlah kulit mati yang terkelupas dari tubuh Anda bisa mencapai 4 kilogram. Kulit-kulit ini mengelupas dalam bentuk serpihan super halus, yang merupakan komponen utama dari debu rumah yang biasa Anda lihat menumpuk di permukaan meja hingga daun jendela.

Di sisi lain, kulit mengelupas juga bisa menandakan iritasi kulit akibat efek samping obat, penyakit atau kondisi kulit yang mungkin Anda miliki — mulai dari kulit kering, psoriasis, alergi, infeksi bakteri dan jamur, kanker dan pengobatannya, hingga penyakit genetik langka. Kulit mengelupas juga merupakan tanda kerusakan yang biasa disebabkan oleh terbakar matahari atau produk perawatan wajah yang bersifat mengeringkan.

Bagaimana cara merawat kulit yang terkelupas?

Terlepas dari apapun penyebabnya, tidak ada satupun orang yang menyukai tampilan kulit mengelupas yang bersisik dan terasa kasar. Meski Anda tidak bisa menghentikan prosesnya begitu kulit sudah terlanjur mengelupas, Anda dapat memperbaiki kulit bersisik Anda dengan beberapa perawatan rumahan mudah untuk kembali mendapatkan kulit halus lembut bercahaya.

1. Kompres air dingin

Basahi kain bersih dengan air dingin sampai jenuh. Peras kain sehingga air tidak banyak menetes. Letakkan kain di atas area kulit yang mengelupas. Hindari menggosok keras. Diamkan kain di kulit selama lima sampai 10 menit untuk mendinginkan kulit. Setelahnya, bilas lap dengan air dingin dan kompres kembali sesuai kebutuhan.

2. Lumuri susu, bubur oatmeal, atau cuka putih

Cuka putih dapat meringankan rasa sakit dan kemerahan di area kulit terkelupas, serta mencegah pengelupasan semakin parah. Oleskan cuka putih tipis-tipis langsung di area kulit yang mengelupas

Susu dapat mendinginkan kembali kulit kering yang mengelupas. Kompres kulit yang mengelupas dengan susu dingin, biarkan selama 10 menit. Asam laktat dalam susu akan membantu mengangkat serpihan kulit mati dan menghilangkan kemerahan di kulit, sementara kandungan lipidnya akan melembapkan kulit.

Alternatif lain, gunakan bubur oatmeal dingin sebagai lulur, dan diamkan selama 10 menit. Bilas bersih dengan air dingin. Oatmeal dapat melembapkan, memperbaiki, dan melindungi kulit berkait properti antiperadangannya.

3. Oleskan lotion pelembap

Sering-sering gunakan lotion pelembap kulit, terutama di tempat-tempat yang mengelupas. Oleskan pula tabir surya yang penting untuk menjaga kulit tetap lembap dan terlindungi dari sinar matahari. Namun hindari pelembap berparfum, dan pilih produk yang mengandung bahan-bahan menenangkan kulit, seperti lidah buaya dan vitamin E.

4. Eksfoliasi

Anda boleh melakukan eksfoliasi, namun lakukan dengan lembut menggunakan kain hangat suam kuku, satu kali sehari. Akan lebih baik jika Anda menunggu sampai sebagian besar kulit sudah mengelupas. Cukup gosokkan lap lembut secara perlahan di area kulit yang terkelupas dengan sedikit tekanan. Jangan menggosok terlalu keras atau menggunakan alat penggosok lainnya, seperti loofah, karena ini bisa menyebabkan kerusakan lanjutan. Ulangi hingga dua kali sehari, jika diperlukan

5. Jangan dikopek atau digaruk

Hindari godaan untuk menggaruk atau merobek kulit mengelupas. Menggaruk dapat memperburuk kondisi dan dapat menyebabkan infeksi. Gunakan gunting kecil untuk memangkas rapi kulit mati yang menjuntai lepas, jangan dikopek atau dicabut paksa. Mulai oleskan lotion pelembab yang mengandung alpha hydroxy acid ringan untuk mempercepat proses pergantian sel dan menghilangkan sisa pengelupasan kulit.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kulit Kering Bikin Gatal? Begini Cara Mengatasinya

Kulit kering ternyata bisa menimbulkan rasa gatal dan iritasi. Begini cara mengatasi gatal karena kulit kering, serta mencegah kulit jadi semakin kering.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dermatologi, Health Centers 1 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Warna rambut yang salah bisa membuat Anda terlihat lebih tua. Berikut cara mengetahui warna rambut yang sesuai dengan karakter diri.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Kecantikan 31 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Bedanya Skincare yang Hydrating dan Moisturizing untuk Kulit Anda?

Seringkali Anda menyamakan arti dari hydrating dan juga moisturizing. Agar tidak salah lagi, kenali perbedaan produk skincara hydrating dan moisturizing!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Perawatan Kulit, Hidup Sehat, Kecantikan 8 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Perbedaan Kulit Kering dan Kulit Dehidrasi yang Jarang Diketahui

Jika kulit Anda tampak kusam dan tidak sehat, kondisi ini mungkin menandakan kulit dehidrasi. Ini perbedaan antara kulit kering dan kulit dehidrasi.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Perawatan Kulit, Hidup Sehat 10 Februari 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

terapi urine minum air kencing

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit
bibir gatal

7 Penyebab Bibir Hitam untuk Anda yang Tidak Merokok

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 12 Agustus 2020 . Waktu baca 3 menit
bahan krim anti-aging

7 Bahan Dalam Krim Anti-Aging yang Perlu Anda Tahu

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit
memilih kosmetik untuk kulit sensitif

Tips Memilih Kosmetik yang Aman bagi Kulit Sensitif

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 4 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit