Studi: Wanita yang Rajin Bangun Pagi Risikonya Lebih Rendah Terkena Kanker Payudara

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Bangun pagi mungkin menjadi tantangan tersendiri bagi banyak orang. Apalagi mereka yang sering begadang, bangun pagi nampaknya adalah hal yang hampir mustahil dilakukan. Namun, tahukah Anda bahwa wanita yang bangun pagi ternyata berisiko lebih rendah untuk terkena kanker payudara. Mengapa bisa begitu?

Wanita yang bangun pagi berisiko lebih rendah terkena kanker payudara

cara mencegah kanker payudara

Sebuah analisis yang diterbitkan dalam BMJ menunjukkan fakta bahwa wanita yang suka bangun pagi berisiko lebih rendah terkena kanker payudara.

Ternyata, risiko kanker payudara hanya tampak pada 10 wanita yang bangun pagi dari total 1.000 wanita yang diamati. Analisis ini membandingan mereka dengan wanita yang sering begadang dan bangun siang. Artinya, risiko wanita yang suka bangun pagi untuk terkena kanker payudara diperkirakan hanya kurang dari 1 persen.

Dari data yang ada, peneliti juga menemukan kaitan antara durasi tidur yang terlalu lama dengan peningkatan risiko kanker payudara. Peneliti melaporkan durasi tidur malam yang lebih dari 8 jam tiap hari dapat meningkatkan risiko kanker payudara.

Analisis yang dilakukan ini mengacu pada penelitian sebelumnya yang menunjukkan hubungan antara kerja shift malam dengan risiko kanker payudara. Hubungan ini diduga kuat disebabkan oleh pola tidur yang terganggu, paparan cahaya di malam hari, dan faktor gaya hidup lainnya.

Tiga aspek ini yaitu kecenderungan bangun pagi atau tidur malam (chronotype), durasi tidur, dan insomnia. Adapun data yang digunakan yaitu yang terdapat dalam studi Biobank Inggris dan 228.951 wanita di Asosiasi Kanker Payudara Studi Konsorsium (BCAC).

Hasilnya menunjukkan ada efek sebab-akibat yang kuat mengenai kebiasaan tidur cepat dan bangun pagi dengan risiko kanker payudara.

Kebiasaan bangun pagi bukan solusi satu-satunya untuk menurunkan risiko kanker payudara

Meski terlihat menguntungkan, hasil penelitian di atas hanya terbatas pada wanita keturunan Eropa. Oleh karena itu, hasil penelitian bisa saja tidak berlaku untuk kelompok lainnya.

Potensi efek bangun pagi untuk menurunkan risiko kanker payudara juga dinilai masih jauh lebih kecil ketimbang kebiasaan baik lainnya. Dampak dari obesitas dan konsumsi alkohol berlebih sebagai faktor pemicu kanker payudara diyakini masih lebih besar ketimbang manfaat bangun pagi semata.

Mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat jadi salah satu cara efektif untuk menurunkan risiko kanker payudara pada wanita selain bangun pagi. Berikut berbagai perubahan gaya hidup yang sebaiknya dilakukan, yaitu:

Membatasi alkohol

Jika Anda punya kebiasaan minum alkohol sebaiknya hentikan mulai sekarang. Pasalnya, semakin banyak alkohol yang Anda minum akan semakin besar pula risiko kanker payudara. Secara perlahan, kurangi konsumsi alkohol Anda per harinya hingga akhirnya benar-benar berhenti demi kesehatan yang lebih baik.

Rutin berolahraga

Rutin berolahraga bisa membantu menjaga badan tetap sehat karena terus bergerak aktif. Selain itu, olahraga juga membantu menjaga berat badan tetap ideal sehingga Anda terhindar dari risiko kegemukan yang bisa meningkatkan risiko kanker. Setidaknya, lakukan olahraga 30 menit sehari baik itu berjalan kaki, jogging, atau berenang.

Melakukan diet sehat

Memperbanyak makan sayur, buah, biji-bijian, kacang-kacangan, dan lemak sehat seperti minyak zaitun membantu menurunkan risiko kanker payudara. Kurangi asupan daging merah dan perbanyak makan ikan untuk mendapatkan sumber lemak sehat yang baik bagi tubuh.

Membatasi terapi hormon

Terapi hormon biasanya banyak dipilih untuk meringankan gejala menopause seperti hot flashes dan vagina yang kering. Namun, tanyakan ke dokter mengenai efek sampingnya jika dilakukan jangka panjang. Pasalnya terapi hormon jangka panjang bisa meningkatkan risiko kanker payudara.

Membiasakan bangun pagi memang sehat, namun jangan jadikan ini sebagai satu-satunya solusi bagi wanita menghindari kanker payudara. Imbangi juga dengan membiasakan berbagai perubahan gaya hidup sehat di atas.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca