4 Olahraga Terbaik untuk Menguatkan Jantung

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Jantung Anda bertanggung jawab untuk menyalurkan darah ke seluruh jaringan dan organ. Setiap denyutnya, jantung memompa keluar darah beroksigen ke sistem peredaran darah. Semakin kuat jantung Anda, maka semakin baik ia mengerjakan tanggung jawabnya, dan latihan yang konsisten akan memiliki efek positif pada kekuatan jantung Anda. Kekuatan jantung ditunjukkan oleh stroke volume itu sendiri, yaitu seberapa banyak darah yang berhasil dipompa keluar oleh jantung Anda. Jika jantung Anda lebih kuat, maka ia dapat memberikan jumlah darah yang cukup ke jaringan tubuh dan organ Anda tanpa harus sering memompa. Akibatnya, mereka dengan jantung yang kuat akan memiliki denyut jantung istirahat yang lebih rendah.

Jantung akan bertambah kuat dan sehat jika Anda berolahraga. Bahkan WebMD menyatakan bahwa orang yang tidak berolahraga memiliki dua kali lipat lebih tinggi risiko terkena penyakit jantung dibandingkan dengan orang yang berolahraga. Oleh karena itu, mari kita lihat beberapa jenis olahraga yang bisa menguatkan jantung Anda, berikut ini!

Jenis-jenis olahraga untuk menguatkan jantung

1. Latihan interval

Ini adalah olahraga yang tak tertandingi untuk mencegah penyakit jantung, diabetes, menurunkan berat badan, dan meningkatkan kebugaran. Anda dapat menggabungkan latihan intensitas tinggi dengan periode pemulihan aktif yang lebih panjang. Contohnya adalah, Anda dapat berjalan kaki dengan kecepatan normal selama 3 menit dan melangkah lebih cepat selama 1 menit. Dengan menaikkan dan menurunkan detak jantung Anda, maka Anda dapat meningkatkan fungsi pembuluh darah, membakar kalori, dan membuat tubuh lebih efisien dalam membersihkan tubuh dari gula dan lemak dari darah.

2. Total body workout alias olahraga yang menggerakkan seluruh tubuh

Semakin banyak otot yang terlibat dalam suatu kegiatan, semakin keras jantung Anda harus bekerja untuk mengimbanginya, dengan demikian tubuh akan menjadi kuat dengan sendirinya. Olahraga seperti mendayung, berenang, cross-country skiing, dan lain-lain dapat Anda gunakan untuk menguatkan jantung. Tambahkan beberapa latihan interval untuk membuat latihan Anda lebih ideal.

3. Latihan beban

Ini sebenarnya merupakan bentuk lain dari latihan interval, karena akan meningkatkan jantung Anda selama repetisi dan menurunkannya selama pergantian set. Dengan menangani segala tuntutan yang ditempatkan pada jantung secara efisien, otot yang kuat akan meringankan beban keseluruhan pada jantung. Oleh karena itu, gunakan beban bebas yang dapat melibatkan banyak otot dan inti Anda, lalu bangunlah keseimbangan.

4. Latihan inti (core) dan yoga

Latihan inti seperti Pilates dapat memperkuat otot inti dengan meningkatkan fleksibilitas dan keseimbangan. Yoga juga dapat membuat tekanan darah turun, membuat pembuluh darah lebih elastis dan juga mempromosikan kesehatan jantung. Oleh karena itu, yoga juga dapat sekaligus memperkuat inti Anda.

Seberapa sering Anda harus berolahraga?

Setidaknya, Anda harus beraktivitas dengan intensitas sedang selama 30 menit, selama 5 hari seminggu. Jika Anda baru saja memulainya, Anda dapat melakukannya dengan perlahan-lahan. Seiring berjalannya waktu, Anda dapat membuat latihan Anda lebih menantang dan lebih lama. Lakukanlah secara bertahap agar tubuh dapat menyesuaikan.

Saat Anda berolahraga, lakukanlah dengan kecepatan yang rendah beberapa menit di awal dan di akhir latihan Anda. Dengan cara itu, Anda secara tidak langsung telah melakukan pemanasan dan pendinginan setiap kali berlatih. Anda tidak perlu melakukan hal yang persis sama setiap waktu. Hal ini akan lebih menyenangkan jika Anda mengubah hal tersebut.

Yang perlu diperhatiakn saat berolahraga

Anda mungkin akan dapat berolahraga tanpa masalah jika dokter Anda mengatakan bahwa Anda dapat melakukannya, dan asalkan Anda memperhatikan kondisi Anda saat sedang berolahraga. Segeralah berhenti dan meminta bantuan medis jika Anda merasakan sakit atau tekanan di dada dan bagian atas tubuh Anda, keluar keringat dingin, mengalami kesulitan bernapas, memiliki detak jantung yang sangat cepat atau tidak rata, merasa pusing, atau sangat lelah.

Normal jika otot Anda menjadi sedikit sakit selama satu atau dua hari setelah latihan ketika Anda baru mulai untuk berolahraga. Rasa nyeri akan memudar setelah tubuh Anda terbiasa dengan berbagai latihan itu. Anda mungkin akan terkejut ketika menemukan bahwa Anda merasa senang setelah berolahraga.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Apa Sebenarnya Pengaruh Alkohol untuk Kesehatan Jantung?

    Konsumsi alkohol ternyata memengaruhi kondisi jantung Anda. Lantas, apa pengaruh baik dan buruk minum alkohol untuk kesehatan jantung?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Penyakit Jantung, Kesehatan Jantung 1 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

    Cepat lelah dan kehabisan napas bisa jadi tanda kebugaran jantung dan paru-paru Anda kurang baik. Tapi bagaimana cara mengukurnya? Simak di sini!

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
    Kebugaran, Hidup Sehat 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

    Bagaimana Cara Mendorong Anak Menjadi Atlet?

    Olahraga sangat bermanfaat dalam mendukung tumbuh kembang anak. Namun, memotivasi dan mendorong anak menjadi atlet adalah lain hal. Bagaimana caranya?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Rina Nurjanah
    Kebugaran, Hidup Sehat 9 September 2020 . Waktu baca 7 menit

    Menjadi Atlet di Mata Atlet Muda Indonesia

    Menjadi atlet sejak usia belia sebaiknya berdasarkan keinginan si anak sendiri. Inilah kisah-kisah para atlet muda Indonesia atas pilihannya.  

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Kebugaran, Hidup Sehat 9 September 2020 . Waktu baca 7 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    syok hipovolemik

    Syok Hipovolemik

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Shylma Na'imah
    Dipublikasikan tanggal: 24 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
    kejang otot

    Kenali Kejang Otot, Mulai dari Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
    kram otot

    Kenali Penyebab yang Mungkin Membuat Anda Mengalami Kram Otot

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

    8 Cara Ampuh Mencegah Penyakit Jantung dan Kekambuhannya

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit