4 Kebaikan Tak Terduga Gigi Sehat pada AnakIni adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Memiliki gigi yang sehat dan kuat adalah dambaan semua orang, termasuk anak-anak. Untuk anak, memiliki gigi sehat bahkan tak hanya memengaruhi kesehatan tubuhnya saja, tapi juga performanya di sekolah. Maka itu, penting bagi orangtua mengajarkan anak cara menjaga kebersihan gigi dan mulutnya sedini mungkin. Lantas, apa manfaatnya bagi anak sekolah untuk punya gigi yang sehat? Yuk, simak selengkapnya dalam ulasan berikut.

Manfaat punya gigi sehat

Gigi yang sehat ternyata memberikan banyak dampak positif pada performa anak di sekolah. Berikut beberapa manfaat tak terduga yang dirasakan anak bila punya gigi sehat.

1. Meningkatkan kehadiran dan performa anak di sekolah

anak pergi ke sekolah

Anak yang punya gigi sehat cenderung lebih jarang absen masuk sekolah karena sakit ketimbang anak lain yang mengalami kerusakan gigi. Hal ini didukung oleh riset terbaru dari Unilever pada tahun 2018 lalu yang melibatkan 8 negara, termasuk Indonesia.

Berdasarkan riset tersebut, sakit gigi sering menyebabkan anak-anak Indonesia tidak masuk sekolah rata-rata dua hari dalam setahun. Tidak mengherankan, karena nyeri akibat sakit gigi tentu membuat anak mau tak mau harus izin sakit dan tidak masuk sekolah. 

Itu kenapa memiliki gigi yang sehat dapat memengaruhi performa anak di sekolah. Anak yang punya gigi bersih dan sehat cenderung lebih pede dan bersemangat untuk berpartisipasi di kelas. 

Misalnya, anak lebih aktif bertanya pada guru, tak malu ketika dicalonkan sebagai ketua kelas, dan selalu antusias saat bekerja kelompok bersama teman sekelasnya.

2. Anak bisa bersosialisasi lebih baik

anak baca buku

Riset juga melaporkan bahwa anak yang giginya bermasalah cenderung dua kali lipat lebih sulit untuk bersosialisasi dengan orang lain. Ini karena sakit gigi menyebabkan mereka sulit untuk sekadar tersenyum atau tertawa lepas bersama orang lain di sekitarnya. 

Sebaliknya, anak yang memiliki gigi bersih dan sehat justru bisa lebih luwes bersosialisasi dan bergaul dengan teman-temannya di sekolah. Anak juga tidak merasa ragu untuk mengajak orang lain bercengkerama dan mengeksplorasi hal-hal baru.

3. Anak lebih percaya diri

anak suka berbohong

Tahukah Anda, riset juga melaporkan anak-anak yang sering sakit gigi cenderung lebih tidak percaya diri

Nyeri nyut-nyutan karena sakit gigi cenderung membuat anak enggan untuk bersosialisasi. Namun, penyebabnya ternyata bukan cuma itu.

Gigi yang rusak akibat karies juga memiliki tampilan yang kurang sedap dipandang. Karies mengakibatkan gigi anak cenderung berwarna coklat atau bahkan kehitaman. Inilah salah satu alasan yang membuat anak jadi malu dan tidak pede memperlihatkan senyum mereka ke orang lain. 

Ketika gigi anak bersih dan sehat, kepercayaan dirinya meningkat karena dia sekarang dapat merasa lebih nyaman dengan penampilan tubuhnya sendiri.

Anak pun jadi tidak merasa malu untuk tersenyum lebar di depan banyak orang, dan lebih percaya diri untuk melakukan banyak hal di masa depan.

4. Anak bisa tidur lebih nyenyak

tidur anak

Gigi yang sehat membuat anak bisa tidur lebih nyenyak di malam hari. Sementara bila gigi anak rusak, mereka justru akan sulit tidur. Kenapa?

Sakit gigi memengaruhi tidur anak. Sakit gigi biasanya menyebabkan anak jadi kurang tidur, atau bahkan tidur terlalu sebentar. Terlebih jika rasa sakitnya sangat berat, dan terus berlangsung hingga sepanjang hari esoknya.

Akibatnya anak akan tampak kelelahan dan mengantuk selama di sekolah, sehingga ia tidak bisa berkonsentrasi untuk menyerap pelajaran dengan maksimal.

Ketahui informasi lebih lanjut tentang dampak kesehatan gigi yang buruk pada performa anak di sini. 

Sekarang, Anda bisa membuat waktu menyikat gigi jadi lebih menyenangkan di rumah! Kunjungi (m.me/tanyapepsodent) untuk menonton episode Petualangan Mama Sigi & Pepo untuk membangun kebiasaan menyikat gigi yang baik bagi si kecil.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca