Lari vs Lompat Tali, Mana yang Lebih Efektif Menurunkan Berat Badan?

Oleh

Mendapatkan berat badan ideal adalah salah satu dambaan setiap orang. Untuk itu, banyak orang yang kelebihan berat badan atau bahkan yang sudah mempunyai berat badan normal melakukan banyak olahraga untuk menurunkan atau mempertahankan berat badannya. Berbagai cara dilakukan untuk bisa membakar kalori yang menumpuk di tubuh. Misalnya saja skipping (lompat tali) dan lari atau jogging. Namun, di antara lompat tali dan lari, mana yang lebih baik?

Lompat tali vs lari

Keduanya tentu mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sebagian dari Anda mungkin lebih suka lari daripada lompat tali, dan sebagian lagi dari Anda mungkin kebalikannya. Anda yang suka lari mungkin lebih menikmati waktu lari karena pemandangan yang Anda lihat, suasana hati Anda mungkin lebih baik saat lari. Anda juga bisa menghabiskan waktu lari Anda bersama-sama dengan teman. Selain itu, olahraga ini juga lebih murah, Anda tidak membutuhkan peralatan apapun untuk melakukan olahraga ini.

BACA JUGA: Kram Perut Saat Lari, Apa Penyebabnya?

Bagi Anda yang terlalu malas jalan keluar dan menghabiskan waktu lama di luar rumah mungkin akan lebih suka dengan skipping. Lompat tali dapat dilakukan di mana saja tanpa harus memerlukan tempat yang luas. Anda juga bisa melakukan skipping di antara waktu aktivitas Anda yang sempit. Namun, Anda memerlukan alat untuk melakukan olahraga ini.

Yang mana yang bisa lebih banyak membakar kalori?

Pilih skipping atau running? Ini tergantung dengan keinginan Anda. Keduanya sama-sama dapat membakar kalori Anda. Berdasarkan perhitungan menggunakan kalkulator olahraga dari WebMD, Anda yang mempunyai berat 60 kg dapat membakar sebanyak 80 kalori saat melakukan lompat tali selama 10 menit, membakar sekitar 70 kalori saat jogging selama 10 menit, dan membakar sekitar 80 kalori saat melakukan lari dengan kecepatan 5 mil per jam selama 10 menit.

Dari penjelasan di atas dapat dilihat bahwa lompat tali dapat membakar kalori Anda lebih banyak dibandingkan lari dalam waktu yang sama. Skipping juga dapat memperkuat tubuh bagian atas dan bawah Anda, serta baik untuk kesehatan jantung Anda. Saat Anda melakukan skipping, Anda memberikan tekanan pada lutut, pergelangan kaki, dan pinggul.

BACA JUGA: Menguak Misteri Runner’s High: Sensasi Euforia Saat Lari

Jika Anda melakukan skipping dengan benar, maka dampak yang ditimbulkan terhadap sendi Anda lebih kecil daripada Anda lari. Untuk mengurangi dampak tekanan pada persendian Anda, sebaiknya lakukan skipping pada permukaan tanah yang datar dan lembut serta tekuk lutut Anda sedikit setiap kali kaki Anda mendarat. Namun, skipping tidak dianjurkan dilakukan bagi Anda yang punya masalah jantung, asma, dan masalah persendian.

Lakukan olahraga apapun untuk mendapatkan berat badan sehat

Baik lompat tali atau lari, keduanya dapat membakar kalori Anda dengan baik. Jadi, untuk Anda yang malas melakukan olahraga tetapi ingin menurunkan berat badan, sekarang tidak ada alasan lagi untuk tidak melakukan olahraga walau hanya sebentar. Lompat tali bisa menjadi alternatif olahraga yang baik untuk Anda yang ingin menurunkan berat badan dengan cara sehat. Atau, bagi Anda yang suka berolahraga, Anda bisa melakukan skipping dan lari secara berseling-seling. Tentu, ini dapat membantu Anda membakar lebih banyak kalori.

Lakukan skipping atau lari selama 20-30 menit setiap hari. Ini sudah dapat membantu Anda dalam menurunkan berat badan. Ingat, konsistensi dalam melakukan olahraga setiap hari sangat diperlukan untuk mempertahankan atau menurunkan berat badan Anda. Jangan lupa juga untuk tetap mengontrol asupan makan Anda. Sehingga kalori yang masuk ke tubuh Anda sama dengan atau lebih sedikit dari kalori yang Anda bakar lewat olahraga.

BACA JUGA: Tips Menurunkan Berat Badan Dengan Diet Rendah Karbohidrat

Sumber
Yang juga perlu Anda baca