3 Hal yang Terjadi Dalam Tubuh Saat Kita Tertawa

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kata orang-orang, tertawa itu sehat. Bisa membuat Anda lebih bahagia, lebih senang, dan melepaskan beban yang mungkin sedang jadi masalah bagi Anda. Ungkapan ini ternyata tidak salah.

Pada tahun 2001 lalu, seperti dimuat di WebMD, para peneliti dari University of Maryland melakukan penelitian yang menunjukkan bahwa tertawa adalah senjata terakhir untuk melawat penyakit jantung. Kira-kira begitu yang dilaporkan para peneliti tersebut kepada American Heart Association, yang mengatakan jantung seseorang yang mengalami masalah akan lebih sehat ketika rutin tertawa, dan menggunakan humor untuk menghadapi masalah.

Dalam sebuah studi yang dilakukan Michael Miller, MD, direktur Center for Preventive Cardiology di University of Maryland Medical Center, Baltimore, ia dan koleganya meminta 150 orang yang pernah mengalami serangan jantung atau operasi jantung pergi ke pesta, dan tanpa mereka ketahui, di sana mereka akan bertemu dengan seseorang yang mengenakan baju identik dengan mereka, atau akan ada seorang pramusaji yang menumpahkan minuman kepada mereka. Para peneliti kemudian membandingkan respon yang mereka tunjukkan, baik dari para penderita penyakit jantung, dan dari 150 responden sehat tanpa masalah jantung.

Hasilnya, orang yang lebih sehat ternyata lebih cenderung tertawa dan menggunakan humor untuk keluar dari situasi yang tidak nyaman tersebut. Di sisi lain, hanya 40% dari orang-orang dengan masalah jantung yang menghadapi situasi ini dengan tawa.

Belum diketahui bagaimana tepatnya tertawa dapat melindungi jantung, kata Miller. Namun beberapa bukti menunjukkan bahwa efek gelak tawa, terkikik, atau tertawa terbahak-bahak dapat mengurangi hormon stres seperti kortisol, sekaligus mengurangi tekanan darah. Ini artinya tertawa bisa mengurangi risiko penyakit jantung. “Seperti diketahui, stres mental bisa merusak endothelium, dinding pelindung garis pembuluh darah,” kata Miller lagi.

Miller melanjutkan, di samping efek fisiologis, ada mekanisme tambahan untuk menjelaskan kenapa tertawa baik untuk jantung dan kesehatan Anda. Ia berharap untuk mencari tahu lebih lanjut di studi selanjutnya.

Lee Berk, DrPh, pionir studi tertawa, mengatakan tertawa telah terbukti mengurangi kortisol dan hormon stres lainnya, meskipun tidak semua orang setuju. “Tertawa juga bisa meningkatkan sistem imun,” tambah Berk yang juga direktur Pusat Neurommunology di Loma Linda University School of Medicine dan professor Health Promotion and Education di University School of Public Health.

Dalam studinya yang dipublikasikan American Journal of the Medical Sciences Desember 1989, ia menemukan bahwa tertawa adalah jenis pengusir stres yang baik. Ia mengurangi kortisol, epinephrine, dan zat buruk lainnya dalam darah. Meningkatnya kortisol dan epinephrine akan menekan sistem imun, jadi mengurangi kadar ini dipercaya akan bermanfaat bagi tubuh.

3 manfaat tertawa bagi tubuh

Bila memperhatikan apa yang sudah dipaparkan sejumlah peneliti di atas, secara singkat tertawa dapat memberi pengaruh pada tubuh kita dalam hal beriku ini. 

1. Menurunkan tekanan darah

Sama seperti yang sudah dijelaskan di atas, tertawa menurunkan tekanan darah. Sehingga ada baiknya Anda sering-sering tertawa (asal jangan terlalu sering tertawa sendiri saja). Turunnya tekanan darah seseorang karena tertawa bisa juga melindungi Anda dari stroke dan masalah jantung.

2. Membentuk otot perut

Selain berolahraga dan ngegym, tertawa bisa jadi salah satu solusi untuk membentuk otot perut agar kencang dan juga terbebas dari lemak jahat. Saat kita tertawa, otot perut akan ikut tertarik dan berkontraksi. Keadaan yang hampir sama terjadi ketika Anda berlatih membentuk perut di gym.

3. Memproduksi endorfin

Endorfin merupakan penghilang rasa sakit yang alami dari dalam tubuh. Ia juga menstimulasi rasa bahagia di otak, sehingga akan membuat Anda lebih rileks dan mampu mengontrol emosi.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Memanfaatkan Hipnoterapi untuk Menyembuhkan Trauma Psikologis

Bagi orang yang memendam trauma psikologis yang serius, dampaknya begitu terasa dalam hidup sehari-hari. Untungnya, metode hipnoterapi bisa membantu Anda.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 18/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Pro dan Kontra Mengonsumsi Obat Antidepresan

Antidepresan bisa membantu penderita depresi agar pulih, tapi ada efek samping yang perlu diwaspadai. Pahami pro dan kontra antidepresan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 18/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

Benarkah frozen yogurt memiliki kandungan lemak yang lebih sedikit dari es krim? Cari tahu di sini untuk memastikan apakah frozen yogurt memang lebih sehat.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 17/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

Hampir semua orang pernah mengalami mata atau tangan kedutan. Namun, apakah Anda tahu arti kedutan dan risikonya bagi kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

menjaga kebersihan diri

Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 5 menit
Berpikir negatif demensia

Sering Berpikir Negatif Bisa Tingkatkan Risiko Demensia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . Waktu baca 4 menit
psikoterapi

Keluar dari Lubang Hitam Anda Lewat Psikoterapi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . Waktu baca 5 menit
sumber stres dalam pernikahan

6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit