Mengenal Lebih Jauh Tentang Anatomi Hati Manusia, Lengkap Dari Bagian Hingga Fungsinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 21/03/2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Hati adalah organ vital yang berperan penting dalam sistem pencernaan dan metabolisme, penyimpanan nutrisi tubuh, maupun kekebalan tubuh. Namun masih banyak yang belum tahu apa saja dan fungsi dari masing-masing bagian hati. Yuk, simak penjelasan anatomi hati berikut ini.

Seperti apa anatomi hati manusia?

Mungkin selama ini Anda menganggap jika organ hati punya bentuk seperti  ‘love’ atau ‘daun ivy’. Padahal organ yang beratnya tak lebih dari 1,5  kg ini berbentuk menyerupai segitiga yang terletak di bagian kanan atas rongga perut dan di bawah diafragma.

sumber: www.anatomylibrary.us

Anatomi hati manusia jika dilihat dengan mata telanjang, terdiri dari empat lobus (bagian) dengan ukuran yang berbeda.

  • Lobus kanan adalah bagian terbesar di hati yang ukurannya 5 sampai 6 kali lebih besar daripada lobus kiri.
  • Lobus kiri adalah bagian hati yang punya bentuk lebih runcing dan kecil ketimbang lobus kanan. Lobus kiri dan kanan dipisahkan oleh ligamen falciform. 
  • Lobus kaudatus berukuran lebih kecil dibanding dua lobus sebelumnya, letaknya memanjang dari sisi belakang lobus kanan dan membungkus pembuluh darah balik utama (vena cava inferior).
  • Lobus kuadrat berada lebih rendah dari lobus kaudatus dan terletak dari sisi belakang lobus kanan hingga membungkus kantong empedu. Lobus kuadrat dan kaudatus jarang terlihat pada gambar anatomi karena letaknya yang berada di belakang lobus kiri dan kanan.

Saluran empedu

Saluran empedu adalah saluran yang menghubungkan antara hati dan kantong empedu (tempat penyimpanan empedu). Empedu merupakan zat yang diproduksi tubuh untuk membantu mencerna lemak dan akan disimpan di dalam kantong empedu. Selanjutnya saluran empedu bertemu dengan saluran hepatik kiri dan kanan yang lebih besar, yang membawa empedu dari lobus bagian kiri dan kanan hati.

Dua saluran hepatik tadi kemudian bergabung sehingga membentuk satu saluran untuk mengalirkan semua empedu dari hati. Sebagian besar empedu yang dihasilkan oleh hati dialirkan ke kantong penyimpanan, sampai dipergunakan untuk proses pencernaan.

sumber: www.anatomybody-chart.us

Pembuluh darah

Suplai darah dari hati termasuk unik dibanding organ tubuh lainnya karena terdapat sistem vena portal hepatik. Darah yang berasal dari organ-organ seperti limpa, pankreas, kantong empedu dan usus berkumpul di dalam vena portal hepatik. Kemudian dari sini, darah dikirim ke organ hati yang akan diproses terlebih dahulu sebelum akhirnya siap untuk diteruskan.

Darah dari hati akan berkumpul di vena hepatik dan mengarah ke vena cava lalu kembali ke jantung. Sama seperti organ tubuh lainnya, hati manusia juga memiliki sistem arteri dan arteriol sendiri yang menghasilkan darah mengandung oksigen untuk kebutuhan jaringannya.

Lobulus

Struktur internal hati tersusun dari sekitar 100.000 sel hati yang berbentuk heksagonal dan dikenal dengan nama lobulus. Masing-masing lobulus terdiri dari pembuluh darah pusat yang dikelilingi oleh enam pembuluh darah vena hepatik dan enam arteri hepatik. Pembuluh darah ini dihubungkan oleh banyak saluran pembuluh darah kecil yang berliku-liku yang disebut sinusoid.

Setiap sinusoid punya memiliki dua jenis sel utama yaitu sel kupffer dan sel hepatosit. Sel kupffer adalah sel yang berasal dari jaringan sel darah putih dan berfungsi untuk menghancurkan zat asing atau sel-sel mati.  Di dalam organ hati, sel kuppfer ini bertugas untuk menangkap dan memecah sel darah merah yang sudah tua dan meneruskannya ke sel hepatosit.

Sementara sel hepatosit adalah sel yang melapisi sinusoid dan membentuk sebagian besar sel di hati. Hepatosit berperan penting karena melakukan sebagian besar fungsi hati, yakni pencernaan, metabolisme, penyimpanan dan produksi empedu.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Mengapa Kuku Bisa Cantengan dan Bagaimana Mengobatinya?

Kuku yang cantengan tak hanya mengerikan untuk dipandang mata, namun bisa terasa menyakitkan dan mungkin bernanah. Begini cara mengobatinya.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Tips Sehat 08/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Mungkin Anda kaget saat tahu kalau kelopak mata bengkak tiba-tiba. Ada banyak hal yang bisa bikin kelopak mata Anda bengkak. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Momen anak disunat menjadi salah satu hal penting, khususnya di Indonesia. Tapi, dari sisi medis, kapan waktu yang tepat untuk melakukan sunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Banyak gejala penyakit yang sering kali kita abaikan karena terkesan remeh. Padahal, jika dibiarkan justru efeknya bisa fatal.

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kode wadah plastik pada makanan atau minuman

Apakah Wadah Plastik untuk Makanan Anda Aman Bagi Kesehatan? Cari Tahu Lewat Kode Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
tanggal kedaluwarsa

4 Fakta yang Perlu Anda Ketahui Seputar Tanggal Kedaluwarsa

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
botol plastik hangat

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat bersepeda

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit