Anda Suka Mengunyah Es Batu? Mungkin Ini Penyebabnya

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Mengunyah es batu di siang hari yang terik mungkin dapat menjadi sangat menyenangkan dan menyegarkan. Namun, jika Anda memiliki kebiasaan ini dan terlalu sering mengunyah es batu, Anda mungkin harus mulai waspada.

Kondisi ini dinamakan pagophagia

Kebiasaan mengunyah es batu merupakan salah satu bentuk kondisi medis yang disebut pica, yaitu kebiasaan mengunyah atau memakan benda yang tidak lazim. Pica biasanya dialami oleh anak-anak, namun kebiasaan atau kecanduan mengunyah es batu—atau yang secara medis dikenal dengan istilah pagophagia, biasanya dapat terjadi pada segala usia. Pica biasanya dapat muncul akibat seseorang mengalami kekurangan suatu nutrisi tertentu pada tubuh. Biasanya, pada pagophagia, kondisi tersebut muncul akibat penderita mengalami kekurangan zat besi atau anemia.

Untuk masuk dalam kategori pagophagia atau kecanduan mengunyah es, Anda harus memiliki gejala selama satu bulan atau lebih. Seseorang yang mengalami kondisi ini biasanya akan mencari es secara terus menerus, bahkan dapat mengunyah es dari freezer untuk memenuhi keinginannya.

BACA JUGA: Awas, Makanan Gosong Bisa Jadi Pemicu Kanker

Hubungan antara hobi mengunyah es baru, dengan kekurangan zat besi

Untuk memperlihatkan hubungan antara mengunyah es dengan kekurangan zat besi, sebuah penelitian mengevaluasi perilaku 81 pasien yang menderita anemia defisiensi besi dan menemukan bahwa pagophagia merupakan kondisi yang sering ditemui. Ditemukan bahwa 16% dari peserta yang mengalami pagophagia memperlihatkan penurunan gejala lebih cepat setelah diberikan suplemen zat besi.

Lalu bagaimana kekurangan zat besi dapat menyebabkan kebiasaan mengunyah es? Beberapa teori mengatakan bahwa kekurangan zat besi dapat menyebabkan gejala seperti nyeri pada lidah, mulut kering, berkurangnya kemampuan mengecap, dan kesulitan menelan. Gejala-gejala tersebut akan diperingan dengan mengunyah atau mengemut es. Kegiatan ini dapat mengurangi inflamasi dan rasa tidak nyaman.

Hubungan mengunyah es dan peningkatan kerja otak

Gejala lain dari anemia defisiensi zat besi adalah kelelahan yang pada akhirnya mempengaruhi kinerja otak. Para peneliti memperkirakan bahwa mengunyah es dapat merangsang perubahan pada peredaran darah otak yang pada akhirnya akan meningkatkan suplai oksigen ke otak. Peningkatan aliran oksigen ini akan meningkatkan kewaspadaan dan kecepatan berpikir.

BACA JUGA: 8 Kebiasaan Sehari-hari yang Dapat Merusak Otak

Seorang psikolog dari universitas Pennsylvania, Melissa Hunt, Ph. D, menjelaskan mengenai hal ini. Beliau mengatakan bahwa ketika suhu dingin menyentuh wajah, suhu dingin tersebut akan menyempitkan pembuluh darah tepi dan sebagai gantinya, mengalirkan lebih banyak darah ke otak. Hal inilah yang menyebabkan peningkatan kerja otak.

Dampak buruk mengunyah es batu

Kebiasaan mengunyah es mungkin tidak memberikan dampak seburuk dan seberbahaya kebiasaan merokok atau meminum alkohol. Dampak terbesar yang akan dialami oleh penderita pagophagia adalah pada gigi dan rahang.

Kebiasaan mengunyah es dapat mengikis gigi Anda, merusak gusi, dan menghancurkan tambalan yang sudah ada. Anda juga mungkin akan mengalami nyeri pada otot-otot rahang atau gangguan pada sendi rahang. Selain itu, jika penyebab tersering dari kondisi ini yaitu anemia tidak diobati, maka penderita memiliki risiko mengalami kerusakan jantung.

BACA JUGA: Berbagai Gejala Serangan Jantung yang Perlu Diwaspadai

Sementara itu, anemia sendiri yang merupakan penyebab utama dari pagophagia dapat berujung pada beberapa kondisi. Anemia defisiensi besi biasanya disebabkan karena terjadinya perdarahan kronik, seperti adanya polip pada saluran cerna, periode menstruasi yang berlangsung lama dan banyak, perdarahan dari tukak lambung, atau riwayat operasi lambung sebelumnya. Langkah pertama yang harus diambil adalah mencari tahu ada tidaknya sumber perdarahan.

Komplikasi jangka panjang dari anemia dapat berupa gagal jantung, karena pada anemia, jantung Anda harus bekerja lebih keras untuk menjaga agar kebutuhan darah yang membawa oksigen tercukupi di seluruh tubuh. Jika Anda sedang hamil dan mengalami anemia, Anda memiliki risiko untuk melahirkan prematur atau bayi Anda dapat memiliki berat badan lahir rendah. Anak-anak yang menderita anemia jangka panjang dapat mengalami keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan, serta lebih rentan terhadap infeksi.

Bagaimana cara mengatasi kebiasaan makan es batu?

Jika Anda mengalami pagophagia dan curiga bahwa Anda mengalami kekurangan besi, maka Anda dapat berkonsultasi ke dokter. Dokter Anda mungkin akan menyarankan pemeriksaan lanjutan seperti pengambilan darah untuk mengetahui kadar besi dalam tubuh Anda. Jika Anda memang mengalami kekurangan besi, maka Anda dapat mengonsumsi suplemen atau meningkatkan asupan nutrisi Anda dengan bahan pangan yang kaya akan besi, seperti daging dan sayuran hijau.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Psoriasis pada Kuku

Semua bagian tubuh bisa saja terserang psoriasis, termasuk kuku Anda. Simak ulasan lengkap tentang gejala dan perawatan psoriasis kuku dalam artikel ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Kulit, Psoriasis 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Hati-hati jika punya riwayat penyakit ginjal kronis atau akut. Komplikasinya bisa merambat sampai otak, disebut dengan ensefalopati uremikum.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Urologi, Ginjal 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit

3 Hal yang Membuat Seks Tidak Lagi Terasa Memuaskan, dan Cara Mengatasinya

Lama-lama, seks bisa jadi membosankan. Apakah artinya sudah tak saling cinta lagi? Bisakah hubungan suami istri terasa nikmat seperti dulu lagi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit

5 Hal yang Harus Anda Lakukan Ketika Menyaksikan Bullying

Anda sering melihat bullying tapi tidak tahu harus berbuat apa? Anda ingin menolong korban tapi takut? Cari tahu di sini apa yang harus Anda lakukan!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hidup Sehat, Psikologi 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kebugaran jantung

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
pasangan malu berhubungan intim

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
cedera kaki pakai tongkat kruk

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Psoriasis kulit kepala

Psoriasis pada Kulit Kepala

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit