Rasa Malas Ternyata Disebabkan Gangguan di Otak. Bagaimana Mengatasinya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Rasa malas atau yang kini lebih sering disebut dengan istilah “mager” alias malas gerak, adalah masalah yang sering kali dialami oleh banyak orang. Meskipun sepele, namun rasa malas dapat menghambat aktivitas yang dilakukan dan membuat Anda justru terbiasa dengan kemalasan jika Anda tidak mencoba untuk melawannya. Biasanya, rasa malas muncul karena tidak ada motivasi yang dapat membuat seseorang bergerak atau melakukan sesuatu.

Namun, peneliti mengatakan bahwa kurangnya motivasi ini ternyata lebih banyak dipengaruhi oleh faktor biologis, bukan sekadar sikap dan kebiasaan saja.

Kenapa rasa malas bisa muncul pada otak kita?

Menurut informasi yang didapat melalui Live Science, para peneliti telah melakukan pemindaian dengan Magnetic Resonance Imaging (MRI) untuk meneliti motivasi dan rasa malas. Hasil scan menunjukkan bahwa ketika orang memutuskan untuk melakukan sesuatu, korteks pra-motor pada otaknya cenderung menyala sesaat sebelum titik lain di otak yang mengendalikan gerakan menjadi aktif.

Namun pada orang yang malas, korteks pra-motor ini justru tidak menyala karena koneksinya terputus. Peneliti menduga bahwa koneksi otak yang menghubungkan “keputusan untuk melakukan sesuatu” menjadi tindakan nyata menjadi kurang efektif pada orang yang malas. Akibatnya, otak mereka harus melakukan upaya yang lebih keras untuk mengubah keputusan yang diambil otak menjadi tindakan aksi yang nyata.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Cerebral Cortex pada tahun 2012 menemukan bahwa tingkat dopamin di otak juga dapat berdampak pada motivasi seseorang dalam melakukan sesuatu. Tingkat dopamin akan memberikan dampak yang berbeda di berbagai area otak. Peneliti menemukan bahwa para pekerja keras memiliki dopamin paling banyak di dua area otak yang memainkan peran penting dalam penghargaan dan motivasi; namun memiliki tingkat dopamin yang rendah di insula anterior, wilayah yang terkait dengan penurunan motivasi dan persepsi.

Tips melawan rasa malas

Rasa malas tentu tidak boleh dibiarkan, karena semakin Anda malas, maka akan semakin banyak aktivitas yang Anda lewatkan. Rasa malas juga dapat membuat produktivitas Anda menurun. Oleh karena itu, berikut adalah beberapa tips untuk melawan rasa malas:

1. Ingat kembali “why” Anda

Rasa malas biasanya disebabkan oleh kurangnya motivasi untuk melakukan sesuatu. Kehilangan “why” atau alasan Anda melakukan sesuatu, dapat membuat Anda kehilangan arah tujuan.

Jadi, jika Anda mulai merasa malas, coba tanyakan “why” atau “kenapa” pada diri Anda. Misalkan, “Kenapa saya harus segera menyelesaikan tugas sekolah atau kuliah?”, “Kenapa saya harus menyelesaikan skripsi secepatnya?”, “Kenapa saya harus mempelajari hal ini?”, “Kenapa dulu saya memilih tempat ini sebagai tempat saya bekerja?”, dan lainnya.

2. Tanyakan apa yang salah

Terkadang, rasa malas muncul ketika Anda merasa tidak melakukan sesuatu yang Anda sukai. Jika Anda merasa malas, maka coba tanyakan pada diri Anda, “Apakah ini yang saya inginkan?” atau, “Apa yang sebenarnya ingin saya lakukan?” Coba tanyakan pada diri Anda untuk mengenal apa yang kurang dari diri Anda, dan dengarkan hati Anda.

3. “Apa yang harus saya lakukan?”

Jika Anda sudah tahu apa yang salah dan apa “why” Anda, harusnya Anda sudah tahu apa yang harus Anda lakukan sekarang. Lakukanlah! Jika Anda sudah tahu apa “why” Anda, maka lakukanlah dengan penuh keyakinan dan semangat. Jika Anda sudah tahu apa yang salah, maka perbaikilah.

Perubahan kecil yang Anda lakukan akan membuka jalan lain yang dapat mengantarkan Anda pada perubahan positif dalam hidup; termasuk perubahan seperti merapikan ruangan, makan makanan yang sehat, dan berolahraga yang tidak jarang dapat meningkatkan semangat Anda dalam beraktivitas.

Jadi, bersiap dan lakukanlah perubahan, karena masa depan cemerlang menanti Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Cara untuk Mengurangi Mata Minus (Rabun Jauh)

Bagi Anda yang memiliki mata minus, pasti ingin lepas dari ketergantunga kacamata atau lensa. Lalu apakah mungkin mengurangi mata minus? Bagaimana caranya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 17 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Penyakit Mental

Pahami semua tentang penyakit mental mulai dari penyebab, faktor risiko, gejala, hingga bagaimana cara mengatasinya dalam ulasan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 17 September 2020 . Waktu baca 9 menit

Mengapa Ada Orang yang Nyetrum Ketika Disentuh?

Pernah merasa seperti tersengat listrik saat bersentuhan dengan orang lain? Ini dia penjelasan kenapa orang tertentu nyetrum ketika disentuh.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 15 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Anda Sering Jatuh? Ini Kondisi Medis yang Bisa Jadi Penyebabnya

Jika Anda sering jatuh dan merasa keseimbangan tubuh kurang baik, maka hal ini menandakan Anda mengalami kondisi medis tertentu. Apa saja?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 15 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mencium spidol

Meski “Wangi”, Hobi Menghirup Aroma Spidol Bisa Membahayakan Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 3 menit
multivitamin gummy dewasa

Multivitamin Gummy untuk Dewasa, Benarkah Lebih Sehat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 4 menit
yang harus diketahui sebelum melakukan pemeriksaan MRI

Yang Harus Anda Tahu Sebelum Menjalani Pemeriksaan MRI

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 3 menit
perawatan paliatif apa itu

Mengenal Perawatan Paliatif Sebagai Pengobatan Penyakit Kanker

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 6 menit