4 Jenis Olahraga Terbaik untuk Orang Kurus yang Ingin Berotot

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 05/01/2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Memiliki tubuh yang kekar berotot adalah impian banyak pria, tidak terkecuali pria-pria yang punya badan kurus. Selain dengan menjaga pola makan yang sehat dan teratur, Anda perlu juga berolahaga rutin untuk mendapatkan bentuk tubuh yang lebih atletis. Apa saja jenis latihan yang terbaik bagi si badan kurus yang ingin berotot bak binaragawan?

Jenis-jenis latihan untuk si badan kurus yang ingin berotot

1. Push up

Gerakan ini menjadi salah satu latihan paling efektif yang dapat Anda lakukan untuk membentuk dan memperkuat otot dada, lengan dan bahu.

Mulailah dengan posisi tengkurap di lantai dengan tangan sedikit terbuka lebih lebar. Pastikan tangan tetap sejajar lurus dengan bahu. Setelah itu, angkat tubuh Anda menggunakan lengan dan biarkan berat badan Anda ditopang oleh tangan dan pangkal jari kaki.

Tahan perut sekencang mungkin dalam beberapa detik – tubuh Anda harus membentuk garis lurus dari bahu hingga pergelangan kaki. Kemudian, turunkan tubuh sampai dada hampir menyentuh lantai, pastikan siku Anda terselip di dekat batang tubuh. Lakukan gerakan ini secara berulang sebanyak 5 set (1 set terdiri dari 15 sampai 20 kali push up). Tingkatkan intensitas dan modifikasi gerakan push up setiap minggu sesuai dengan kemampuan Anda.

2. Deadlift

Deadlift adalah latihan kekuatan yang melibatkan otot punggung, otot pinggul, dan kaki. Latihan ini merupakan satu dari sekian banyak latihan yang menargetkan otot tubuh di bagian atas dan bawah. Melakukan deadlift dengan bentuk yang baik sangat penting untuk mengurangi risiko cedera, terutama cedera punggung.

Kunci dari gerakan deadlift adalah menjaga punggung tetap lurus. Untuk Anda yang punya badan kurus, pilihlah beban yang paling ringan dulu. Seiring berjalannya waktu, Anda dapat menambah beban lebih berat. Berikut cara melakukan deadlift:

  • Buka kaki selebar pinggul dan berdirilah dengan posisi bahu berada di depan alat.
  • Lengan harus lurus ke bawah dan berada di luar lutut.
  • Kemudian, tekuk lutut hingga tulang kering menyentuh palang beban.
  • Angkat beban dengan mendorong tumit Anda dari lantai dan posisi badan tidak terlalu  condong ke depan ataupun ke belakang.
  • Jaga beban tetap dekat dengan tubuh, angkat hingga ke atas paha.
  • Kemudian dorong pinggul ke belakang, kemudian tekuk lutut Anda ketika beban mencapai ketinggian lutut. Lalu jatuhkan beban ke lantai

Jika ini adalah kali pertama Anda, sbaiknya lakukan deadlift dengan pengawasan pelatih pribadi agar terhindar dari cedera yang tidak diinginkan.

3. Bench press

Bench press adalah latihan yang bagus bagi siapapun yang ingin membentuk otot dan kekuatan tubuh bagian atas, termasuk bagi orang dengan tubuh kurus. Latihan ini dikenal sebagai latihan gabungan karena melibatkan banyak persendian dan kelompok otot utama, seperti punggung, dada, dan lengan. Gerakan ini bahkan melibatkan beberapa otot kaki untuk menjaga tubuh Anda terkendali selama gerakan. Perlu diingat, latihan ini sebaiknya dilakukan dengan didampingi instruktur agar aman dan terhindar dari cedera.

4. Squats

Squat melatih dan membentuk hampir setiap otot di tubuh Anda. Jadi, jangan lupakan rutinitas squat jika Anda ingin memiliki tubuh berotot bak binaragawan. Caranya, pastikan posisi awal tubuh berdiri dan kaki dibuka lebar. Kemudian, tangan arahkan lurus ke depan, turun secara perlahan seperti posisi jongkok setengah berdiri. Lakukan squat untuk 4 set (satu set 8 kali repetisi) selama 45 menit tiga kali seminggu. 

Paling tidak butuh waktu dua bulan agar tubuh kurus Anda bisa berubah menjadi atletis seperti hasil yang diidamkan. Tetapi, bukankah semua hal butuh pengorbanan? Untuk itu, hilangkan rasa malas dan mulai angkat kaki untuk olahraga!

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bolehkah Bayar Utang Olahraga Sekaligus Langsung di Hari Libur?

Banyak orang yang malas berolahraga dengan alasan sibuk. Lantas, bolehkah "membayar" utang dengan olahraga setiap hari selama liburan panjang?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kebugaran, Hidup Sehat 31/01/2020 . Waktu baca 4 menit

5 Kiat Memilih Pakaian Olahraga yang Nyaman Buat Wanita Berhijab

Memilih pakaian olahraga untuk wanita yang memakai hijab memang tidak selalu mudah. Yuk, simak tips memilihnya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kebugaran, Hidup Sehat 03/12/2019 . Waktu baca 4 menit

Pentingnya Screening dalam Olahraga, dari Cegah Cedera Hingga untuk Performa

Screening dalam olahraga memiliki banyak kegunaan. Mulai dari menilai risiko cedera, performa, bahkan efek samping dari olahraga itu sendiri.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kebugaran, Hidup Sehat 05/11/2019 . Waktu baca 4 menit

Panduan Olahraga untuk Wanita Pengidap Kanker Payudara

Olahraga adalah kegiatan baik untuk semua orang, termasuk penderita kanker payudara. Lantas, bagaimana kiat-kiat tetap berolahraga meski sakit?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kanker Payudara, Health Centers 22/10/2019 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Tips Menjaga Kesehatan Kulit Sebelum dan Sesudah Berolahraga

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 18/06/2020 . Waktu baca 4 menit
pemanasan sebelum olahraga

Berapa Lama Olahraga yang Dianggap Efektif?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 16/06/2020 . Waktu baca 5 menit
olahraga dengan masker

Olahraga Menggunakan Masker Saat Pandemi, Begini Menurut Pakar

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 09/06/2020 . Waktu baca 7 menit
semangat olahraga saat karantina

Mager Olahraga Saat Karantina? Ini 7 Tips Agar Anda Tetap Semangat

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 30/04/2020 . Waktu baca 5 menit