Sebenarnya, Apa Sih, Fungsi Kotoran Telinga? Perlukah Dibersihkan Rutin?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Meski tampilannya yang berwarna kuning, lengket, dan bau bukanlah pemandangan indah yang ingin Anda lihat pertama kali di pagi hari, kotoran telinga ternyata punya banyak manfaat. Oleh karena itu, Anda sebenarnya tidak boleh sembarangan membersihkan kotoran telinga. Salah-salah, cotton bud yang masuk ke dalam telinga bisa jadi senjata makan tuan untuk kesehatan pendengaran Anda. Lantas, apa fungsi kotoran telinga dan harus seberapa sering dibersihkan?

Apa fungsi kotoran telinga?

Kotoran telinga dibuat di kanal telinga luar, yang merupakan area antara bagian tengah dan luar telinga. Kulit di saluran telinga luar memiliki kelenjar khusus untuk menghasilkan kotoran telinga, yang memiliki tekstur agak lengket dan berwarna kuning. Setiap orang menghasilkan jumlah dan jenis kotoran telinga yang berbeda-beda, tergantung dari genetik.

Produksi kotoran telinga ini bukannya tanpa alasan. Kotoran telinga adalah pelindung alami telinga dari segala macam partikel asing yang berpotensi membahayakan tubuh, seperti serangga, debu, kotoran yang masuk ke dalam telinga sehingga tidak mengganggu kerja telinga.

Telinga akan otomatis membersihkan bagian dalamnya saat kita berbicara, mengunyah, dan menggerakkan rahang. Gerakan wajah ini akan mendorong kotoran bergerak ke arah luar saluran telinga sementara memerangkap benda-benda asing dalam telinga, berkat teksturnya yang lengket.

Kotoran telinga juga mengandung properti antibiotik dan antijamur untuk melawan infeksi yang bisa melukai kulit di dalam saluran telinga. Kotoran telinga melindungi dan melembabkan kulit saluran telinga, mencegah telinga kering dan gatal.

Bagaimana cara yang benar untuk membersihkan kotoran telinga?

Normalnya, kotoran telinga tidak akan menyumbat ke bagian saluran telinga yang lebih dalam, kecuali jika kotoran telinga tersebut terdorong masuk saat Anda membersihkan telinga dengan cotton bud, kapas, atau benda lainnya.

Oleh karena itu, Anda sebenarnya tidak perlu melakukan apa-apa untuk membersihkan kotoran itu karena saluran telinga Anda mampu membersihkan dirinya sendiri. Setiap kali Anda mengunyah atau menggerakkan rahang ketika berbicara, Anda membantu menghanyutkan kotoran telinga dari saluran telinga menuju lubang telinga; sehingga kotoran telinga akan mengering dan jatuh.

Namun, jika Anda mulai merasa ada kotoran telinga di bagian telinga luar, Anda bisa menyeka bagian luar telinga dengan waslap lembap.

Bahayanya membersihkan kotoran telinga pakai cotton bud

Anda tidak dianjurkan untuk membersihkan telinga dengan kapas, cotton bud, atau dengan kuku jari atau hal lain untuk disodok di dalam telinga. Saluran telinga dan gendang telinga Anda sangat halus, sehingga membersihkan kotoran telinga dengan benda-benda tersebut bisa mendorong kotoran telinga masuk lebih dalam dan terperangkap.

Alhasil, kotoran telinga yang terjebak ini dapat menyebabkan infeksi karena bisa saja cotton bud membawa bakteri yang berasal dari luar telinga. Mengorek telinga juga berpotensi melukai saluran telinga, dan dalam kasus yang lebih parah dapat merusak gendang telinga hingga menyebabkan rasa sakit, perdarahan, sampai kehilangan kemampuan pendengaran sementara.

Bolehkah membersihkan telinga pakai ear candle?

Pada intinya adalah, menempatkan sesuatu ke dalam telinga Anda merupakan ide yang buruk, termasuk menempatkan lilin menyala di telinga Anda atau yang biasa dikenal dengan ear candle.

Lalu, bagaimana cara untuk membersihkan kotoran telinga yang mengeras atau mengering?

Jika Anda merasa kotoran telinga Anda terlalu banyak, coba teteskan peroksida hidrogen, tetes telinga, minyak mineral, atau larutan garam di telinga Anda. Cara ini bisa membantu melarutkan kotoran telinga atau melembutkannya. Namun, jika cara ini tidak berhasil, tanyakan kepada dokter untuk mendapatkan cara terbaik lainnya.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca