Serba Serbi Minyak Esensial yang Berguna untuk Rasa Cemas

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Siapa yang tak pernah cemas dalam hidupnya? Hampir pasti, semua orang pernah mengalaminya. Kalau kecemasan menghampiri, yang diinginkan hanyalah satu, lepas dari rasa cemas itu. Salah satu cara untuk meredakan gejala gangguan kecemasan adalah dengan menggunakan aromaterapi dari minyak esensial. Yuk, kenali apa saja jenis minyak esensial yang bisa mengatasi gangguan kecemasan yang Anda alami. 

Jenis minyak esensial untuk kecemasan

Sebenarnya, penggunaan minyak esensial sendiri belum diatur sepenuhnya oleh FDA. Meski begitu, beberapa bahan alami yang biasanya dijadikan bahan dasar minyak esensial diketahui memiliki sejumlah khasiat, termasuk untuk gangguan kecemasan.

Jenis minyak esensial apa pun pada dasarnya harus diekstraksi dan dicampur dengan minyak pembawa sebelum digunakan. Hal ini dikarenakan bahan utama dari minyak esensial ini biasanya berbentuk padat atau amat kental. 

1. Lavender 

manfaat minyak lavender

Menurut penelitian yang diterbitkan pada tahun 2012 dalam Natural Medicine Journal, lavender termasuk salah satu tanaman yang bisa diekstraksi menjadi minyak esensial yang berguna bagi penderita gangguan kecemasan.

Penggunaan lavender dipercaya memiliki khasiat yang setara dengan benzodizepine, salah satu jenis obat untuk mengatasi kecemasan.

Cara kerja minyak lavender adalah memengaruhi sistem limbik, yaitu bagian otak yang mengatur emosi, sehingga bisa menenangkan pikiran orang yang memakainya. 

Cara menggunakan:

  • Campurkan minyak lavender dengan minyak pembawa, seperti minyak teh atau gel mandi tanpa pewangi tambahan. 
  • Masukkan campuran minyak tersebut ke dalam bak mandi yang berisi air hangat sebelum Anda mandi. 

2. Bunga melati

manfaat minyak bunga melati

Selain lavender, ternyata bunga melati juga dapat digunakan sebagai minyak esensial yang berpotensi dapat mengatasi gangguan kecemasan.

Hal ini dibuktikan melalui uji coba pada tahun 2013 dalam Journal of Health Research yang meneliti tentang efek menghirup minyak bunga melati terhadap aktivitas otak dan emosi. 

Para subjek penelitian tersebut menunjukkan bahwa mereka yang terlibat dalam penelitian lebih baik, lebih aktif, dan segar setelah menghirup minyak melati. Kondisi ini mungkin disebabkan oleh meningkatnya produksi hormon serotonin dan endorfin. 

Kedua hormon ini berperan besar dalam mengubah suasana hati orang menjadi lebih senang dan tenang. Maka itu, minyak esensial melati dipercaya dapat membantu mengurangi gejala gangguan kecemasan. 

Terdapat dua cara yang bisa Anda pakai untuk menggunakan minyak esensial melati sebagai salah satu cara mengatasi gangguan kecemasan, yaitu:

  • Hirup minyak esensial melati menggunakan inhaler. 
  • Gunakan diffuser agar aroma minyak melati tersebar di seluruh ruangan. 

3. Bergamot

Sumber: Consumer health advisory

Pada tahun 2015 terdapat sebuah penelitian yang mengujicobakan penggunaan minyak bergamot pada manusia dan hewan. Hasilnya, minyak bergamot memiliki efek antimikroba, antiinflamasi, dan analgesik. 

Para peneliti juga mengungkapkan bahwa bergamot juga mempunyai sifat ansiolitik (anticemas) yang membantu mengurangi stres Anda. 

Cara menggunakannya:

  • Tuangkan beberapa tetes minyak bergamot pada saputangan atau kapas. 
  • Hirup aroma minyak tersebut 2-3 kali agar perasaan cemas Anda mulai mereda. 

4. Mawar

manfaat minyak mawar

Tahukah Anda bahwa minyak esensial dari kelopak mawar ternyata juga bermanfaat untuk membantu mengurangi gejala gangguan kecemasan?

Terdapat sebuah studi tentang penggunaan minyak mawar sebagai campuran rendaman kaki dengan air hangat pada wanita yang akan melahirkan. Hasilnya, mereka lebih mampu mengendalikan kecemasannya.

Hal ini dikarenakan ketika manusia menghirup aroma harum, indra penciuman akan mengirim pesan ke otak dan memengaruhi memori, pikiran, dan emosi Anda. Setelah itu, ingatan terhadap aroma tersebut melepaskan hormon yang baik bagi tubuh, yaitu enkephalin dan endorfin. 

Enkephalin dikenal sebagai hormon yang mengurangi rasa sakit, sedangkan endorfin mengurangi rasa cemas. 

Cara menggunakannya:

  • Campurkan minyak esensial mawar ke dalam baskom yang berisi air hangat dan aduk hingga rata. 
  • Rendam kaki selama beberapa menit. 
  • Anda juga dapat menambahkan minyak mawar ketika menggunakan pelembap tanpa wangi atau shea butter dan mengoleskannya ke kulit sembari dipijat. 

5. Kemangi

Tidak hanya digunakan sebagai bumbu masakan, kemangi juga dapat dijadikan minyak esensial untuk membantu para penderita gangguan kecemasan. Hal tersebut didukung oleh penelitian yang dilakukan pada tikus, untuk meneliti apakah minyak kemangi bersifat anticemas atau tidak. 

Hasilnya, senyawa fenol pada minyak esensial kemangi dapat membantu meredakan rasa cemas. Akan tetapi, senyawa ini tidak semanjur obat diazepam yang memang dirancang untuk menenangkan penderita gangguan kecemasan. 

Itu sebabnya, masih diperlukan penelitian lebih dalam mengenai cara kerja senyawa fenol di dalam kemangi untuk meredakan gejala gangguan kecemasan. 

Dua cara menggunakan minyak esensial kemangi:

  • Hirup minyak esensial kemangi dengan tabung inhaler. 
  • Gunakan diffuser agar aroma kemangi menyebar ke seluruh ruangan. 

Walaupun kelima minyak esensial di atas dapat membantu meredakan gangguan kecemasan, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai manfaat minyak esensial terhadap gangguan kecemasan. Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter jika Anda ingin menggunakan minyak esensial untuk mengatasi rasa cemas Anda.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Oktober 22, 2019 | Terakhir Diedit: November 29, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca