Gendang telinga adalah salah satu bagian indera pendengaran yang paling penting untuk menangkap suara dari luar. Dengan gendang telinga, Anda bisa menikmati suara musik, kicauan burung, dan suara-suara lainnya. Namun, banyak orang yang bilang kalau kebiasaan membersihkan telinga dengan cotton bud dan tekanan saat naik pesawat bisa menjadi penyebab gendang telinga pecah. Apa benar begitu?

Gendang telinga yang pecah itu seperti apa, sih?

Gendang telinga pecah dalam istilah medisnya disebut perforasi membran timpani. Ini terjadi ketika selaput timpani mengalami sobekan sehingga berlubang. Selaput timpani adalah jaringan tipis yang membagi telinga tengah dan saluran telinga bagian luar.

Normalnya, membran timpani akan bergetar ketika gelombang suara masuk ke telinga. Getaran ini akan dilanjutkan ke tulang-tulang pendengaran di telinga tengah dan diubah menjadi impuls saraf ke otak, sehingga Anda dapat mendengar suara yang masuk.

Jika gendang telinga pecah atau rusak, telinga bagian tengah tentu tidak dapat menerima getaran. Anda berisiko mengalami hilang pendengaran sementara atau permanen, tergantung seberapa parah kondisi yang Anda alami.

Apa saja gejala gendang telinga pecah?

Sakit telinga adalah salah satu gejala gendang telinga pecah yang paling umum. Hal ini biasanya disertai dengan gejala lainnya berupa:

Apa penyebab gendang telinga pecah?

Ada banyak penyebab gendang telinga pecah, yaitu:

1. Masuknya partikel asing

Partikel asing yang masuk terlalu dalam ke telinga dapat meningkatkan risiko gendang telinga pecah. Ini termasuk juga bagi Anda yang sering membersihkan telinga pakai cotton bud atau besi pembersih telinga, benda-benda tersebut dapat melukai telinga lebih dalam, mendorong kotoran telinga ke dalam, dan memicu infeksi.

Kondisi ini sangat sering dialami oleh anak-anak yang suka memasukkan benda-benda asing ke telinganya. Jadi, berhati-hatilah untuk para ortu dan tetap awasi anak Anda saat bermain.

2. Infeksi telinga tengah (otitis media)

obat infeksi telinga

Infeksi telinga tengah atau otitis media adalah salah satu penyebab gendang telinga pecah yang paling umum, terutama pada anak-anak. Hal ini disebabkan karena terlalu banyak cairan yang menumpuk di belakang gendang telinga. Akibatnya, tekanan yang dihasilkan menyebabkan gendang telinga berisiko robek dan pecah.

3. Mendengar suara terlalu keras

dewasa kena infeksi telinga

Kaget saat mendengar suara petir, ledakan, atau tembakan senapan yang sangat keras juga dapat membuat gendang telinga pecah. Begitu pula bagi Anda yang tidak terbiasa menonton konser dengan suara speaker yang keras, maka sebaiknya hati-hati dengan risiko gendang telinga pecah.

4. Tekanan tinggi di telinga

aerophobia

Tekanan tinggi di telinga atau barotrauma adalah kondisi saat tekanan udara di telinga tengah dengan lingkungan luar tidak seimbang, seringnya terjadi saat Anda naik pesawat. Ketika pesawat lepas landas, tekanan di kabin pesawat akan menurun atau naik drastis. Sedangkan tekanan di telinga Anda akan semakin besar dan berisiko menyebabkan gendang telinga pecah.

Selain itu, barotrauma juga dapat disebabkan oleh aktivitas menyelam (scuba diving), mengebut di jalanan saat berkendara, hingga pukulan langsung ke arah telinga.

5. Cedera kepala berat

gejala kerusakan otak akibat cedera kepala

Cedera berat di bagian kepala, misalnya fraktur tulang tengkorak, karena kecelakaan atau pukulan dapat menyebabkan kerusakan pada struktur telinga bagian tengah dan telinga bagian dalam. Ini artinya, gendang telinga Anda ikut berisiko mengalami kerusakan sehingga pada akhirnya dapat menyebabkan hilang pendengaran.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca