Perubahan Siklus Menstruasi di Usia 20-an, 30-an, dan 40-an

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Meskipun menstruasi terjadi setiap bulan, namun, siklus menstruasi sering kali tidak dapat diprediksi. Menstruasi bisa terjadi lebih cepat atau lebih lambat, terjadi setiap bulan atau dua bulan sekali, atau berlangsung selama tujuh hari, kurang, atau bahkan lebih. Dan seiring bertambahnya usia, siklus haid ini akan beradaptasi karena terjadi perubahan hormonal terkait faktor usia, kehamilan, dan pramenopause.

Siklus menstruasi sebelum usia 20-an

Di usia remaja, wanita cenderung mengalami siklus haid yang tidak menentu. Siklus menstruasi sering datang lebih cepat atau lebih lambat, yang biasanya disertai dengan beberapa gejala yang terjadi sejak beberapa hari sebelum haid, dikenal dengan istilah Premenstrual Syndrome (PMS).

Gejala PMS biasanya berupa kram perut akibat kontraksi otot rahim, payudara terasa sakit dan membesar, serta nyeri pada kaki dan pinggul.

Siklus haid di usia 20-an hingga awal 40-an

Kabar baiknya adalah, di usia 20-an, siklus menstruasi Anda akan lebih teratur dan dapat diprediksi. Jarak antara hari pertama haid bulan ini dengan hari pertama haid bulan depan biasanya berjarak 28 hari, dan menstruasi akan terjadi selama 2 sampai 7 hari.

Saat Anda memiliki bayi namun tidak menyusui, biasanya Anda akan mulai menstruasi lagi setelah enam minggu proses kelahiran. Atau, jika Anda menyusui, Anda akan haid lagi setelah menghentikan atau mengurangi jumlah waktu Anda menyusui. Kram perut saat haid juga akan membaik setelah Anda melahirkan, hal ini terjadi karena pembukaan serviks menjadi sedikit lebih besar, sehingga arus keluar darah tidak memerlukan kontraksi rahim yang kuat.

Sayangnya, faktor tertentu dapat mempengaruhi siklus menstruasi Anda, seperti pemilihan alat kontrasepsi, stres, dan masalah lainnya. Di usia 20-an sampai awal 30-an, ada beberapa gejala yang jika terjadi pada Anda, harus segera diperiksakan ke dokter:

  • Perdarahan yang lebih berat. Hal ini bisa disebabkan oleh pertumbuhan jinak yang disebut fibroid.
  • Rasa sakit yang berlebihan yang berlangsung sepanjang bulan. Hal ini bisa disebabkan oleh endometriosis atau infeksi lapisan dalam rahim.
  • Terlambat menstruasi. Hal ini bisa menjadi tanda awal kehamilan atau disebabkan oleh sindrom ovarium polikistik jika menstruasi disertai dengan pertumbuhan rambut berlebih, penambahan berat badan, dan kolesterol tinggi.

Anda perlu memeriksakan diri ke dokter jika mengalami siklus menstruasi abnormal lebih dari 7 hari, siklus menstruasi kurang dari 21 hari atau lebih dari 38 hari, rasa sakit yang berlebihan dibandingkan kram perut biasa, perdarahan antar siklus menstruasi atau setelah berhubungan seksual, atau terlambat menstruasi. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi Anda secara tepat.

Siklus menstruasi di usia akhir 40-an sampai 50-an

Meskipun rata-rata menopause terjadi di usia 50-an, namun, menopause dapat terjadi lebih awal untuk beberapa wanita, ini disebut menopause dini. Dan biasanya, 10 tahun sebelum menopause, beberapa wanita sering mengalami perubahan pada siklus haidnya.

Menjelang menopause, aliran darah haid bisa berubah menjadi lebih ringan, lebih berat, atau lebih lama. Anda juga dapat mengalami gejala menopause seperti hot flashes atau berkeringat di malam hari.

Meskipun pada usia ini ovulasi tidak menentu, Anda tetap perlu menggunakan alat kontrasepsi jika tidak ingin mengalami kehamilan. Dan jika pada usia ini Anda mengalami perdarahan berat yang disertai dengan kulit kering, rambut rontok, dan metabolisme yang lambat, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter; karena hal ini dapat menandakan adanya masalah tiroid pada tubuh Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Mengapa Kuku Bisa Cantengan dan Bagaimana Mengobatinya?

Kuku yang cantengan tak hanya mengerikan untuk dipandang mata, namun bisa terasa menyakitkan dan mungkin bernanah. Begini cara mengobatinya.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Tips Sehat 08/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Mungkin Anda kaget saat tahu kalau kelopak mata bengkak tiba-tiba. Ada banyak hal yang bisa bikin kelopak mata Anda bengkak. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Momen anak disunat menjadi salah satu hal penting, khususnya di Indonesia. Tapi, dari sisi medis, kapan waktu yang tepat untuk melakukan sunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Banyak gejala penyakit yang sering kali kita abaikan karena terkesan remeh. Padahal, jika dibiarkan justru efeknya bisa fatal.

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kode wadah plastik pada makanan atau minuman

Apakah Wadah Plastik untuk Makanan Anda Aman Bagi Kesehatan? Cari Tahu Lewat Kode Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
tanggal kedaluwarsa

4 Fakta yang Perlu Anda Ketahui Seputar Tanggal Kedaluwarsa

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
botol plastik hangat

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat bersepeda

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit