Cara Cek Kesehatan dari Penampakan dan Kondisi Puting Dada Anda

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Puting susu pada payudara bukanlah sebuah hiasan tubuh tanpa makna. Kondisi puting Anda bisa menjadi cerminan kesehatan tubuh Anda secara umum. Berikut info lebih lengkapnya.

Apakah puting susu Anda…

1. Mengeluarkan cairan

Jika Anda sedang tidak hamil atau menyusui, Anda segera harus cek ke dokter jika puting mengeluarkan cairan aneh — misalnya putih susu (mirip ASI), bening, hingga kehijauan.

Pada kebanyakan kasus, keluarnya cairan dari puting payudara perempuan (galaktorea) bisa menjadi hasil dari rangsangan yang berlebihan. Misalnya dari rangsangan seksual atau gesekan pakaian. Oversensitivitas saraf payudara setelah pembedahan/trauma/luka bakar pada dada, akibat herpes zoster, efek stres kronis, efek samping obat-obatan tertentu (seperti H2 blocker cimetidine/tagamet, pil KB, dan metoclopramide), tumor jinak pituitari, hingga gagal ginjal kronis juga bisa menyebabkan hal ini.

Leah S. Gendler, MD, ahli bedah payudara di Morristown Medical Center di New Jersey menambahkan, keluarnya cairan dari puting secara tiba-tiba bisa menandakan gejala kanker payudara. Hal ini juga berlaku untuk puting dada pria.

2. Ada tiga buah

Segelintir orang di dunia ini memiliki tiga puting susu. Diperkirakan satu dari 50 wanita dan 1 dari 100 pria di dunia ini terlahir memiliki tiga puting susu. Puting ketiga biasanya tidak memiliki pengaruh apapun selama tidak ada aspek lain yang salah dalam tubuh Anda. Pada kebanyakan kasus, puting ekstra ini malah sering dianggap sebagai tanda lahir atau tahi lalat biasa.

Ahli bedah plastik Grace Ma, MD, dari Peachtree Plastic Surgery di Atlanta, menyatakan bahwa puting ketiga ini bisa saja dihilangkan lewat pembedahan sederhana. Meski begitu, puting tambahan juga bisa mengeluarkan cairan atau ASI. Nah, jika cairan yang keluar berwarna transparan atau kuning kehijauan sama seperti yang telah dijelaskan di atas, maka segera cek ke dokter.

3. Mengalami iritasi

Puting payudara yang iritasi atau meradang umumnya dialami oleh ibu menyusui. Namun wanita non-menyusui dan pria juga bisa mengalami hal yang sama. Seringnya, puting iritas disebabkan oleh gesekan bra atau pakaian saat berolahraga yang tercampur dengan keringat.

Parahnya lagi, puting yang iritasi bisa menimbulkan warna kemerahan, gatal, bersisik, dan mengelupas. Bila puting Anda menunjukkan gejala ini meski Anda tidak habis berolahraga atau melakukan hal lain yang dapat mengiritasi kulit sekitar puting, ada baiknya Anda segera hubungi dokter. Hal ini bisa menjadi salah satu kondisi langka, salah satunya penyakit Paget. Penyakit Paget merupakan bentuk kanker yang agak langka yang memengaruhi bagian puting susu dan areola. Namun jangan terlampau khawatir dulu, kondisi ini juga bisa hanya sekadar gejala eksim biasa.

4. Berbulu

Benjolan kecil di sekitar puting susu merupakan folikel tempat tumbuhnya rambut-rambut halus. Anda dapat menghilangkan rambut-rambut ini dengan menggunting, mencabut satu per satu atau melalui proses waxing. Namun bila folikel-folikel ini tiba-tiba nyeri, bengkak, gatal, bersisik, atau bahkan mengeluarkan cairan, ada baiknya Anda segera hubungi dokter. Tanda-tanda ini bisa menjadi pertanda adanya infeksi atau kanker payudara.

5.  Nyeri saat menyusui

Puting yang terasa nyeri, panas, dan kasar, merupakan salah satu hal yang umum dialami ibu awal-awal masa menyusui. Tapi jika rasa sakit ini berlanjut dalam jangka waktu lama, ada baiknya Anda segera berkonsultasi ke dokter. Ada beberapa kemungkinan kondisi yang menyertai, antara lain posisi mulut bayi atau posisi menyusui tidak benar. Namun, bisa juga hal ini disebabkan oleh infeksi bakteri atau infeksi jamur candida.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 27, 2018 | Terakhir Diedit: Januari 22, 2018

Sumber
Yang juga perlu Anda baca