Cara Mengatasi Gigi Goyang yang Paling Efektif, di Rumah dan di Dokter

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Saat masih kecil, gigi goyang menandakan gigi susu Anda sudah mau tanggal dan digantikan dengan gigi dewasa. Namun, gigi goyang tak hanya dialami oleh anak-anak saja. Orang dewasa pun bisa mengalaminya dan tetap merasa sakit. Apalagi ketika kita harus mengunyah atau berbicara. Maka dari itu, Anda perlu tahu cara mengatasi gigi goyang dengan tepat.

Kenapa gigi orang dewasa goyang?

cara mencegah gigi goyang secara alami

Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan gigi orang dewasa goyang. Namun umumnya, gigi goyang pada orang dewasa disebabkan oleh periodontitis. Periodontitis adalah infeksi gusi parah akibat kebersihan mulut dan gigi yang buruk. Infeksi ini menyebabkan kerusakan pada jaringan lunak dan tulang yang menyokong gigi Anda.

Selain karena penyakit gusi, gigi goyang bisa disebabkan karena benturan keras yang mengenai area sekitar wajah dan mulut. Perubahan hormon selama kehamilan, gejala osteoporosis, kebiasaan menggemeretakkan gigi, hingga menggigit pulpen, kuku, atau benda-benda keras juga dapat menyebabkan gigi goyang.

Cara mengatasi gigi goyang dengan bahan alami

Gigi goyang tak boleh disepelekan karena dapat menyebabkan sakit yang berkelanjutan, memicu infeksi yang lebih parah, hingga bahkan membuat gigi tanggal. Belum lagi kondisi ini juga sering kali disertai dengan gejala lain, seperti gusi bengkak dan mudah berdarah.

Itu sebabnya penting bagi Anda untuk mengetahui cara mengatasi gigi goyang. Penanganan yang tepat dapat mencegah terjadinya komplikasi yang serius di kemudian hari.

Jangan khawatir. Berikut beberapa cara mengatasi gigi goyang dengan bahan alami yang perlu Anda ketahui. 

1. Air garam

manfaat air garam untuk kesehatan mulut

Garam telah lama diketahui memiliki segudang manfaat untuk kesehatan mulut ketika digunakan sebagai obat kumur alami.

Saat gigi mulai terasa goyang dan tak nyaman, segera kumur dengan air garam. Air garam mampu membasmi bakteri dan meredakan infeksi pada gusi yang membuat gigi Anda goyang. Berbagai penelitian pun berhasil membuktikan bahwa garam memiliki sifat antibakteri dan antiseptik yang efektif membantu mempercepat penyembuhan luka. 

Anda cukup mencampurkan 1/2 sendok makan air garam dalam segelas air hangat. Lalu, kumur selama kira-kira satu menit dan buang airnya. Setelah itu, bersihkan dan sikat gigi Anda seperti biasa. Lakukan cara ini 2-3 kali dalam sehari. Selain untuk mengatasi gigi goyang, berkumur air garam juga bisa jadi cara alami untuk mencegah penyakit periodontitis.

2. Kunyit

kunyit untuk bayi

Supaya gejala penyerta gigi goyang cepat mereda, Anda bisa pakai kunyit. Ya, bumbu dapur satu ini ternyata membawa manfaat baik untuk kesehatan gigi dan mulut, lho!

Penelitian menemukan bahwa senyawa curcumin dalam kunyit memiliki sifat antiradang, antiseptik, dan antibiotik yang dapat meringankan sakit gigi atau radang gusi. Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Indian Society of Periodontology bahkan mengungkapkan kunyit bisa jadi obat kumur untuk gingivitis.

Ada banyak cara mengatasi gigi goyang dengan kunyit. Pertama, Anda bisa menjadikan kunyit sebagai pasta gigi. Caranya mudah, cukup campurkan satu ruas kunyit ukuran sedang yang sudah ditumbuk halus dengan minyak kelapa dan baking soda. Anda juga bisa menggunakan kunyit dan lada hitam yang sudah dikemas dalam bentuk bubuk.

Dengan jari Anda yang sudah dicuci bersih, oleskan pasta kunyit pada gusi yang sakit sambil memijat ringan selama 1-2 menit. Setelah itu, kumur dan buang sisa-sisa pasta kunyit dari mulut sampai bersih.

3. Cengkeh

sumber: Natural Pigments

Bahan alami lain yang bisa Anda gunakan untuk mengatasi gigi goyang adalah cengkeh. Rempah berwarna coklat kehitaman yang memiliki citarasa agak pedas ini ternyata menyimpan manfaat untuk kesehatan gigi dan mulut.

Kandungan senyawa eugenol dalam cengkeh dapat membantu meredakan gusi bengkak dan membunuh bakteri penyebab infeksi di mulut. Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Dentistry mengungkapkan bahwa senyawa eugenol dalam cengkeh juga dapat menghilangkan rasa sakit secara alami.

Untuk mengatasi gejala penyerta gigi goyang, Anda bisa menggigit batang cengkeh utuh pada area gigi yang sakit. Bila di rumah tersedia hanya minyak cengkeh, Anda bisa menempelkan bola kapas yang sudah dicelup ke minyak tersebut.

Apa pun cara yang Anda pilih, berhati-hatilah menggunakan cengkeh untuk mengobati sakit gigi. Terutama bila Anda menggunakan minyak cengkeh. Minyak cengkeh yang menetes ke lidah atau gusi sensitif dapat menyebabkan sensasi terbakar. Jika tertelan, minyak ini juga berpotensi menyebabkan sakit tenggorokan dan muntah.

4. Es batu

Minum Air Dingin atau Es Saat Flu

Cara paling cepat dan manjur untuk mengurangi sensasi nyut-nyutan akibat gigi goyang adalah dengan kompres dingin. Suhu dingin akan membuat saraf gigi yang kebas, sehingga rasa sakit pun akan perlahan mereda.

Bungkus beberapa bongkah es batu dengan kain atau waslap bersih. Lalu tempelkan kain di bagian gigi yang bermasalah selama beberapa menit. Lakukan cara ini beberapa kali atau sampai rasa nyeri benar-benar hilang.

Bila tidak tersedia es batu, tak perlu khawatir. Cara lain yang bisa dilakukan untuk mengatasi gigi goyang adalah dengan berkumur air dingin. Namun, jangan terlalu kencang ketika berkumur, karena hal tersebut dapat membuat gigi semakin goyang.

Cara mengatasi gigi goyang dengan obat

Rasa nyeri dan nyut-nyutan karena gigi goyang juga dapat diredakan dengan minum obat. Berikut beberapa obat yang bisa digunakan untuk mengatasi rasa sakit akibat gigi goyang.

1. Paracetamol

neozep forte

Obat pereda nyeri seperti paracetamol mujarab untuk meringankan sakit gigi dan aman diminum semua kalangan, termasuk ibu hamil dan menyusui, juga anak-anak. Anda bisa mendapatkan obat ini di apotek, toko obat, supermaket, bahkan warung tanpa harus menebus resep dokter.

Meski termasuk obat bebas, minumlah obat paracetamol sesuai dengan anjuran yang tertera pada label kemasan produk. Jangan ragu untuk bertanya langsung ke apoteker atau dokter bila Anda belum paham cara pakainya.

Sama seperti obat lainnya, paracetamol juga berpotensi menyebabkan efek samping. Segera hentikan pengobatan bila Anda mengalami beberapa gejala tak biasa. Misalnya, sakit perut parah, urin dan feses berwarna gelap, serta merasa lemas, lesu, dan tidak bertenaga.

2. Ibuprofen

obat paratusin adalah

Obat antinyeri lain yang bisa digunakan untuk mengatasi nyeri akibat gigi goyang adalah ibuprofen. Obat ibuprofen juga bisa digunakan untuk meredakan peradangan dan pembengkakan pada gusi.

Supaya obat bekerja optimal, hindari minum ibuprofen saat perut kosong. Anda bisa minum obat ini dengan segelas susu atau teh manis untuk mengurangi rasa mual. Hentikan dosis ketika sakitnya sudah menghilang, karena obat ini tidak boleh diminum dalam jangka panjang.

Sebaiknya konsultasi ke dokter gigi terlebih dulu bila Anda punya riwayat medis tertentu untuk menghnidari risiko interaksi dan efek samping obat.

Penting untuk diperhatikan bahwa ibuprofen tidak boleh diberikan pada anak di bawah usia 6 bulan. Jangan pula gunakan obat ini bila Anda punya alergi ibuprofen atau obat-obatan golongan NSAID.

3. Antibiotik

memilih obat antidepresan terbaik ampuh

Dalam kasus tertentu, dokter dapat meresepkan obat antibiotik untuk mengatasi gigi goyang. Biasanya antibiotik diresepkan ketika gusi di sekitar gigi yang bermasalah memunculkan tanda-tanda terinfeksi. Antibiotik bekerja dengan cara melawan dan membunuh bakteri penyebab infeksi di mulut.

Bila dokter meresepkan antibiotik, pastikan Anda meminumnya sesuai yang dianjurkan. Ingat! Obat ini tak boleh diminum sembarangan. Jangan coba-coba untuk mengurangi atau menambahkan dosis obat tanpa persetujuan dokter. Penggunaan antibiotik yang tidak sesuai dapat memperparah kondisi Anda. Jadi, gunakan obat ini dengan hati-hati.

Cara mengatasi gigi goyang di dokter gigi

Bila cara mengatasi gigi goyang yang sudah disebutkan tidak begitu ampuh, periksa ke dokter gigi adalah pilihan terbaik. Dokter gigi dapat merekomendasikan sejumlah prosedur medis yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Berikut beberapa prosedur medis yang umumnya disarankan dokter untuk mengatasi gigi goyang.

1. Scaling gigi

cabut gigi saat puasa

Penumpukan karang gigi dapat melonggarkan gusi sehingga gigi menjadi goyang. Nah itu sebabnya, scaling sering kali jadi prosedur awal untuk mengatasi gigi goyang di dokter gigi.

Scaling adalah prosedur pembersihan karang gigi dengan menggunakan alat yang disebut dengan ultrasonic scaler. Alat ini dapat membersihkan karang gigi yang paling keras sekalipun.

Lamanya waktu scaling tergantung pada keparahan karang gigi. Bila karang gigi yang menempel di batas gusi atau celah gigi tidak terlalu banyak, maka prosesnya akan lebih cepat. Biasanya proses scaling berkisar dari 30-120 menit.

Setelah scaling, dokter gigi dapat melanjutkan dengan metode root planing. Prosedur ini bertujuan untuk menghaluskan permukaan akar gigi dan membantu perlekatan gusi pada gigi yang longgar.

2. Bone grafting

Operasi gigi bungsu

Bila tulang penyokong gigi Anda ternyata mengalami kerusakan, dokter dapat melakukan bone grafting. Bone grafting adalah prosedur medis yang melibatkan pencakokan jaringan tulang untuk memperbaiki tulang yang rusak. Dokter bedah gigi dapat mengambil jaringan tulang dari bagian tubuh Anda, seperti pinggul, kaki, atau tulang rusuk sebagai bahan cangkok.

Untuk melakukan prosedur ini, dokter akan membuat sayatan pada gusi. Lalu prosedur ini dilanjutkan dengan scaling dan root planing untuk membersihkan jaringan gigi. Kemudian, bagian gigi yang bermasalah ditambal dengan jaringan tulang cangkok. Jaringan gusi lalu ditutup dan akan pulih sepenuhnya setelah beberapa bulan.

3. Operasi flap

pantangan setelah cabut gigi

Cara medis lainnya yang bisa dilakukan untuk mengatasi gigi goyang adalah operasi flap. Prosedur ini biasanya diperlukan bila jaringan gusi mengalami kerusakan.

Dokter akan membuat sayatan kecil di bagian gusi yang bermasalah. Setelah itu dokter akan mengambil  jaringan gusi yang meradang dan tulang yang terlanjur rusak akibat penyakit gusi. Kemudian jaringan gusi dijahit kembali untuk mengencangkan gigi yang goyang.

Prosedur operasi flip dilakukan di bawah anestesi lokal. Jadi, Anda tak akan merasakan rasa sakit selama prosedur berlangsung.

4. Splinting

merokok setelah cabut gigi

Jika gigi yang goyang belum terlalu parah dan masih menempel pada gusi, dokter biasanya akan melakukan prosedur splinting.

Prosedur ini dilakukan dengan cara memasangkan potongan logam pada gigi-gigi yang goyang. Potongan logam tersebut membantu menyokong gigi sehingga posisinya kembali normal.

5. Cabut gigi

cabut gigi pasien diabetes

Gigi yang goyang parah terkadang harus dicabut. Tak usah khawatir akan sakit, sebab cara mengatasi gigi goyang satu ini dilakukan di bawah pengaruh obat bius. Dengan begitu, Anda tidak akan merasakan sakit ketika dokter mencabut gigi yang bermasalah.

Agar tidak memengaruhi penampilan dan fungsi normal gigi yang dicabut, Anda juga dapat menjalani pemasangan implan. Implan gigi lebih baik dari gigi palsu. Kenapa? Implan gigi adalah sekrup titanium yang ditanam pada rahang gigi sebagai pengganti gigi yang tanggal. Bisa dibilang, implan gigi adalah gigi tanam.

Prosedur ini dapat digunakan untuk menggantikan lebih dari satu gigi yang lepas.

Perawatan di rumah setelah berobat ke dokter gigi

cara menyikat gigi yang benar

Supaya gigi yang goyang tidak bertambah parah, Anda juga bisa melakukan sejumlah perawatan sederhana berikut:

  • Menyikat gigi dua kali sehari, setelah sarapan pagi dan malam sebelum tidur.
  • Menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride karena mineral ini efektif untuk melindungi dan memperkuat lapisan enamel gigi. Penelitian juga mengungkapkan bahwa fluoride dalam pasta gigi dapat mencegah dan melawan karies atau gigi berlubang.
  • Pilih sikat gigi yang pas di mulut. Umumnya, kepala sikat gigi yang kecil dapat menjangkau seluruh bagian gigi. Pastikan juga kalau gagang sikat yang digunakan nyaman ketika dipegang supaya memudahkan Anda ketika menyikat gigi.
  • Hindari menyikat gigi terlalu keras karena hal tersebut justru membuat gigi semakin goyang sekaligus merusak gusi.
  • Gunakan benang gigi untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang terdapat di antara celah gigi. Namun sebaiknya hindari menggesekkan benang di bagian gigi yang bermasalah.
  • Pakai obat kumur agar mulut terbebas dari bakteri.
  • Batasi makanan yang tinggi gula dan terlalu asam.
  • Bila Anda memiliki kebiasaan menggemeretakkan gigi saat tidur, Anda bisa pakai pelindung gigi selama istirahat di malam hari.
  • Berhenti merokok.

Baca Juga:

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca