4 Manfaat Lari Bagi Kesehatan Fisik dan Mental yang Sayang untuk Dilewatkan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Banyak penelitian yang telah membuktikan bahwa olahraga lari punya segudang manfaat bagi kesehatan, termasuk kesehatan fisik maupun mental. Rutin lari bahkan terbukti meningkatkan peluang Anda berumur panjang. Sebelum menyingsingkan lengan baju dan mengikat tali sepatu lari Anda, baca duluempat manfaat lari yang sayang untung dilewatkan

Apa saja manfaat lari bagi kesehatan tubuh?

1. Bikin bahagia

Ya, setiap olahraga yang Anda lakukan bisa membuat Anda merasa bahagia — termasuk juga lari. Manfaat lari yang membahagiakan ini disebut juga dengan “BACA JUGA: Jadikan Olahraga Lari Sebagai Rutinitas dengan 5 Tips Ini“. Menurut sebuah penelitian, lari merangsang tubuh untuk meningkatkan produksi hormon endocannabinoid dalam jumlah besar.

Endocannabinoid adalag hormon yang bertugas membuat Anda merasa senang. Endocannabinoid merupakan hormon yang unik karena memiliki efek yang sama seperti saat tubuh merespon rangsangan cannabis atau ganja. Hormon ini diduga memiliki efek euforia yang lebih kuat dibandingkan endorfin karena ketika endorfin hanya diproduksi bagian tertentu, endocannabinoid dapat diproduksi di berbagai sel tubuh. Lari juga dipercaya dapat meningkatkan mood dengan segera pada mereka yang menderita depresi.

2. Menurunkan berat badan

Lari membuat Anda tetap bugar karena olahraga kardio ini membakar lemak dengan cepat. Lari membantu mengurangi berat berlebih dan menjaga berat badan Anda secara konsisten. Tubuh akan terus membakar kalori bahkan setelah Anda menyelesaikan sesi lari, dan Anda bahkan tidak perlu lari secepat kilat untuk mencapai manfaat tersebut.

Sains telah membuktikan bahwa tubuh mendapatkan manfaat bahkan dari olahraga intensitas rendah sekalipun. Namun, lari dapat membuat Anda ingin makan lebih banyak. Yang penting, jangan jadikan olahraga sebagai alasan Anda untuk makan apapun yang Anda inginkan. Jika Anda tidak mengatur pola makan, sesi lari Anda akan jadi pengorbanan yang sia-sia.

3. Menajamkan otak

Fungsi kognitif otak mulai merosot sering bertambahnya usia, sehingga kemampuan Anda untuk berpikir dan bahkan mengingat juga semakin sulit. Bukannya tidak mungkin penurunan fungsi otak lama kelamaan bisa membuat Anda pikun atau malah kehilangan ingatan. Untuk mencegahnya, mulailah berlari. Melawan gangguan kognitif yang terkait usia adalah salah sat manfaat lari yang mungkin tidak pernah Anda duga sebelumnya. Orang usia lanjut yang rutin berlari dilaporkan memiliki ketajaman ingatan yang lebih baik dan rentang fokus yang lebih lama. Mereka juga mendapatkan nilai yang lebih tinggi pada tes mental secara keseluruhan daripada mereka yang menjalani kehidupan sedentari. Kemampuan kognitif pasien penyintas stroke juga dilaporkan meningkat hingga 50% saat menjalani latihan fisik yang rutin.

4. Jasmani yang sehat

Manfaat lari itu sendiri bukanlah obat mujarab penyembuh segala macam penyakit. Namun olahraga ini dapat mencegah berbagai penyakit. Pelari wanita memiliki risiko yang lebih rendah untuk terkena kanker payudara. Berlari juga mengurangi risiko Anda untuk terkena stroke. Banyak dokter menganjurkan olahraga lari sebagai bagian dari rencana pengobatan untuk penyakit seperti diabetes dan tekanan darah tinggi. Saat berlari, arteri dan jantung Anda menjadi lebih kuat, sehingga mengurangi risiko Anda untuk terkena henti jantung. Lari dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda, yang berujung pada peningkatan kesehatan secara keseluruhan.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Dari Mana Datangnya Intuisi? Dan Kenapa Harus Kita Turuti?

Setiap orang memiliki intuisi, sebagian mempercayai intuisinya dan sebagian lagi tidak. Sebenarnya, apa itu intuisi? Dan kenapa kita perlu mengikutinya?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Mana yang Lebih Sehat Buat Payudara: Bra Biasa Atau Berkawat?

Saat memilih bra, Anda mungkin bimbang antara bra kawat atau bra biasa tanpa kawat. Yuk, simak pertimbangan dari para ahli berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Bedanya Eksim Basah dan Eksim Kering?

Eksim adalah kondisi peradangan kulit yang membuat kulit gatal, memerah, dan pecah-pecah. Lantas, apa bedanya eksim kering dan eksim basah?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Kulit, Dermatitis 8 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

5 Penyebab Telinga Gatal dan Cara Mengobatinya

Jika telinga Anda gatal, jangan digaruk atau dicungkil dengan jari. Ketahui dulu, penyebab telinga gatal, baru Anda akan tahu bagaimana cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Fakta Unik 7 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

alergi bawang putih

Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
kejang otot

Kenali Kejang Otot, Mulai dari Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
kram otot

Kenali Penyebab yang Mungkin Membuat Anda Mengalami Kram Otot

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
persiapan naik gunung

7 Hal yang Harus Anda Persiapkan Sebelum Naik Gunung

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit