6 Bahaya Kalau Anda Terlalu Sering Menelan Pasta Gigi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 Juni 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda pernah secara tidak sengaja menelan pasta gigi? Atau Anda punya kebiasaan buruk terlalu sering menelan pasta gigi? Tahukah Anda hal ini sangat berbahaya? Kandungan pasta gigi yang paling berbahaya bila sampai ditelan secara berlebihan adalah fluoride. Apa saja bahayanya? Simak ulasan berikut ini.

Bahan kimia berbahaya di dalam pasta gigi

Pasta gigi atau biasa disebut odol di Indonesia, merupakan bahan pembersih yang digunakan untuk membersihkan gigi. Bahan atau komposisi pasta gigi sering berasal dari bahan-bahan kimia, seperti fluoride, triclosan, deterjen, kalsium, perasa, pewarna, dan lain sebagainya. Oleh sebab itu, tidak mengherankan apabila pasta gigi yang digunakan untuk membersihkan sekaligus merawat gigi memiliki efek samping yang berbahaya dikarenakan bahan kimia tersebut.

Meskipun fluoride berfungsi untuk melapisi struktur gigi dan menjaga ketahanan gigi terhadap proses pembusukan serta pemicu proses mineralisasi, unsur kimia di dalam fluoride mampu mengeraskan email gigi sehingga membuat gigi menjadi kuat sehingga gigi Anda tidak mudah berlubang.

Namun, fluoride tetap saja memiliki efek samping dan bahaya tersendiri, apalagi, bila sampai tertelan masuk ke dalam tubuh secara berlebihan.

Bahaya terlalu sering menelan pasta gigi

Berikut ini adalah bahaya pasta gigi terutama bahaya bahan kimia fluoride jika ditelan berlebihan.

1. Racun bagi tubuh

Apakah Anda tahu bahwa fluoride merupakan salah satu bahan yang digunakan pada untuk pembuatan bom atom? Sebuah penelitian memaparkan bahwa fluoride pada pasta gigi memiliki efek racun kimia yang berbahaya.

Karena hal ini, kandungan fluoride di dalam setiap pasti gigi selalu dibatasi. Jika Anda keracunan, tubuh akan mengirimkan sinyal berupa mual dan  muntah, juga sakit kepala, bahkan bisa menyebabkan kehilangan kesadaran atau pingsan.

2. Osteoporosis

Efek samping dan bahaya dari fluoride lainnya ialah bisa memicu terjadinya osteoporosis dan kerusakan sistem saraf, terutama pada penggunaan yang salah, seperti menelan pasta gigi yang berlebihan dan terlalu sering masuk ke dalam tubuh.

Bahkan pada awal tahun 2000, pemerintah Belgia pernah menjadi pihak pertama yang melarang peredaran tablet dan permen yang mengandung fluoride seperti yang terkandung di dalam pasta gigi.

3. Menimbulkan overdosis

Penelitian dari Swedia yang mengamati kecenderungan anak yang menelan pasta gigi secara tidak sengaja melalui air ludah saat melakukan sikat gigi kerap memicu kasus overdosis fluoride dan gangguan lainnya.

Gangguan itu misalnya sering mengeluarkan ludah dalam jumlah banyak, tumpulnya indera perasa di sekitar mulut hingga pada gangguan pernapasan seperti asma.

4. Penyerapan kalsium terhambat

Terlalu sering menelan pasta gigi yang mengandung fluoride bisa menyebabkan terhambatnya penyerapan kalsium dalam tubuh yang dikenal dengan sebutan fluorosis. Hal ini bisa berakibat pada penurunan IQ, gangguan sistem saraf, kekebalan tubuh, dan kerapuhan tulang serta penghambat pertumbuhan terutama pada anak-anak.

Oleh karena itu, bukan suatu hal yang mengherankan kalau beberapa negara menganjurkan pembatasan penggunaan pasta gigi dengan kandungan fluoride yang berlebihan untuk usia di atas 5 tahun.

5. Menyebabkan bintik kuning pada gigi

Pada kasus fluorosis akibat penelanan fluoride yang terkandung dalam pasta gigi secara berlebihan akan menimbulkan beberapa gejala yang muncul. Biasanya akan ada noda kecokelatan atau bintik-bintik kuning yang menyebar di permukaan gigi karena pembentukan enamel gigi yang tidak sempurna.

Enamel gigi yang tidak sempurna dapat memicu terjadinya kerusakan akibat retensi sisa-sisa makanan di area tersebut karena adanya akumulasi bakteri, sehingga bisa saja berimbas pada proses muasal karies gigi.

6. Kelainan tulang dan gigi

Kelebihan fluoride juga bisa menyebabkan kelainan tulang dan gigi. Flouride yang masuk ke dalam tubuh sekitar setengah dari kandungannya akan disimpan dalam tulang dan terus bertambah seiring usia. Sehingga apabila dibiarkan begitu saja akan menimbulkan kelainan tulang yang mungkin terjadi setelah begitu lama bertumpuk.

Penting untuk Anda memperhatikan penggunaan pasta gigi saat Anda akan menggosok gigi jangan sampai Anda menelan pasta gigi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Terapi urine dengan minum air kencing yang terdengar menjijikkan telah dipercaya sejak berabad-abad lalu. Apakah manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Urologi, Kandung Kemih 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Gejala Alergi Dingin Ringan Hingga Berat yang Wajib Anda Kenali

Kulit mendadak memerah, hidung meler, dan bersin-bersin di ruangan ber-AC? Ini mungkin pertanda gejala alergi dingin. Simak ciri-ciri alergi dingin lainnya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 21 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Meski “Wangi”, Hobi Menghirup Aroma Spidol Bisa Membahayakan Kesehatan

Aroma menyengat spidol mungkin menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian orang. Padahal, kebiasaan mencium spidol menyimpan segudang bahaya untuk tubuh.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 21 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Mengapa Ada Orang yang Nyetrum Ketika Disentuh?

Pernah merasa seperti tersengat listrik saat bersentuhan dengan orang lain? Ini dia penjelasan kenapa orang tertentu nyetrum ketika disentuh.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 15 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kepribadian introvert ekstrovert kesehatan

Apakah Kepribadian Anda Introvert atau Ekstrovert? Ini Pengaruhnya untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 4 menit
teh tanpa kafein

3 Jenis Teh yang Tidak Mengandung Kafein

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Waktu Efektif Minum Kopi

Waktu Paling Sehat untuk Minum Kopi Ternyata Bukan Pagi Hari

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Psoriasis kulit kepala

Psoriasis pada Kulit Kepala

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit