Streptococcus (strep) adalah  bakteri yang bisa sangat mudah berkembang di lingkungan sekitar, sehingga mudah menyerang siapa saja, terutama anak-anak. Bakteri ini bisa menyebabkan infeksi ringan pada kulit juga radang tenggorokan. Namun, salah satu jenis bakteri, yaitu Streptococcus pyogenes baru-baru ini diketahui dapat menyebabkan PANDA’s syndrome atau infeksi bakteri pada anak yang serius.

PANDA’s Syndrome, infeksi yang membuat anak agresif

Penyakit ini diketahui dialami oleh seorang anak bernama Max yang dulunya sehat dan aktif. Namun, dari usia 3 sampai 8 tahun, berat badannya tidak mengalami kenaikan.

Masalah tersebut diikuti dengan perubahan perilakunya yang semakin agresif, suka memukul, dan mudah marah. Bahkan, Max sering mengedipkan mata, mengendus, dan menggeleng-gelengkan kepalanya.

Setelah diperiksa oleh 15 spesialis kesehatan yang berbeda, dokter memberikan diagnosis yang beragam seperti, gangguan makan, depresi, autisme, gangguan kecemasan, dan sindrom Tourette. Namun, diagnosis tersebut tidak membuat Max jadi lebih baik. Sampai ia dinyatakan mengalami infeksi bakteri strep yang disebut PANDA’s syndrome.

PANDA’s syndrome (Pediatric Autoimmune Neuropsychiatric Disorders Associated with Streptococcus) adalah gangguan neuropsikiatrik autoimun akibat bakteri strep. Infeksi bakteri pada anak ini dapat mengubah kepribadian, perilaku, atau perkembangan si kecil.

Apa penyebab PANDA’s syndrome?

Sumber: Invisiverse

Penyebab pasti sindrom ini belum diketahui secara pasti. Pada tahun 1994 Susan Swedo, MD, seorang ketua spesialis kesehatan anak dan ilmu pengembangan di National Institute of Mental Health di Bethesda, Maryland menjelaskan mengenai infeksi bakteri pada anak ini dalam makalahnya.

Swedo dan rekannya mempelajari anak-anak dengan gangguan obsesif-kompulsif (OCD) dan menemukan jenis OCD baru. OCD dijelaskan sebagai perubahan perilaku dan perkembangan anak akibat infeksi bakteri strep yang menyerang sel-sel sehat di otak.

Strep dapat masuk ke tubuh dengan mudah dan bersembunyi dengan lihai dari sistem imun. Bakteri tersebut kemungkinan bersembunyi di balik molekul dan jaringan normal tubuh, sehingga tidak terdeteksi oleh sistem imun.

Apa saja gejala infeksi bakteri strep pada anak?

Gejala PANDA’s syndrome terjadi secara tiba-tiba, yaitu akan muncul sekitar 4 sampai 6 minggu setelah terinfeksi. Gejalanya akan mengganggu aktivitas dan akan memburuk dalam dua hingga tiga hari.

Gejala psikologis akibat sindrom ini meliputi:

  • Perilaku obsesif kompulsif
  • Mengalami ketakutan, serangan panik, dan kecemasan
  • Suasana hati mudah berubah dan sering berteriak
  • Mengalami halusinasi
  • Merasa depresi dan memiliki pikiran untuk bunuh diri

sakit kepala pada anak

Gejala fisik akibat sindrom ini meliputi:

  • Sering melakukan gerakan yang tidak biasa, seperti mengedipkan mata atau menggelengkan kepala
  • Peka terhadap cahaya, suara, dan sentuhan
  • Keterampilan motorik seperti menulis jadi memburuk
  • Hiperaktif dan tidak mampu untuk fokus pada suatu hal
  • Daya ingat bermasalah
  • Kesulitan tidur
  • Menolak untuk makan
  • Nyeri sendi
  • Sering ngompol

Siapa saja yang berisiko dengan kondisi ini?

Infeksi bakteri pada anak ini kemungkinan besar berisiko terjadi pada anak-anak usia 3 sampai 12 tahun. Dibanding orangtua, bakteri strep lebih mudah menyerang anak-anak. Anak masih belum mampu memerhatikan kebersihan dirinya dan lingkungan sekitarnya.

Bagaimana penyakit ini dapat didiagnosis?

tekanan darah rendah pada anak

Jika anak menunjukkan gejala tidak biasa setelah mengalami infeksi, segera lakukan pemeriksaan kesehatan pada dokter. Jangan lupa, bawa daftar obat yang digunakan anak sebelumnya. Ini membantu dokter untuk mendapatkan diagnosis penyakit.

Untuk mengetahui apakah anak terinfeksi bakteri strep, dokter akan mengambil sebagian kecil jaringan pada tenggorokan atau tes darah dan tes urine. Dokter juga akan menanyakan beberapa kriteria seperti berikut ini:

  • Usia anak
  • Gejala yang bisa parah pada waktu tertentu
  • Adanya perilaku obsesif kompulsif, sindrom Tourette atau keduanya
  • Adanya gejala neuropsikiatrik, seperti hiperaktif, kecemasan, perubahan mood

Pengobatan untuk anak dengan PANDA’s syndrome

Pengobatan yang dilakukan akan fokus untuk menyembuhkan infeksi dan memastikan bahwa bakteri benar-benar hilang dari tubuh. Pasien mungkin akan direkomendasikan untuk mengikuti terapi obat-obatan.

Terapi obat dengan antibiotik untuk membunuh bakteri strep. Antibiotik yang biasanya digunakan adalah amoxicillin, azitromisin, atau cephalosporin. Selain itu, obat antidepresan diperlukan untuk membantu mengurangi gejala psikologis anak, seperti fluoxetinefluvoxaminesertraline, atau paroxetine. Obat-obatan tersebut akan diberikan dalam dosis kecil dan meningkat perlahan jika diperlukan.

Pada kasus parah saat pasien tidak merespons obat-obatan, maka akan dilakukan pertukaran plasma darah untuk menghilangkan antibodi yang salah dari darah pasien. Prosedur ini disebut juga dengan terapi imunoglobulin intravena.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca