Azoospermia, Ketika Air Mani Pria Tidak Mengandung Sperma

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Azoospermia adalah sebuah kondisi ketika jumlah sperma yang terkandung dalam air mani pria sangat sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali. Menjadi salah satu kondisi infertilitas yang bisa terjadi pada pria, hal in tentunya perlu diantisipasi. Simak penjelasan lengkap mengenai azoospermia di bawah ini!

Apa itu azoospermia?

pengertian azoospermia

Secara umum, sistem reproduksi pria terdiri dari testis, prostat, penis, skrotum (buah zakar), epididimis, vas deferens, dan uretra (saluran kencing).

Sperma sendiri diproduksi di bagian tubulus seminiferus di dalam testis pria. Proses pembentukan sel sperma di dalam testis dinamakan spermatogenesis.

Namun, pada beberapa orang bukan tidak mungkin bisa megalami masalah kesuburan. Salah satunya adalah azoospermia.

Dikutip dari John Hopkins Medicine, azoospermia adalah isitilah medis yang digunakan ketika pria mengalami kondisi tidak mempunyai sperma saat ejakulasi.

Kondisi ini bisa terjadi sekitar 1% dari semua pria di dunia dan 15% pada pria yang tidak subur.

Jika Anda belum hamil juga walaupun terus berusaha setelah tahunan, bisa jadi kondisi ini menjadi penyebabnya.

Ada kemungkinan gejala atau ciri-ciri azoospermia juga sulit dilihat secara langsung sebelum melakukan tes kesuburan atau tes lainnya.

Penyebab tidak adanya sperma saat ejakulasi

Penyebab terjadinya azoospermia pada pria tidak bisa disamaratakan. Maka dari itu, akan terbagi dua jenis penyebab yang perlu Anda ketahui, seperti:

1. Azoospermia obtruktif

Jenis azoospermia yang satu ini disebabkan karena adanya penyumbatan di sepanjang sistem genital atau sistem reproduksi.

Anda mampu memproduksi sperma, tetapi terhalang sehingga tidak ada di dalam air mani.

2. Azoospermia nonobstruktif

Penyebab terjadinya azoospermia yang satu ini adalah karena adanya masalah dalam produksi sperma.

Kemungkinan terburuknya adalah tubuh tidak bisa mempoduksi sperma. Hal ini dikarenakan adanya gangguan hormon atau fungsi testis yang tidak sempurna.

Kurang atau sangat minimnya sperma saat ejakulasi dapat disebabkan oleh penyumbatan sistem genital. Padahal, produksi sperma sepenuhnya normal.

Faktor-faktor lainnya yang bisa menjadi penyebab:

  • Sedang menjalani pengobatan kanker.
  • Obat-obatan tertentu.
  • Mengalami pembengkakan skrotum atau varikokel.
  • Ketidakseimbangan hormon.
  • Faktor keturunan.

Jenis-jenis azoospermia

Berdasarkan penyebabnya, kondisi kurangnya jumlah sperma pada air mani terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:

1. Azoospermia pretesticuler

Kondisi ini juga disebut sebagai azoospermia obstruktif. Terjadi ketika sesorang pria mengalami gangguan hormon seks sehingga memengaruhi produksi sperma di testis.

Ada beberapa hal yang bisa menyebab kondisi ini. Beberapa di antaranya seperti:

  • Kallman sindrom.

Kallman sindrom adalah kelainan genetik bawaan pada kromosom X. Kondisi ini ditandai dengan rendahnya kadar hormon gonadotropin (GnRH) dan menurunnya fungsi indra penciuman.

GnRH sendiri bertugas untuk merangsang kelejar hipofisis untuk mengeluarkan hormon yang merangsang pembuatan sperma.

  • Gangguan hipotalamus atau kelenjar pituitari di otak.

Kondisi ini disebabkan akibat paparan radiasi atau obat-obatan tertentu, terutama yang digunakan dalam pengobatan kemoterapi.

Tak hanya itu, pengaruh alkohol, rokok, dan narkotika juga bisa memicu terjadinya gangguan hipotalamus di otak.

2. Azoospermia testiculer

Kondisi ini juga disebut sebagai azoospermia nonobstruktif, ketika pria mengalami kerusakan pada struktur atau fungsi testinya.

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan kondisi ini. Beberapa di antaranya seperti:

  • Infeksi di saluran reproduksi. Pria yang memiliki riwayat penyakit epididimitis dan uretritis lebih mungkin untuk mengalami kondisi ini.
  • Orchitis. Peradangan yang terjadi pada salah satu satu atau kedua testis dalam skrotum.
  • Cedera. Mengalami cedera di bagian selangkangan atau bahkan alat kemaluan karena kecelakaan atau benturan keras.
  • Anorchia. Dikenal juga dengan sebutan ‘sindrom testis hilang’. Kondisi ini terjadi ketika testis tidak muncul atau hilang setelah tahap kritis pembentukan organ seks,
  • Kriptorkismus. Kondisi ini terjadi ketika testis bayi laki-laki pada trimester ketiga tidak turun ke dalam skrotum saat lahir.
  • Sindrom Klinefelter. Kelainan bawaan yang menyebabkan seorang pria memiliki kelebihan kromosom X dan muncuk karakteristik wanita.
  • Riwayat penyakit tertentu. Beberapa penyakit seperti diabetes, sirosis, atau gagal ginjal bisa meningkatkan risiko pria mengalami kondisi ini.

3. Post-testicular azoospermia

Kondisi ini terjadi ketika sperma yang dihasilkan di testis justru tidak bisa dikeluarkan dari penis. Dalam banyak kasus, penyebab inilah yang paling sering dialami pria dengan azoospermia.

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan terjadinya kondisi ini. Beberapa di antaranya seperti:

  • Ejakulasi retrograde. Air mani dengan kondisi ini justru tidak keluar lewat lubang penis, melainkan berbalik ke atas hingga masuk dalam kandung kemih.
  • Azoospermia obstruktif. Kondisi ini terjadi ketika tabung yang membawa sperma dari testis ke penis mengalami penyumbatan.

Pilihan pengobatan yang bisa dilakukan

Jangan langsung berkecil hati ketika dokter memberi tahu kalau Anda mengalami kondisi tidak adanya sperma.

Dengan perawatan dan pengobatan yang tepat,  pria dengan kondisi ini tetap memiliki peluang untuk memiliki keturunan.

Berikut beberapa jenis pengobatan untuk pria dengan azoospermia:

1. Pengobatan untuk azoospermia obstruktif

Pembedahan atau operasi seringkali dapat memperbaiki saluran reproduksi yang tersumbat.

Cara mengobati azoospermia yang satu ini juga dapat dilakukan untuk membuat sambungan yng tidak pernah berkembang karena adanya cacat bawaan.

Semakin cepat penyumbatan tersebut ditangani, maka besar kemungkinan operasi akan berhasil.

Jika operasi berhasil, peluang Anda untuk program hamil serta memiliki momongan juga besar.

Berikut beberapa jenis operasi atau pembedahan yang bisa dilakukan, adalah:

  • Vasectomy reversal atau pembalikan vasektomi untuk menghubungkan kembali saluran sperma sehingga bisa terjadi ejakulasi.
  • MicroTESE adalah prosedur mengekstraksi sperma pada jaringan testis dengan sayatan kecil.
  • TURED, adalah pembedahan kecil yang dilakukan dengan kamera untuk menghilangkan penyumbatan.
  • Sunat
  • Mengobati bekas luka akibat infeksi menular seksual dengan endoskopi.

2. Pengobatan untuk azoospermia nonobstruktif

Hal yang pertama dilakukan sebagai cara mengobati azoospermia nonobstruktif adalah menganalisis air mani serta bagaimana hormon melalui aliran darah.

Bicarakan kondisi spesifik dengan dokter sehingga akan diberikan rekomendasi pengobatan.

Apabila tidak terlalu serius, sebagian orang hanya perlu melakukan perubahan gaya hidup, minum obat, serta melakukan detoksifikasi.

Diperlukan waktu sekitar 2 hingga 3 bulan untuk melihat apakah akan terdapat sperma di dalam air mani Anda.

a. Pengobatan hormon

Pengobatan untuk azoospermia ini disesuaikan dengan tingkat hormon yang dibutuhkan.

Hal ini memungkinkan agar sperma dapat kembali diproduksi oleh tubuh. Beberapa jenis hormon yang diperlukan adalah:

b. Varikokelektomi

Beberapa pria ada kemungkinan mengalami kondisi varikokel. Yaitu, pembuluh daah yang membesar juga bengkak pada skrotum sehingga menghambat produksi sperma.

Maka dari itu, diperlukan tindakan varikokelektomi miskroskopis untuk mengidentifikasi juga mengikat vena yang bermasalah.

Keberhasilan tindakan ini mencapai 40% untuk mengembalikan produksi sperma.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Yang Perlu Ortu Lakukan Saat Memergoki Anak Masturbasi

Mengetahui anak Anda melakukan masturbasi mungkin akan menimbulkan rasa kaget pada orang tua. Lalu bagaimana sebaiknya orang tua menyikapi hal tersebut?

Ditulis oleh: Novita Joseph
Parenting, Tips Parenting 8 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Penyebab Bayi Lahir Prematur

Jika bayi belum cukup umur untuk keluar dari rahim, mengapa bisa keluar sebelum waktunya? Berikut berbagai penyebab bayi lahir prematur.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Bayi, Bayi Prematur, Parenting 2 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

Kanker Penis

Kanker penis adalah jenis kanker yang berkembang di alat reproduksi pria. Cari tahu gejala, penyebab, serta pengobatan kanker penis di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 25 September 2020 . Waktu baca 8 menit

8 Makanan Wajib untuk Menjaga Kesehatan Penis

Penis sehat dapat memberikan kepuasan seksual untuk Anda dan pasangan. Untuk menjaga kesehatan penis, perhatikan apa yang ada makan! Apa saja makanan itu?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hidup Sehat, Seks & Asmara 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

nyeri atau sakit punggung

Nyeri Punggung, Ketahui Penyebab Hingga Pengobatan yang Efektif

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
masalah seks pada pria

5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
daging ayam belum matang

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
atrofi otot

Informasi Lengkap Atrofi Otot, Mulai dari Gejala Hingga Pengobatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 18 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit