Berbagai Penyebab Nyeri Punggung, dari yang Sepele Sampai Bahaya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Nyeri punggung adalah keluhan sakit umum yang dapat terjadi di segala usia, terutama pada orang dewasa berusia antara 35 sampai 55 tahun. Biasanya, nyeri punggung disebabkan oleh faktor mekanik (yaitu rasa sakit yang berasal dari sendi, tulang, atau jaringan lunak di dalam dan di sekitar tulang belakang) dan juga disebabkan oleh faktor yang tidak diketahui secara pasti. Namun secara umum, berikut adalah macam-macam penyebab nyeri punggung.

Kelainan struktur tulang

  • Herniasi diskus: Hal ini terjadi karena jaringan lunak pada cakram antara sendi telah keluar dari posisinya. Kondisi ini menimbulkan rasa sakit di punggung bagian bawah atau pinggul karena saraf di daerah tersebut menjadi tertekan.
  • Stenosis spinal: Stenosis spinal terjadi karena saluran tulang belakang Anda menyempit. Akibatnya, kondisi ini menambah tekanan pada tulang belakang dan sarah Anda sehingga membuat kaki dan bahu terasa mati rasa. Kondisi ini biasanya terjadi pada orang berusia 60 tahun ke atas.
  • Radikulopati serviks: Merupakan saraf terjepit yang disebabkan oleh tulang pacu atau herniasi diskus.
  • Spondylolisthesis: Suatu kondisi di mana salah satu tulang dari tulang belakang (vertebra) slip keluar dari tempat ke vertebra di bawahnya. Jika tergelincir terlalu banyak, tulang akan menekan saraf sehingga menyebabkan rasa sakit.
  • Osteoporosis: Pengeroposan tulang bisa terjadi di mana saja, termasuk tulang belakang. Tulang belakang yang rapuh dan keropos pun bisa jadi penyebab nyeri punggung.
  • Skoliosis: Kondisi melengkungnya tulang belakang ke samping secara tidak normal yang dapat menyebabkan nyeri punggung.
  • Arthritis: Penyakit sendi yang dapat menyebabkan kekakuan, pembengkakan, dan pembengkakan sehingga dapat menimbulkan nyeri punggung.
  • Osteoarthritis: Penyakit sendi degeneratif yang terjadi saat tulang rawan dan tulang Anda rusak.
  • Rematik sistemik: Ini adalah jenis arthritis yang mempengaruhi sendi dan ligamen di sepanjang tulang belakang.

Kecelakaan dan cedera

Beberapa kondisi seperti kecelakaan, terjatuh, otot keseleo, dan patah tulang bisa memicu terjadinya nyeri punggung. Misalnya pada kasus-kasus berikut ini.

  • Patah tulang belakang atau vertebra: Patah tulang belakang biasanya terjadi karena trauma akibat kecelakaan mobil, jatuh dari ketinggian, cedera saat berolahraga, atau tindak kekerasan (luka tembak atau tusuk). Kondisi ini menyebabkan tulang belakang patah atau retak yang akan menimbulkan nyeri pada punggung Anda.
  • Ketegangan otot: Luka pada ligamen, otot, dan tendon yang menopang tulang belakang dan sendi-sendinya bisa menyebabkan nyeri punggung. Hal ini sering terjadi karena Anda mengangkat sesuatu dan memutar pada waktu bersamaan, cedera saat olahraga, atau kecelakaan.
  • Kejang/spasme: Kejang adalah kontraksi otot secara tak sadar atau tak disengaja. Kekejangan otot dapat berlangsung dalam beberapa waktu dan timbul dengan sendirinya. Kejang juga bisa terjadi karena otot dan tendon robek di punggung bawah akibat mengangkat beban berat atau berolahraga terlalu keras.

Faktor gaya hidup

Beberapa gaya hidup yang bisa jadi penyebab nyeri punggung adalah posisi duduk yang salah, mengangkat benda berat dengan posisi yang salah, tidak pernah olahraga, kebiasaan merokok, memakai sepatu hak tinggi, dan lainnya.

Faktor emosi

Tanpa Anda sadari, stres juga dapat menyebabkan ketegangan otot di punggung. Bahkan, depresi dan kecemasan berlebih juga dapat membuat rasa sakit terasa lebih parah lagi. Sebuah teori menyebutkan bahwa siklus nyeri punggung akibat stres dapat terjadi karena saat Anda stres, Anda cenderung menghindari aktivitas sehari-hari. Keterbatasan pergerakan dan aktivitas yang berlangsung terus menerut tersebut menyebabkan melemahnya otot fisik yang memicu terjadinya nyeri pada punggung.

Penyebab nyeri punggung lainnya

Nyeri punggung juga bisa disebabkan oleh kondisi lain seperti:

  • Kanker tulang belakang: Tumor yang terletak di tulang belakang dapat menekan saraf sehingga mengakibatkan nyeri punggung.
  • Salah pilih kasur: Jika kasur yang Anda gunakan tidak mendukung bagian tubuh tertentu dan menjaga tulang belakang tetap lurus, maka Anda berisiko mengalami nyeri punggung.

Kapan harus ke dokter?

Sebagian besar nyeri punggung akan berangsur membaik dengan perawatan di rumah, biasanya dalam waktu dua minggu. Jika tidak membaik juga, Anda perlu segera menemui dokter Anda. Apalagi jika nyeri punggung tidak membaik setelah diobati atau istirahat cukup, nyeri meluas ke bagian tubuh lain, nyeri punggung disertai mati rasa atau kesemutan pada satu atau kedua kaki, serta berat badan menurun tanpa sebab.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Yang juga perlu Anda baca

Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Telat haid memang bisa jadi ciri hamil, tapi bisa juga tidak. Jadi berapa lama sejak telat datang bulan bisa menjadi pertanda kehamilan. Cek di sini ya!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Seks & Asmara 14 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Dari Mana Datangnya Intuisi? Dan Kenapa Harus Kita Turuti?

Setiap orang memiliki intuisi, sebagian mempercayai intuisinya dan sebagian lagi tidak. Sebenarnya, apa itu intuisi? Dan kenapa kita perlu mengikutinya?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Mana yang Lebih Sehat Buat Payudara: Bra Biasa Atau Berkawat?

Saat memilih bra, Anda mungkin bimbang antara bra kawat atau bra biasa tanpa kawat. Yuk, simak pertimbangan dari para ahli berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Begini Trik Mudah untuk Mengurangi Konsumsi Gula

Mengurangi gula tak semudah berhenti minum teh pakai gula atau menghindari makan cake. Ada banyak makanan sehari-hari yang ternyata mengandung gula tinggi.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 12 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

vaksin MMR

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit
efek samping imunisasi

Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit
obat sakit gigi

Pilihan Obat Sakit Gigi Antibiotik dan Apotek yang Ampuh untuk Anda

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit
alergi binatang kucing dan anjing

Alergi Binatang Kucing dan Anjing: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit