Alih-alih Menyembuhkan, Terapi Hormon Mungkin Membuat Kanker Prostat Kebal

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 25/10/2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Terapi hormon adalah salah satu jenis pengobatan kanker prostat. Namun, penelitian menemukan bukti bahwa dalam beberapa kasus, terapi yang satu ini ternyata tidak selalu membuahkan hasil yang positif. Bahkan, ada bukti yang menyatakan bahwa pasien yang diberikan terapi hormon justru mengalami pertumbuhan sel kanker yang lebih cepat dan malah menyebar ke bagian tubuh lainnya. Mengapa bisa begitu?

Terapi hormon bukan satu-satunya pengobatan kanker prostat

obat cacing untuk obat kanker usus dan kanker prostata

Terapi hormon atau yang disebut juga dengan terapi deprivasi androgen adalah jenis pengobatan kanker prostat yang bertujuan untuk mengurangi kadar androgen (hormon laki-laki) di dalam tubuh. Pasalnya, androgen merangsang sel kanker prostat untuk tumbuh dan berkembang. Androgen utama di dalam tubuh yaitu testosteron dan dihidrotestosteron (DHT).

Dengan menurunkan kadar androgen melalui terapi hormon, kemungkinan besar kanker prostat yang dimiliki menyusut atau tumbuh lebih lambat untuk sementara waktu. Namun biasanya, terapi ini bukanlah perawatan satu-satunya melainkan perlu dibarengi dengan pengobatan lainnya untuk mendapatkan hasil yang efektif.

Kenapa terapi hormon untuk kanker prostat tidak selalu berhasil?

hormon testosteron penyebab kanker prostat

Terapi hormon adalah salah satu pengobatan kanker prostat yang cukup diandalkan sampai saat ini. Sayangnya, penelitian membuktikan bahwa terapi hormon untuk kanker prostat tidak selalu berhasil. Bahkan, para ahli menyatakan terapi hormon bisa membuat tumor menjadi kebal, agresif, dan menyebar lebih cepat ke bagian tubuh yang lain.

Para ahli di Cedars-Sinai Medical Center, Los Angeles, menyatakan pada sebagian pasien, sel kanker bisa menjadi kebal terhadap terapi hormon yang menargetkan androgen. Bukannya hilang, sel kanker justru menjadi resisten dan menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Berdasarkan hasil penelitian, pada beberapa kasus terapi hormon ini bisa menyebabkan sel adenokarsinoma (kanker prostat tahap awal) berubah menjadi sel kanker tipe neuroendokrin. Sel kanker tipe neuroendokrin yaitu sel kanker prostat jenis langka yang biasanya muncul kurang dari satu persen kasus.

Neil Bhowmick, PhD., wakil ketua Cancer Biology Program di Cedars-Sinai menyatakan bahwa perubahan sel kanker inilah yang pada akhirnya menjadi permasalahan utama. Pasalnya, sel kanker yang berubah menjadi neuroendokrin menjadi sangat agresif, lebih mudah menyebar, dan lebih tahan terhadap pengobatan termasuk terapi hormon yang menargetkan androgen dan juga kemoterapi.

Berdasarkan hasil penelitian, Bhowmick menyatakan sekitar seperempat pasien pengguna terapi hormon ini justru mengalami kekambuhan setelah dinyatakan sembuh. Artinya, sel kanker prostat muncul kembali dan justru mengalami perubahan sel kanker dari yang tidak terlalu berbahaya menjadi langka dan cukup berbahaya.

Kadar glutamin meningkat saat sel kanker mulai resisten

komponen darah tes darah

Para ahli juga mengamati bahwa adanya perubahan sel kanker dari adenokarsinoma menjadi neuroendokrin disertai dengan peningkatan glutamin. Glutamin yaitu asam amino yang dikenal untuk mempercepat pertumbuhan kanker.

Glutamin adalah senyawa yang diproduksi di dalam sel stroma yang kemudian diubah secara genetik dan menjadi “sumber energi” untuk sel kanker terus berkembang. Penelitian juga membuktikan glutamin ini menjadi salah satu senyawa yang mengubah sel adenokarsinoma menjadi sel neuroendokrin.

Sehingga dari bukti yang ditemukan, para peneliti juga menyimpulkan bahwa pria yang memiliki kanker prostat dan sel kankernya telah resisten terhadap pengobatan memiliki kadar glutamin yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang sel kankernya masih merespon pengobatan.

Oleh karena itu, penelitian ini juga menjadi dasar bagi para ahli untuk mengembangkan metode tes darah sederhana pada pasien kanker prostat. Gunanya untuk mengukur kadar glutamin di dalam darah. Tes kadar glutamin ini nantinya diharapkan dapat melihat kapan terapi hormon yang menargetkan androgen ini gagal dan memprediksi kapan resistensi terapi hormon akan terjadi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Terapi Ultrasound Tidak Hanya untuk Kecantikan, Tapi Bisa Kurangi Sel Kanker

Sebuah penemuan baru dari Caltech mengungkapkan bahwa terapi ultrasound dapat menghancurkan sel kanker. Apakah temuan ini benar-benar efektif?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Fakta Unik 19/01/2020 . Waktu baca 4 menit

Semua Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang Terapi Hormon untuk Pria

Hormon testosteron yang menurun pada pria tentu bisa memengaruhi gairah seksualnya. Lantas, apakah terapi hormon untuk pria bisa mengatasi masalah ini?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Fakta Unik 31/10/2019 . Waktu baca 4 menit

6 Penyebab Kanker Tenggorokan yang Sering Diabaikan

Faktanya, ada banyak kebiasaan sehari-hari yang bisa menjadi penyebab kanker tenggorokan. Salah satu yang pasti adalah merokok. Apa lagi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 24/10/2019 . Waktu baca 5 menit

8 Pilihan Pengobatan untuk Menyembuhkan Kanker Prostat

Kanker prostat sering menyebabkan kematian pada pria. Supaya tidak bertambah parah, cari tahu cara mengobati dan obat untuk kanker prostat berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Hidup Sehat, Tips Sehat 19/10/2019 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

prostatektomi

Mengenal Prostatektomi, Operasi untuk Masalah Penyakit Prostat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 7 menit
obat prostat di apotek

Obat-obatan yang Bisa Digunakan untuk Mengatasi Penyakit Prostat

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 8 menit

Mencegah Penyakit Prostat dengan Perubahan Gaya Hidup

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 6 menit
infertilitas pada pria akibat kanker prostat

Benarkah Pria Tidak Subur atau Infertil Setelah Operasi Kanker Prostat?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 01/04/2020 . Waktu baca 4 menit