Bermasalah dengan Bau Mulut? Bisa Jadi Gigi Berlubang Penyebabnya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Bau mulut dapat timbul akibat makanan yang dikonsumsi, kurang menjaga kebersihan mulut dan gigi, hingga gangguan kesehatan tertentu. Pada beberapa orang, bau mulut juga bisa disebabkan oleh gigi berlubang sekalipun Anda tidak merasakan nyeri pada gigi.

Hubungan antara gigi berlubang dan bau mulut

Mulut dan gigi merupakan tempat tinggal berbagai jenis bakteri. Bakteri-bakteri mulut hidup dengan memakan gula dari sisa makanan dan minuman yang terselip di antara celah gigi.

Pencernaan bakteri kemudian menghasilkan zat asam yang dapat mengikis permukaan gigi dan membuatnya keropos. Zat ini akan terus mengikis gigi hingga ke dalamnya dan lambat laun menyebabkan pembusukan.

Permukaan gigi akhirnya hancur secara perlahan dan lubang-lubang kecil terbentuk pada gigi. Semakin lama bakteri dan asam menempel pada gigi, semakin bertambah pula ukuran lubang dan kerusakan yang terjadi.

Bakteri-bakteri ini terus hidup dan memperbanyak diri di dalam gigi yang berlubang. Saat mencerna makanan, bakteri dalam gigi berlubang juga memproduksi zat sisa yang menimbulkan bau mulut.

Bau mulut dapat bertambah parah jika terdapat bakteri seperti Fusobacterium, P. intermedia, dan T. denticola. Ketiga bakteri itu mengurai protein menjadi senyawa sulfida. Senyawa inilah yang membuat bau mulut menjadi tak sedap.

Mencegah bau mulut karena gigi berlubang

Sekitar 80 persen kasus bau mulut berawal dari masalah pada mulut dan gigi. Oleh sebab itu, solusinya perlu dimulai dari kesehatan mulut dan gigi Anda.

Berikut beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk mencegah bau mulut akibat lubang pada gigi:

1. Menjaga kebersihan mulut dan gigi

Jika Anda jarang membersihkan mulut dan gigi, bakteri akan terus berkembang biak dan membuat bau mulut semakin parah. Anda dapat menghindari hal tersebut dengan menerapkan langkah-langkah sebagai berikut:

  • Menyikat gigi setidaknya dua kali sehari, lalu dilanjutkan dengan menggunakan benang gigi.
  • Menyikat gigi menggunakan sikat gigi elektrik atau berujung kecil untuk membersihkan bagian gigi yang sulit dijangkau.
  • Berkumur menggunakan larutan kumur antiseptik setelah menggosok gigi.
  • Membersihkan permukaan lidah dari bakteri, kotoran, dan sel-sel mati.

2. Rutin memeriksakan diri ke dokter gigi

Pemeriksaan rutin minimal 2 kali setahun sangat penting untuk mencegah bau mulut karena gigi berlubang.

Saat kunjungan, dokter gigi akan menggunakan alat dan teknik khusus untuk membersihkan mulut serta gigi secara menyeluruh.

Selain itu, dokter gigi juga dapat mendeteksi risiko pembentukan lubang baru pada gigi dan masalah kesehatan lain, seperti penyakit gusi, infeksi, serta pembusukan pada gigi.

3. Minum cukup air

Minum air akan menjaga mulut tetap lembap sekaligus membersihkan mulut dari bakteri dan kotoran yang terselip. Dengan begitu, Anda dapat mengurangi paparan bakteri maupun zat asam yang mengikis permukaan gigi.

Anda juga bisa meminum susu untuk meminimalisasi bau mulut yang tidak sedap. Hindari minuman manis mengandung gula, soda, minuman berperisa, dan sejenisnya agar tidak ada gula yang menempel pada celah gigi.

Bau mulut karena gigi berlubang memang terasa begitu mengganggu. Jika tidak diatasi, kondisi ini dapat menimbulkan gangguan kesehatan yang lebih parah seperti penyakit gusi atau infeksi.

Meski demikian, Anda bisa mencegahnya dengan beberapa cara yang terbilang sederhana. Jika memang penyebabnya adalah gigi berlubang, segeralah ke dokter gigi untuk menambalnya. Setelah itu, jangan lupa jaga kebersihan mulut dan gigi Anda dengan cara-cara di atas. 

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca