Tanda dan Gejala Pankreatitis yang Tidak Boleh Diabaikan

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 29/03/2018
Bagikan sekarang

Sama seperti organ tubuh lainnya, pankreas juga bisa terkena masalah kesehatan. Salah satu penyakit yang menyerang pankreas adalah pankreatitis atau penyakit radang pankreas. Sayangnya, kebanyakan orang cenderung tidak merasakan gejala apa pun ketika pankreasnya mengalami masalah sehingga sering terabaikan. Lantas, apa saja gejala pankreatitis yang perlu diwaspadai? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Apa itu pankreatitis?

Pankreatitis adalah salah satu penyakit langka saat pankreas mengalami peradangan. Hal ini disebabkan karena enzim-enzim yang dihasilkan oleh organ pencernaan memicu reaksi kimia dan menyerang organ pankreas. Pada kasus yang parah, pankreatitis ini dapat menyebabkan perdarahan pada kelenjar, kerusakan jaringan, infeksi, hingga munculnya kista.

Pankreatitis terdiri dari dua jenis, yaitu pankreatitis akut dan pankreatitis kronis. Bedanya, pankreatitis akut terjadi secara tiba-tiba dan dapat menyebabkan komplikasi. Sementara pankreatitis kronis terjadi saat pankreatitis berkembang pelan-pelan dan diperparah dengan minum alkohol atau pola hidup yang buruk lainnya. Akibatnya, fungsi pankreas akan mengalami penurunan dan mengganggu proses pencernaan sampai membuat berat badan turun drastis.

Tanda dan gejala pankreatitis

Tanda dan gejala pankreatitis mungkin berbeda-beda pada setiap orang, tergantung pada jenis pankreatitis apa yang dialami. Kesamaan gejala pankreatitis akut dan kronis yang paling umum adalah nyeri di daerah perut bagian atas, atau lebih tepatnya di bawah tulang rusuk.

Lantas, apa saja gejala pankreatitis akut dan kronis? Mari kita kupas satu per satu.

Gejala pankreatitis akut

Gejala pankreatitis akut biasanya dimulai dengan timbulnya rasa sakit di bagian perut kanan atas dan terjadi secara tiba-tiba selama beberapa hari. Namun, rasa sakit ini juga bisa muncul terus-menerus dan terpusat di bagian perut atau merambat ke bagian belakang. Gejala ini biasanya terasa semakin parah sesaat setelah makan.

Gejala pankreatitis akut lainnya meliputi:

  • Mual atau muntah
  • Diare
  • Gangguan pencernaan
  • Demam hingga 38 derajat Celcius atau lebih
  • Peningkatan denyut nadi
  • Sakit kuning
  • Nyeri atau pembengkakan pada perut
  • Feses berwarna abu-abu

Pada kasus yang paling parah, pankreatitis dapat menyebabkan perdarahan, syok, dan berakhir dengan kematian.

Gejala pankreatitis kronis

Dilansir dari laman Very Well, sebanyak 70 sampai 80 persen kasus pankreatitis kronis disebabkan oleh konsumsi alkohol yang berlebihan dan akhirnya berkembang menjadi komplikasi. Kerusakan pankreas karena alkohol bisa saja tidak menimbulkan gejala apa pun selama bertahun-tahun. Jadi, penderitanya baru menyadari saat didiagnosis pankreatitis kronis oleh dokter.

Gejala pankreatitis kronis umumnya sama dengan gejala pankreatitis akut. Pasien dengan pankreatitis kronis cenderung mengalami tiga jenis masalah kesehatan, yaitu rasa nyeri, ketidakmampuan untuk menyerap makanan sehingga berat badan menjadi turun, dan kondisi feses yang cenderung berminyak dan bau (disebut steatorrhea).

Kapan sebaiknya harus periksa ke dokter?

Bila Anda mulai merasakan salah satu atau beberapa gejala pankreatitis, segera konsultasikan pada dokter. Terlebih, jika Anda merasakan sakit perut parah yang membuat Anda tidak mampu menemukan posisi yang nyaman, sekalipun dengan duduk. Hati-hati dengan frekuensi muntah yang tak kunjung hilang selama beberapa jam, sebab gejala ini kemungkinan disebabkan oleh pankreatitis.

Pankreatitis bisa menjadi penyakit yang parah dan berpotensi mengancam nyawa. Karena itulah, pendekatan wait and see atau menunggu dan melihat gejala ditakutkan akan semakin memperparah penyakit yang seharusnya bisa segera ditangani.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

Penyebab mulut terasa pahit saat puasa biasanya tidak berbahaya. Bisa jadi, mulut terasa pahit karena Anda lalai melakukan hal yang satu ini! Apa ya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 19/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

warna rambut

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020
resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020