5 Cara Ampuh dan Efektif untuk Mengatasi Kulit yang Terbakar Matahari

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Hati-hati jika Anda terlalu lama berada di bawah paparan sinar matahari. Pasalnya, kulit bisa mengalami sunburn atau terbakar. Jika sudah begini, rasa perih, sakit, hingga tak percaya diri akan Anda rasakan. Namun jangan khawatir, ada berbagai cara ampuh mengatasi kulit terbakar matahari.

Tips mengatasi kulit terbakar matahari

Paparan sinar UVA dan UVB yang terlalu lama dapat menyebabkan kerusakan dan iritasi kulit. Selain dipengaruhi oleh waktu berjemur, jenis kulit dan intensitas sengatan matahari juga dapat memengaruhi seberapa parah kondisi sunburn yang dialami.

Kulit yang terbakar biasanya akan memerah dan terasa sakit. Bahkan jika luka bakarnya cukup parah maka kulit akan mengalami pembengkakan dan melepuh. Selain itu, Anda juga bisa merasakan berbagai gejala seperti flu seperti demam, mual, sakit kepala, dan lemas.



Untuk mengatasinya, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan , yaitu:

1. Meletakkan handuk dingin di kulit

kompres es dingin
Sumber: Health Ambition

Hal pertama yang Anda perlu lakukan untuk mengatasi kulit terbakar matahari adalah mengambil handuk dan merendamnya di dalam air es. Kemudian, peras dan letakkan handuk di kulit selama 10 hingga 15 menit. Cara ini dilakukan untuk membantu menetralisir panas di kulit Anda.

Jika Anda mengalami sunburn di beberapa bagian tubuh, maka Anda bisa mengambil cara yang lebih mudah yaitu dengan mandi. Mandi membantu meringankan rasa sakit dan perih yang Anda rasakan. Namun jangan lupa untuk menggunakan pelembap jika Anda mandi lebih dari biasanya agar kulit tidak kering.

2. Menggunakan pelembap dan krim khusus untuk menenangkan kulit

Saat kulit terbakar matahari, Anda perlu menggunakan pelembap untuk menghidrasi kulit yang kering. Pilihlah pelembap dengan berbagai kandungan yang menenangkan seperti lidah buaya. Lidah buaya mampu memberikan efek dingin sehingga membuat kulit terasa jauh lebih baik.

Selain lidah buaya, Anda juga bisa menggunakan krim khusus untuk membantu melembapkan dan meregenerasi kulit yang rusak akibat terbakar. Anda bisa menggunakan produk yang berbahan dasar Centella asiatica atau daun pegagan.

Dikutip dari WebMD, tanaman ini mengandung bahan kimia tertentu yang membantu mengurangi peradangan. Selain itu, Centella asiatica juga mampu meningkatkan produksi kolagen yang sangat penting untuk menyembuhkan luka bakar akibat terpapar sinar UV terlalu lama.

Anda juga perlu berhati-hati dan menghindari krim atau losion yang mengandung petroleum, benzocaine, atau lidocaine. Petroleum menjebak panas di kulit sementara benzocaine dan lidocaine dapat mengiritasi kulit.

3. Banyak minum air putih

cara diet air putih

Luka bakar biasanya menarik cairan ke permukaan kulit untuk menjauh dari bagian tubuh lainnya. Akibatnya, Anda akan mudah mengalami dehidrasi. Dengan mencukupi kebutuhan cairan, tubuh akan tetap terhidrasi dengan baik dan menghindarkan kulit dari kekeringan yang bisa memperparah gejala sunburn yang Anda alami.

Pasalnya, kulit yang kering biasanya akan terasa sangat gatal. Padahal menggaruk kulit yang sedang mengalami luka bakar hanya akan membuatnya mengalami iritasi. Selain air putih, Anda bisa mengonsumsi air kelapa atau minuman olahraga untuk membantu mengisi kembali elektrolit yang hilang.

4. Minum obat antiradang

obat kemoterapi minum

Jeffrey Brackeen, MD., seorang Dokter Spesialis Kulit di Amerika Serikat sekaligus anggota The Skin Cancer Foundation menyarankan Anda untuk mengonsumsi obat untuk mengatasi kulit terbakar matahari. Saat Anda mulai menyadari bahwa kulit Anda menunjukkan tanda-tanda terbakar, maka usahakan untuk segera meminum obat yang bisa membantu meredakan peradangan.

Obat golongan antiiflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen dan juga naproxen membantu mengatasi rasa sakit akibat kulit yang meradang.

5. Tidak memencet lepuhan atau menggaruknya

Untuk mengatasi kulit terbakar dan membuatnya lekas sembuh, usahakan untuk tidak memencet atau menggaruk saat lepuhan mulai muncul. Kulit yang melepuh menandakan Anda mengalami luka bakar tingkat kedua. Jika Anda menggaruk atau bahkan memencetnya, jangan kaget jika luka Anda semakin parah. Oleh sebab itu, kendalikan keinginan untuk menggaruknya agar kulit terhindar dari infeksi.

Meski tampak seperti kondisi yang sementara dan tidak berlangsung lama, sunburn bisa menyebabkan kerusakan kulit permanen. Kerusakan ini bisa meningkatkan risiko Anda terkena kanker kulit. Oleh karena itu, jangan sepelekan kondisi ini dan atasilah dengan cara yang tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kulit Sudah Keriput, Masih Perlukah Pakai Skincare di Usia Senja?

Meski kulit lansia umumnya sudah keriput, bukan berarti tidak perlu merawat kulit. Rejime perawatan kulit untuk lansia tidak serumit milik anak muda, kok!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Perawatan Lansia 07/11/2019 . Waktu baca 4 menit

5 Penyebab Punggung Terasa Panas, Plus Cara Mengatasinya

Punggung terkadang terasa panas secara tiba-tiba tanpa Anda tahu apa penyebabnya. Yuk cari tahu penyebabnya untuk tahu langkah pengobatannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Fakta Unik 15/09/2019 . Waktu baca 7 menit

Pakai Face Oil Sebaiknya Sebelum atau Setelah Pelembap, Ya?

Face oil merupakan produk skin care dengan segudang manfaat baiknya. Sebelum pakai face oil, sudah tahukah Anda urutan idealnya? Cari tahu di sini, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Kecantikan 07/08/2019 . Waktu baca 5 menit

Perlukah Pakai Sunscreen Jika Berada di Dalam Ruangan Seharian?

Sunscreen wajib digunakan sebelum pergi ke luar rumah. Kalau Anda hanya akan berada di rumah atau ruangan tertutup seharian, haruskah tetap pakai sunscreen?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Kecantikan 01/08/2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

infused water saat puasa

Minum Air Putih vs Infused Water Saat Puasa, Mana yang Lebih Baik?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 05/05/2020 . Waktu baca 4 menit
berjemur di pagi hari

Kapan Sebaiknya Kita Berjemur di Pagi Hari?

Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 03/04/2020 . Waktu baca 5 menit
sinar matahari membunuh coronavirus

Mitos atau Fakta: Sinar Matahari Mampu Membunuh COVID-19?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 02/04/2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
mencegah kulit terbakar matahari

Tips Melindungi Kulit dari Cuaca Ekstrem Saat Ibadah Haji

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 23/03/2020 . Waktu baca 5 menit