Semua yang Perlu Anda Ketahui Tentang Mikrodermabrasi, Tren Peremajaan Kulit yang Pakai Butiran Kristal

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Tinggal di negara beriklim tropis seperti Indonesia bisa bikin kulit jadi cepat kering, bersisik, keriput, dan kusam. Apalagi diperparah dengan tingginya polusi udara dan cuaca yang sering tidak menentu. Segala macam masalah kulit ini membuat Anda tampak beberapa tahun lebih tua daripada umur Anda aslinya. Oleh karena itu, berbagai macam cara rela dilakukan untuk mengembalikan penampilan wajah seperti muda lagi. Salah satu yang difavoritkan adalah perawatan mikrodermabrasi di dokter kulit. Memang, apa manfaat mikrodermabrasi dan seperti apa prosedurnya?

Apa itu mikrodermabrasi?

Mikrodermabrasi merupakan metode pengangkatan sel kulit mati (eksfoliasi) dengan menyemprotkan butiran kristal super kecil pada permukaan kulit wajah. Perawatan ini juga dianggap mampu untuk mengurangi kerutan dan garis halus, meratakan warna kulit, mengecilkan pori-pori, mengobati jerawat, hingga memudarkan bekas luka jerawat dan flek hitam akibat penuaan.

Mikrodermabrasi biasa dilakukan bagi Anda yang berusia lebih dari 40 tahun dan memiliki kulit tebal. Prosedur ini terbilang cukup lembut dan tidak menimbulkan bekas luka atau mengubah warna kulit. Prosedur ini juga cocok untuk segala jenis dan warna kulit. Namun, tidak terlalu ampuh untuk mengatasi masalah yang terjadi pada lapisan kulit yang lebih dalam.

Cara kerja mikrodermabrasi untuk meremajakan kulit wajah

Kristal-kristal mikro yang disemprotkan selama proses ini memiliki tekstur kasar untuk mengikis lapisan sel kulit mati di lapisan teratas kulit (stratum korneum). Saat Anda melepaskan lapisan atas kulit, tubuh menafsirkannya sebagai cedera. Itu sebabnya pada jam-jam pertama setelah perawatan, kulit akan sedikit tampak merah membengkak karena sistem imun yang bereaksi terhadap “cedera”. Namun, efek ini akan lambat laun hilang setelah tubuh bekerja cepat menghasilkan sel-sel kulit baru dan sehat untuk menggantikan yang hilang.

Hilangnya lapisan kulit teratas akan membuat kulit cenderung kering karena minyak alaminya juga ikut terangkat. Beberapa bukti menunjukkan bahwa hilangnya kelembapan kulit dalam waktu cepat dapat memicu lapisan kulit dalam untuk bekerja lembur dalam mendorong sel-sel kulit sehat naik ke permukaan.

Hasil akhirnya adalah kulit wajah yang terlihat lebih segar, halus, sehat, kenyal, sehat, serta tampak awet muda. Lama durasi perawatan ini umumnya memakan waktu sekitar 30 menit.

Apakah prosedur ini aman?

Ya. Meski selama dan setelah prosedur Anda mungkin merasa sedikit tidak nyaman, mikrodermabrasi dianggap lebih aman daripada prosedur dermabrasi. Dermabrasi bekerja pada lapisan kulit yang lebih dalam. “Mengutak-atik” lapisan kulit dalam akan terasa menyakitkan dan lebih berisiko untuk menimbulkan kerusakan secara permanen, seperti butiran dermabrasi yang tertanam di dalam kulit.

Agar hasilnya optimal dan minim risiko efek samping, mikrodermabrasi harus dilakukan oleh terapi yang ahli dan bersertifikat. Jika dilakukan sembarangan, prosedur ini dapat menyebabkan kulit justru terluka dan warna kulit jadi tidak merata. Alat vakum yang digunakan dapat menyebabkan jerawat jika kulit terlalu menegang. Mikrodermabrasi tidak boleh dilakukan di area sekitar kelopak mata.

Tips perawatan kulit setelah mikrodermabrasi

Pengangkatan sel kulit mati akan membuat wajah tampak sedikit bengkak memerah, kering, terasa kencang, dan mungkin panas seperti terbakar. Efek samping ini dapat berlangsung dari satu hingga dua hari, namun wajar.

Karena kulit Anda jadi lebih sensitif setelahnya, Anda harus menghindari paparan sinar matahari langsung selama beberapa hari ke depan. Anda juga perlu mengoleskan pelembap dan tabir surya untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada kulit.

Selain itu, tanpa stratum korneum yang berfungsi sebagai penghalang antara lingkungan luar dan bagian dalam kulit, krim dan losion jadi bisa bekerja lebih efektif karena akan lebih banyak bahan aktif dan kelembapan yang dapat terserap hingga ke lapisan terbawah kulit.

Hindari menggunakan riasan wajah selama 24 jam setelah prosedur.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca