Menjalani Gaya Hidup Sehat, Kunci Lansia Bahagia di Hari Tua

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Memiliki tubuh yang bugar hingga lanjut usia merupakan harapan dan impian sebagian besar orang. Seiring dengan bertambahnya usia, perubahan pada fungsi dan ketahanan tubuh sepertinya sulit untuk dihindari, tetapi hal ini sebenarnya dapat diantisipasi. Salah satu kunci agar bisa lansia tetap bugar adalah dengan menjalani dan menikmati hidup dalam jalur yang tepat yaitu dengan gaya hidup sehat.

Kebugaran penting agar lansia agar bisa menikmati hidup

Dikutip dari jurnal yang diterbitkan tahun 2019, “Kesehatan merupakan bagian paling penting dari sebuah kualitas hidup, sisanya hanya sebagai tambahan saja.”

Anggapan kesehatan untuk lansia biasanya ditentukan dari kebugaran dan kemampuan untuk tetap aktif atau dari gangguan kesehatan fisik, mental, dan kemampuan kognitif. Oleh karena itu, kebugaran merupakan kunci utama bagi lansia agar dapat menikmati hidup.

Kebugaran berhubungan erat dengan kondisi fisik yang prima. Beberapa hal yang bisa menggambarkan tubuh yang bugar seperti tulang yang kuat, stamina tetap terjaga, hingga tidak memiliki masalah persendian yang dapat membatasi ruang gerak.

Dengan kondisi fisik yang masih bugar di usia lanjut, Anda dapat lebih banyak melakukan berbagai kegiatan tanpa mengalami masalah kesehatan. Misalnya, lansia dapat menghabiskan waktu dengan berlibur, bermain dengan keluarga, dan menggeluti hobi yang digemari. Hal tersebut termasuk cara untuk menikmati hidup.

Selain itu, kesehatan mental berperan juga dalam kesehatan dan kebugaran lansia. Dilansir dari Mental Health America, kebahagian merupakan bagian penting dari kesehatan. Kesehatan mental yang terganggu dapat mudah menyebabkan stres, depresi, dan gangguan mental lain. Jika dialami dalam jangka panjang, gangguan jiwa ini merupakan salah satu faktor risiko dari berbagai jenis penyakit, misalnya jantung, obesitas, dan gangguan pencernaan.

Orang yang bahagia tak hanya dapat menikmati hidup, tetapi juga dapat memperpanjang umur. Hal ini dibuktikan oleh jurnal terbitan U.S. National Library of Medicine tahun 2015 berjudul Social Science & Medicine. 

Penelitian ini menemukan, kelompok yang dilaporkan “sangat bahagia” memiliki risiko kematian paling rendah. Jumlah ini lebih rendah 6% dibanding kelompok yang “cukup bahagia” dan 14% lebih rendah dari yang “tidak bahagia.”

Saat berbahagia, lansia akan lebih bersemangat melakukan berbagai aktivitas. Hal ini, secara langsung dan tidak langsung, dapat membantu meningkatkan kebugaran karena mereka tetap aktif bergerak dan mengurangi risiko gangguan kesehatan. Lansia pun dapat menjalani hari yang menyenangkan.

Apa yang dapat dilakukan lansia agar dapat menikmati hidup dan tetap bugar?

Lansia perlu menerapkan gaya hidup sehat yang mencakup kondisi kesehatan fisik dan mental. Untuk menerapkan hal ini, berikut beberapa cara dan tips yang diharapkan dapat membantu lansia dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Memiliki hobi dan lingkungan terdekat yang nyaman

Situasi di tengah Pandemi Covid-19 mengharuskan semua orang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Saat ini penting bagi lansia untuk mencari dan melakukan berbagai kegiatan yang digemari atau hobi agar tetap menstimulasi otak untuk bekerja. Beberapa kegiatan untuk menghabiskan waktu di rumah, seperti mulai berkebun, olahraga ringan dengan berjalan kaki, dan melukis.

Bahkan, penelitian menunjukkan dengan memiliki hewan peliharaan pun dapat membantu meningkatkan kebahagiaan. Lansia dapat memelihara kucing atau burung kenari yang mudah dirawat. Selain itu, lingkungan sekitar rumah yang menyenangkan dan nyaman tak kalah penting. 

Memperhatikan asupan makanan

Menikmati hidup bukan berarti dapat makan dengan seenaknya. Hal sebenarnya berlaku untuk semua kalangan usia, tetapi ditekankan untuk lansia.

Pola makan sehat artinya mengonsumsi makanan seimbang. Dilansir dari laman resmi U.S. Department of Health and Human Services, berikut beberapa tips dalam mengatur asupan makanan.

  • Mengutamakan makanan tinggi serat seperti roti gandum, sayuran hijau pekat (seperti bayam dan brokoli), serta buah-buahan.
  • Mengurangi atau menghindari gorengan. Pilih hidangan yang diolah dengan cara dipanggang, kukus, atau rebus.
  • Menambah asupan pelengkap nutrisi seperti susu fortifikasi. Pilih susu yang memiliki kandungan lengkap misalnya seperti vitamin D, prebiotik dan probiotik, kalsium serta protein–terutama yang bermanfaat bagi lansia yaitu protein whey.
  • Pastikan untuk selalu menjaga kadar air dalam tubuh.

Rutin bergerak dan beraktivitas fisik

Berbagai manfaat kesehatan dari rutin beraktivitas fisik adalah:

  • Membantu meningkatkan kualitas tidur,
  • Meningkatkan selera makan
  • Mengurangi risiko penyakit jantung
  • Meningkatkan kebugaran, kekuatan, dan keseimbangan tubuh.

Jika sudah lama tidak olahraga, mulai dengan latihan atau gerakan ringan dan berangsur menambah tingkat kesulitan setiap kali berolahraga.

Australian Physical Activity Guidelines mendorong lansia untuk melakukan olahraga dengan intensitas sedang setidaknya 30 menit setiap hari. Tidak perlu langsung berolahraga selama 30 menit, lakukan secara bertahap seperti tiga kali sehari selama 10 menit. Jenis olahraga yang dapat dilakukan lansia seperti jalan santai, bersepeda, senam, atau jogging.

Lansia perlu menikmati gaya hidup sehat agar tubuh tetap bugar. Asupan makanan bergizi, kesehatan mental, dan fisik merupakan kunci utama. Kondisi fisik yang bugar berdampak positif pada kesehatan karena mampu menurunkan berbagai risiko kesehatan dan dapat memperpanjang usia.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Obat-obatan yang Bisa Digunakan untuk Mengatasi Penyakit Prostat

Memiliki masalah di sekitar daerah intim sering membuat pria enggan konsultasi ke dokter. Lantas, obat penyakit prostat apa yang bisa digunakan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Urologi, Prostat 5 Agustus 2020 . Waktu baca 8 menit

Mendampingi Orang Terkasih Agar Tetap Tegar Sebelum Menemui Ajalnya

Meski tak mudah, penting sekali untuk membantu seseorang yang sakit keras dan tak bisa diobati lagi untuk mempersiapkan kematian. Ini langkah-langkahnya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit

Penyakit Katup Jantung

Penyakit katup jantung terjadi ketika katup pada jantung tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Ketahui lebih lanjut di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Lainnya 1 Juli 2020 . Waktu baca 13 menit

Manfaat Latihan Peregangan bagi Lansia

Ini alasan pentingnya latihan peregangan bagi lansia serta tips melakukan aktivitas fisik yang direkomendasikan untuk mencegah lemahnya otot.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
peregangan untuk lansia
Hidup Sehat, Tips Sehat 30 Juni 2020 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

osteoarthritis adalah

Osteoarthritis (Pengapuran Sendi)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 11 menit
Konten Bersponsor
lansia bermain di pantai berkat kesehatan yang baik, seperti menjaga keseimbangan mikrobiota usus dengan probiotik

Begini Peran Penting Probiotik untuk Kesehatan Lansia

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 4 menit
urat menonjol pada orang muda

6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
infeksi saluran kencing kemih

Infeksi Saluran Kemih

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 6 Agustus 2020 . Waktu baca 13 menit