8 Kesalahan Saat Lari yang Sering Dilakukan Banyak Orang

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 Agustus 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Lari merupakan olahraga yang digemari oleh semua kalangan. Selain mudah untuk dilakukan, lari atau jogging juga banyak memberi manfaat kesehatan pada tubuh kita. Namun, kesalahan minor yang dilakukan saat berlari atau jogging dapat mengurangi manfaat pada kesehatan, bahkan dapat menimbulkan masalah baru bagi tubuh kita, seperti lecet, nyeri kaki, cedera otot, kulit terbakar, dan lebam.

Apa saja kesalahan saat lari yang paling sering dilakukan?

1. Memakai sepatu yang salah

Memakai sepatu yang sudah tua atau sepatu yang berbeda jenis dengan sepatu lari akan menyebabkan cedera pada kaki, terutama pada bagian engkel.

2. Terlalu jauh dan terlalu cepat

Banyak pelari, terutama pelari awam yang terlalu bersemangat dalam berlari, lari terlalu jauh dan dengan tempo yang terlalu cepat. Berpikir bahwa lebih jauh itu lebih baik merupakan kesalahan yang fatal, karena hal tersebut dapat menyebabkan sakit pada jaringan lunak belakang tulang/shin splints (biasanya terjadi di bawah lutut/tulang kering), cedera lutut, dan meradangnya ligamen pada bagian paha (ITB syndrome).

3. Melangkah terlalu jauh

Banyak pelari yang berpikir bahwa melangkah lebih jauh akan memperbaiki kecepatan dan menambah efisiensi saat berlari. Melangkah terlalu jauh dapat menguras tenaga dan juga dapat menyebabkan shin splints karena tumit akan mendarat terlebih dahulu.

4. Posisi tangan

Beberapa pelari mengayunkan tangannya ke samping yang membuat mereka lebih membungkuk dan tidak bernapas dengan efektif. Ketika lelah, menaruh kedua tangan di dada juga akan membuat bahu dan leher menegang.

5. Kurang minum

Banyak yang menyepelekan banyaknya cairan tubuh yang keluar saat berlari dan tidak mengatasinya dengan cukup minum. Akibatnya, mereka akan mengalami dehidrasi yang dapat berakibat pada performa dan kesehatan.

6. Salah berpakaian

Beberapa pelari memakai baju yang salah, terlalu tebal atau terlalu terbuka, dan tidak cocok untuk kondisi cuaca saat itu. Hal tersebut akan menyebabkan penyakit yang berhubungan dengan cuaca panas dan dingin.

7. Tidak makan dengan benar

Banyak pelari yang menyepelekan pentingnya nutrisi untuk performa dalam berlari dan juga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Apa yang makan sebelum lari dan setelah berlari memiliki efek yang besar terhadap performa dan pemulihan Anda.

8. Berlari di trek yang sama

Berlari di trek yang sama terus-menerus membuat tubuh under-worked out. Bukan hanya menyebabkan tubuh terbiasa dengan daerah tersebut, namun hal ini juga membuat Anda mudah bosan dan bisa-bisa berakibat kehilangan motivasi untuk melanjutkan rutinitas lari.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Yang juga perlu Anda baca

Bagaimana Cara Mendorong Anak Menjadi Atlet?

Olahraga sangat bermanfaat dalam mendukung tumbuh kembang anak. Namun, memotivasi dan mendorong anak menjadi atlet adalah lain hal. Bagaimana caranya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rina Nurjanah
Kebugaran, Hidup Sehat 9 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Menjadi Atlet di Mata Atlet Muda Indonesia

Menjadi atlet sejak usia belia sebaiknya berdasarkan keinginan si anak sendiri. Inilah kisah-kisah para atlet muda Indonesia atas pilihannya.  

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Kebugaran, Hidup Sehat 9 September 2020 . Waktu baca 7 menit

4 Kesalahan Makan Oatmeal yang Bikin Berat Badan Malah Naik

Bubur gandum (oatmeal) adalah pilihan makanan yang baik untuk diet. Tapi hati-hati, bisa jadi oatmeal bikin gemuk karena hal-hal berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 18 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Olahraga di Luar Rumah Saat Pandemi? Perhatikan Hal-hal Ini

Olahraga yang dilakukan di luar rumah bisa bermanfaat bagi kebugaran dan kesehatan mental. Tapi apakah aman olahraga di luar rumah saat pandemi COVID-19?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 30 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kejang otot

Kenali Kejang Otot, Mulai dari Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
kram otot

Kenali Penyebab yang Mungkin Membuat Anda Mengalami Kram Otot

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
sumber karbohidrat paling sehat

Nasi, Mie, Pasta, dan Roti: Sumber Karbohidrat Mana yang Paling Sehat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 6 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
kebugaran jantung

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit