5 Masalah yang Paling Umum Terjadi Pada Puting Payudara

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Puting manusia biasanya dikelilingi oleh area kulit yang berwarna gelap disebut areola. Puting payudara wanita berfungsi untuk memproduksi ASI. Selain itu, puting juga berfungsi untuk merangsang gairah seksual. Apa saja gangguan atau masalah yang dapat terjadi pada puting payudara?

Berbagai gangguan dan masalah yang umum terjadi pada puting payudara

Gangguan pada puting payudara tidak hanya umum terjadi pada wanita, tapi dapat pula menimpa pria. Bahkan, beberapa gangguan pada puting dapat berhubungan dengan kanker payudara.

Gejala-gejala gangguan puting payudara

Di bawah ini ada beberapa gejala-gejala gangguan pada payudara yang memerlukan perhatian medis, antara lain:

  • Ruam pada puting payudara. Jika pada puting muncul ruam yang tidak hilang setelah seminggu, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter..
  • Keluarnya cairan dari puting: cairan yang keluar dari puting dapat berwarna putih seperti susu, bening, kekuningan/kehijauan, hingga berdarah. Untuk mengetahui penyebabnya dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Kondisi ini dapat disebabkan oleh banyak hal seperi tumor, kanker, atau penggunaan obat-obatan tertentu.
  • Puting masuk ke dalam: Kondisi ini dapat terjadi pada satu atau kedua puting payudara dan dikategorikan normal apabila terjadi selama masa puber. Namun apabila terjadi setelah puber, kondisi ini perlu dikonsultasikan ke dokter. Puting payudara yang masuk ke dalam dapat menjadi tanda adanya tumor atau kanker payudara.
  • Puting terasa sakit: Puting mengandung banyak saraf sensitif. Biasanya, ketika menjelang menstruasi, puting payudara akan terasa sakit dan lebih sensitif. Namun, apabila rasa sakit tidak kunjung hilang, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter.
  • Tumbuh rambut pada puting. Kondisi ini sebenarnya tidak tergolong masalah kesehatan yang serius dan tidak membutuhkan penanganan medis. Namun, apabila pertumbuhan rambut terlalu ekstrim, segera berkonsultasi dengan dokter, karena kondisi ini menandakan adanya ketidakseimbangan hormon.

Penyebabnya?

Gangguan atau masalah kesehatan pada puting payudara dapat dipicu dan disebabkan oleh hal-hal berikut:

  • Kehamilan.
  • Infeksi.
  • Tumor jinak.
  • Hipotiroidisme (tidak aktifnya kelenjar tiroid).
  • Ektasia (pelebaran saluran keluarnya ASI).
  • Tumor pada kelenjar pituitari.
  • Penyakit Paget, kanker payudara yang langka.
  • Terjadi gesekan atau benturan yang kuat pada payudara.
  • Payudara mendapat tekanan yang berlebihan.

Kelainan pada puting payudara juga dapat terjadi pada bayi yang baru lahir. Beberapa bayi yang baru lahir dapat mengalami keluarnya air susu dari puting payudaranya. Kondisi ini disebabkan ketika masa kehamilan, bayi ikut menyerap hormon ibu yang memproduksi air susu. Kondisi ini tidak tergolong berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya.

Cara mendiagnosisnya

Gangguan puting dapat didiagnosis melalui beberapa metode skrining. Sebelumnya, dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan terkait kondisi pasien, seperti:

  • Pengobatan yang pernah dilakukan sebelumnya.
  • Apakah terjadi perubahan pada pola makan pasien?
  • Apakah pasien sedang hamil?
  • Apakah pasien melakukan aktivitas-aktivitas yang dapat memicu gangguan pada puting payudara?

Metode-metode skrining untuk mendiagnosis gangguan puting payudara

  • Duktografi: Merupakan metode dengan menyuntikkan semacam zat perwarna pada saluran puting pasien. Selanjutnya akan dilakukan ronsen untuk mengamati keadaan saluran puting. Metode ini biasanya digunakan untuk mendiagnosa keluarnya cairan pada puting.
  • Mammogram: teknik pemindaian gambar untuk melihat kondisi jaringan payudara. Biasanya digunakan untuk mendeteksi tumor atau kanker payudara.
  • Biopsi: Metode ini biasanya dilakukan untuk mendiagnosis penyakit Paget pada payudara. Biopsi dilakukan dengan mengambil sampel dari kulit payudara lalu diperiksa di laboratorium.

Dokter mungkin juga akan merekomendasikan metode-metode lainnya seperti tes kadar prolaktin darah, tes hormone tiroid, CT scan, dan MRI scan jika dibutuhkan.

Penanganan medis yang diperlukan untuk mengatasi masalah pada puting payudara

Penanganan medis gangguan pada puting tergantung kepada jenis dan penyebabnya. Beberapa penanganan medis yang dapat dilakukan sesuai penyebabnya antara lain:

  • Infeksi: Infeksi puting payudara dapat diobati tergantung kepada jenis penyebab infeksinya.
    • Gangguan puting yang disebabkan infeksi bakteri dapat diobati dengan antibiotik yang sesuai.
    • Gangguan puting yang disebabkan oleh infeksi jamur dapat diobati dengan obat-obatan antijamur.
  • Tumor jinak pada payudara: Pada kebanyakan kasus, tumor jinak dapat diobati melalui prosedur operasi dan pemeriksaan rutin.
  • Gangguan puting yang disebabkan oleh hipotiroidisme: Kondisi ini dapat ditangani dengan jenis obat-obatan tertentu. Obat-obatan ini akan menggantikan fungsi hormon yang gagal diproduksi kelenjar tiroid.
  • Gangguan puting yang disebabkan Ektasia: Prosedur operasi mungkin akan dibutuhkan apabila pembengkakan pada saluran ASI cukup parah dan tidak kunjung hilang dalam waktu yang lama.
  • Gangguan puting yang disebabkan tumor pada kelenjar pitutiari (prolaktinoma): Kondisi ini sebenarnya tidak berbahaya dan tidak membutuhkan penanganan medis. Namun, apabila pertumbuhan tumor semakin besar dan tidak terkendali, prosedur operasi dan terapi radiasi mungkin dibutuhkan.
  • Gangguan payudara yang disebabkan penyakit Paget:
    • Jika tidak disertai tumor: penanganan medisnya yaitu dengan pengangkatan puting dan areola payudara serta terapi radiasi.
    • Jika disertai tumor: penanganan medisnya yaitu dengan mastektomi (pengangkatan keseluruhan payudara)

Hello Health Group tidak menyediakan saran, diagnosis, maupun perawatan medis.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca