Tips Olahraga untuk Anda yang Punya Rematik

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Menderita penyakit rematik atau rheumatoid arthritis (RA) bukan menjadi penghalang Anda untuk memiliki hidup yang aktif dan sehat. Dengan melakukan olahraga yang tepat, pasien rematik dapat memperbaiki kesehatan tubuh secara menyeluruh. Lantas, apa saja tips serta pilihan olahraga untuk penderita rematik yang tepat?

Apa saja tips berolahraga yang tepat untuk penderita rematik?

Melakukan latihan fisik serta olahraga yang cukup dapat meningkatkan kualitas hidup penderita rematik secara keseluruhan. Menurut situs Arthritis Foundation, melakukan olahraga yang tepat dapat membantu meredakan rasa nyeri pada penderita rematik.

Meskipun mungkin terasa berat bagi pasien rematik untuk aktif bergerak, terutama saat rasa nyeri muncul, olahraga dapat membantu memperbaiki fungsi sendi, kekuatan otot, serta meningkatkan energi tubuh.

Olahraga yang dilakukan secara cukup dapat meningkatkan kelenturan tubuh. Hal ini penting agar pasien rematik dapat menjalani kegiatan sehari-hari dengan lebih mudah. Ditambah lagi, berolahraga dengan rutin juga dapat mencegah risiko terkena penyakit jantung serta komplikasi kesehatan lain yang terkait dengan rematik.

Namun, pastikan Anda melakukan olahraga dengan tepat, sehingga Anda tidak memperburuk masalah sendi yang Anda derita. Berikut tips olahraga untuk penderita rematik yang dapat Anda ikut:

1. Melakukan peregangan

Sebelum memulai olahraga apapun, sangat penting untuk meregangkan tubuh Anda terlebih dahulu. Peregangan dapat membantu memperbaiki kelenturan tubuh Anda, sehingga Anda dapat memiliki rentang pergerakan yang maksimal.

2. Pilih olahraga yang bervariasi

Karena gejala-gejala rematik umumnya bervariasi, ada baiknya Anda mencoba gerakan olahraga yang bervariasi pula. Hal ini penting untuk mencegah rasa nyeri muncul pada bagian tubuh tertentu akibat terlalu sering digerakkan.

3. Jangan memaksakan diri

Memang, olahraga sangat penting untuk penderita rematik. Namun, yang tidak boleh Anda lupakan adalah jangan memaksakan tubuh Anda melakukan gerakan yang terlalu berat atau lama.

Jika Anda sudah merasakan ketidaknyamanan di bagian tubuh tertentu, Anda sebaiknya mencoba mengurangi durasi olahraga atau mengganti dengan variasi gerakan yang baru.

4. Konsultasi ke dokter atau ahli fisioterapi

Sebelum memilih olahraga yang sesuai dengan kondisi Anda, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter atau ahli fisioterapi. Dengan demikian, Anda dapat mengetahui jenis olahraga apa yang cocok dengan gejala-gejala rematik yang Anda alami.

Lalu, apa saja jenis olahraga yang sesuai untuk penderita rematik?

Anda dapat mencoba salah satu atau kombinasi dari pilihan olahraga di bawah ini:

1. Jalan kaki

Berjalan kaki adalah olahraga yang paling mudah untuk penderita rematik. Walaupun mungkin terdengar sederhana, berjalan kaki dapat membantu melemaskan sendi-sendi Anda dan mengurangi rasa nyeri.

Anda cukup berjalan selama 30 menit dalam sehari. Tidak hanya memperbaiki fungsi sendi, berjalan juga dapat meningkatkan suasana hati Anda.

2. Bersepeda

Penderita rematik lebih rentan terkena masalah jantung dan pembuluh darah, serta berisiko terkena komplikasi kesehatan lainnya. Maka dari itu, Anda memerlukan olahraga yang dapat memacu detak jantung Anda.

Anda bisa mencoba bersepeda. Olahraga jenis ini dapat memperkuat otot kaki, menjaga kesehatan jantung, serta mengurangi rasa kaku di pagi hari.

3. Yoga

Yoga adalah olahraga yang berfokus pada teknik pernapasan dan relaksasi. Olahraga ini ternyata bermanfaat untuk penderita rematik karena gerakan-gerakannya yang dapat melatih keseimbangan serta kelenturan tubuh.

4. Latihan kekuatan otot

Rheumatoid arthritis sering kali membuat otot menjadi lemah. Hal ini dapat memperburuk kondisi sendi Anda. Oleh karena itu, olahraga lain yang dapat dicoba untuk penderita rematik melatih ototnya adalah latihan kekuatan.

Otot yang kuat dapat membantu mendukung pergerakan sendi Anda, sehingga Anda lebih leluasa menjalani aktivitas sehari-hari.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca