Boleh Tidak, Sih, Orang yang Bertubuh Kurus Melakukan Donor Darah?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 17/11/2018 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Saat ini banyak orang yang mulai tergerak untuk donor darah rutin. Katanya, donor darah punya segudang manfaat bagi kesehatan, dari menurunkan risiko penyakit kronis hingga bantu mendapatkan berat badan ideal. Tertarik untuk donor darah? Eits, tunggu dulu. Apakah berat badan Anda saat ini sudah memenuhi syarat. Katanya, orang kurus tidak boleh donor darah, lho. Benarkah?

Boleh tidak orang dengan badan kurus ikut donor darah?

Mungkin bagi Anda kurus itu relatif. Namun, jika dilihat dari indikator status gizi, seseorang dikatakan kurus jika indeks massa tubuhnya kurang dari 18,5. Anda bisa mengetahuinya dengan menggunakan  Kalkulator BMI ini atau pada link berikut bit.ly/indeksmassatubuh.

Namun memang, indikator tersebut akan melihat perbandingan antara tinggi dan berat badan Anda. Maka itu, sebenarnya syarat donor darah bukan kurus atau tidak, karena yang dilihat hanyalah berat badan dari calon pendonor.

Melansir dari Palang Merah Indonesia (PMI), salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh pendonor darah yakni memiliki berat badan minimal 45 kilogram (kg). Artinya, Anda bisa bernapas lega bila berat badan berada di angka 45 kg. Sebaliknya, Anda tidak boleh donor darah jika hanya memiliki berat badan sebesar 44 kg atau kurang dari itu.

Jadi, bisa dikatakan bahwa seseorang dengan tubuh kurus, tapi memiliki berat badan 45 kg atau di atas itu, maka diizinkan donor darah. Dengan catatan, kondisi tubuh Anda mendukung untuk mendonorkan darah.

Selain berat badan lebih dari 45 kg, orang kurus donor darah juga harus memenuhi syarat-syarat berikut ini, antara lain:

  • Usia 17-60 tahun
  • Tekanan darah normal (sistolik 110/160 dan diastolik 70/100)
  • Kadar hemoglobin wanita minimal 12 g/dl, dan pria 12,5 g/dl
  • Suhu tubuh normal
  • Jarak donor minimal 3 bulan sejak melakukan donor darah sebelumnya, dan maksimal 5 kali dalam setahun

dampak badan terlalu kurus

Kurang dari 45 kg, kenapa tidak boleh donor darah?

Mungkin Anda bertanya-tanya mengapa angka 45 kg dipilih sebagai batas minimal berat badan pendonor. Begini, karena ditakutkan ada beberapa risiko yang mengintai kerja normal tubuh bila orang kurus donor darah. Seseorang dengan berat badan di bawah 45 kg, biasanya lebih gampang lelah dibandingkan orang dengan berat badan ideal.

Ini karena asupan kalori yang masuk dari makanan harian kurang dapat mencukupi kebutuhan tubuh yang seharusnya. Atau mudahnya, energi yang terkuras setelah beraktivitas jauh lebih banyak ketimbang energi yang didapat dari makanan. Akibatnya, orang dengan tubuh ini jadi mudah lelah — termasuk usai menyumbangkan darah dalam jumlah banyak lewat donor darah.

Selain itu, seseorang dengan berat badan tersebut berisiko mengalami anemia atau darah rendah yang biasanya ditandai dengan pusing dan kelelahan. Kondisi ini tentunya bisa semakin memburuk setelah melakukan donor darah.

minum air putih sebelum donor darah

Perhatikan hal ini setelah Anda donor darah

Ketika proses donor darah telah selesai, hindari langsung melakukan kegiatan berat. Sebaiknya biarkan diri Anda beristirahat, setidaknya dengan duduk sebentar kurang lebih 15 menit sembari perbanyak minum cairan dan ganjal perut dengan makanan ringan.

Di samping itu, lakukan beberapa hal antara lain:

  • Lepaskan plester penutup sekitar 4-5 jam setelah donor darah
  • Membatasi melakukan aktivitas fisik berat selama sekitar 5 jam ke depan, atau kegiatan apapun yang bisa membuat tubuh kelelahan
  • Jika merasa pusing, berbaring dan beristirahat lah sampai kondisi membaik
  • Jika Anda seorang perokok, hindari merokok dalam kurun waktu 3 jam usai donor darah

Usahakan untuk makan makanan yang kaya akan berbagai vitamin dan mineral. Misalnya zat besi, asam folat, vitamin C, vitamin B, dan lainnya. Tujuannya agar sel-sel darah merah yang hilang setelah donor darah bisa segera tergantikan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bolehkah Donor Darah Saat Terinfeksi Virus Herpes?

Tidak semua orang boleh melakukan donor darah. Lantas, bagaimana jika ingin donor darah saat terinfeksi herpes? Berikut ulasannya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Penyakit Kulit, Health Centers 27/04/2019 . 4 menit baca

Sederet Fakta Mengejutkan Tentang Darah Manusia

Darah yang mengalir di dalam tubuh Anda memiliki banyak fakta mengejutkan yang mungkin tidak pernah bayangkan sebelumnya. Apa saja? Yuk, intip di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 17/04/2019 . 12 menit baca

Pernah Mengidap Hepatitis Sebelumnya, Bolehkah Saya Ikut Donor Darah?

Pendonor darah harus selalu dalam kondisi sehat jasmani dan rohani. Lantas, jika pernah mengalami hepatitis boleh donor darah atau tidak, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Gangguan Pencernaan, Health Centers 09/02/2019 . 4 menit baca

Setelah Donor Darah, Kapan Saya Boleh Mulai Olahraga Lagi?

Donor darah bisa dilakukan siapa saja, termasuk atlet atau orang yang suka olahraga. Setelah itu, kapan saya boleh kembali olahraga setelah donor darah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Fakta Unik 20/01/2019 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

donor darah saat puasa

Bolehkah Kita Donor Darah Saat Puasa? Apa Saja Risikonya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 02/05/2020 . 6 menit baca
donor darah saat COVID-19

Tips Donor Darah yang Aman Saat Pandemi COVID-19

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 27/03/2020 . 4 menit baca
aturan transfusi darah

Adakah Batas Maksimal untuk Transfusi Darah?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 23/03/2020 . 4 menit baca
plasma darah mengobati covid-19

Plasma Darah Orang Sembuh Bisa Mengobati Pasien COVID-19?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 21/02/2020 . 5 menit baca