Ketahui Alasan Gigi dan Mulut yang Sehat Bisa Dorong Anak Agar Lebih Pede di SekolahIni adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Selain bermanfaat banyak untuk kesehatan tubuh, memiliki gigi yang sehat ternyata juga mendukung kecerdasaan anak di sekolah, lho! Oleh karena itu, penting untuk mengajarkan anak menyikat gigi secara rutin mulai dari usia dini.

Gigi sehat meningkatkan kehadiran anak di sekolah

Anak yang punya gigi sehat cenderung menunjukkan performa yang lebih bagus ketika di sekolah  dibanding yang giginya sering sakit. 

Seperti yang kita tahu, sakit gigi karena karies atau gigi berlubang sangatlah mengganggu. Rasa sakit dan nyut-nyutan ini bahkan tidak jarang sampai membuat anak mau tak mau harus izin sakit dan tidak masuk sekolah. 

Hal ini pun didukung oleh riset global yang dilakukan Unilever pada tahun 2018 lalu dengan melibatkan 8 negara, termasuk Indonesia. Berdasarkan riset tersebut, sakit gigi sering menyebabkan anak-anak Indonesia tidak masuk sekolah rata-rata dua hari dalam setahun.

Sebaliknya, anak yang giginya sehat lebih jarang absen masuk sekolah karena sakit.

Anak jadi lebih mudah berkonsentrasi

Gigi yang sehat membuat anak lebih mudah fokus saat belajar di sekolah. Sementara jika gigi anak sering sakit, mereka justru akan lebih sulit berkonsentrasi. Kenapa begitu?

Faktanya, nyeri nyut-nyutan akibat sakit gigi dapat membuat anak sulit tidur malam dengan nyenyak. Apalagi bila rasa sakitnya sangat berat dan berlanjut hingga sepanjang hari esoknya.

Akibatnya, anak terpaksa masuk sekolah dalam keadaan mengantuk sehingga tidak dapat menyerap pelajaran dengan optimal.

Gigi yang rusak dan kotor pengaruhi kepercayaan diri anak 

Karies atau gigi berlubang merupakan salah satu masalah yang paling umum menyerang anak di seluruh dunia. Selain menyebabkan sakit, gigi yang rusak akibat karies juga dapat menurunkan rasa percaya diri anak di sekolah. 

Ini karena gigi yang rusak karena karies akan tampak keropos dan berwarna kusam, cenderung kecoklatan atau kehitaman. Penampilan gigi yang tidak sedap dipandang dapat membuat anak merasa kurang pede dengan dirinya sendiri. Apalagi bila gigi yang bermasalah adalah gigi depan.

Diketahui bahwa anak-anak yang memiliki masalah gigi dan mulut dua kali lebih rentan mengalami krisis kepercayaan diri dibandingkan anak yang giginya sehat.

Berdasarkan penelitian, anak-anak Indonesia berusia 6-17 tahun beserta orangtuanya yang diwawancarai dalam riset mengaku kesehatan mulut memengaruhi kepercayaan diri anak-anak di sekolah. Setidaknya lebih dari 37% anak-anak dalam riset tersebut pernah harus absen sekolah karena sakit gigi. 

Riset itu pun melaporkan bahwa anak-anak yang sakit gigi cenderung tidak bisa tidur nyenyak di malam hari sehingga sulit belajar optimal di sekolah. 

Kesehatan gigi berdampak pada partisipasi anak di sekolah

Rasa percaya diri yang rendah karena punya gigi rusak dan kotor juga akan memengaruhi partisipasi anak di kelas. Misalnya, anak jadi malu untuk mengangkat tangan, inisiatif bertanya pada guru yang minim, hingga enggan mengungkapkan gagasannya ketika belajar kelompok. 

Riset yang sama juga mengungkapkan bahwa anak yang punya masalah gigi delapan kali lebih jarang mengikuti kelas olahraga dan kegiatan-kegiatan yang diadakan sekolah.  

Bisa dibilang, rasa percaya diri yang rendah membuat anak malu untuk bersosialisi dengan orang lain. Alhasil mereka cenderung lebih sering menarik diri dan menghindari berbagai interaksi dengan orang-orang di sekitarnya. Termasuk terlibat dalam berbagai kegiatan yang diadakan di kelas dan sekolah. 

Kesehatan gigi yang baik, bekal bagi masa depan anak dan kepercayaan dirinya

Tanpa disadari, merawat kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu cara untuk mendukung anak supaya memiliki rasa percaya diri (self-esteem) yang baik. 

Dengan menerapkan kebiasaan ini, anak akan mendapatkan tanggapan yang positif dari lingkungan sekitarnya; terutama teman-temannya di sekolah.

Nah, tanggapan dari teman sebaya ini membantu anak membangun citra tubuh yang positif sehingga anak merasa nyaman terhadap dirinya sendiri. Dengan begitu, anak tak malu lagi untuk melakukan berbagai hal yang mereka sukai. 

Lebih jauh, kesehatan gigi yang baik adalah bekal untuk masa depan anak. Gigi yang sehat akan membuat mereka lebih percaya diri untuk terus berprestasi dan melangkah maju menuju masa depan yang cerah.

Itu sebabnya penting bagi orangtua untuk membangun kebiasaan menyikat gigi secara teratur pada anak. Ingat, gigi sehat, anak aktif. 

Sekarang Anda bisa membuat waktu menyikat gigi jadi lebih menyenangkan di rumah! Kunjungi tautan ini untuk menonton episode Petualangan Mama Sigi & Pepo untuk membangun kebiasaan menyikat gigi yang baik bagi si kecil.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca