Apa Akibatnya Kalau Kadar Garam Dalam Darah Terlalu Rendah?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Garam yang memiliki rasa asin dikenal sebagai penambah rasa dalam makanan. Namun pada kenyataannya, garam merupakan salah satu bagian dari nutrisi yang disimpan di dalam darah. Meskipun diperlukan secukupnya dengan kadar yang tidak terlalu banyak, seseorang yang memiliki kadar garam dalam darah terlalu rendah akan mengalami berbagai gangguan fungsi tubuh dan, dalam keadaan serius, dapat menyebabkan kematian.

Kenapa kita perlu garam?

Garam sodium (Na) merupakan elektrolit sekaligus mineral yang sebagian besar (85%)  ditemukan dalam darah dan cairan limfa. Asupan garam tubuh pada umumnya diperoleh dari makanan yang dimasak dengan menggunakan garam dapur dan produk lainnya yang mengandung baking soda.

Sodium dalam darah berguna untuk membantu kadar air dan keseimbangan elektrolit tubuh. Namun, keseimbangan sodium juga dipengaruhi oleh kinerja kelenjar adrenal, yang mengatur waktu penyimpanan garam dan pengeluaran garam melalui keringat.

Penurunan sodium dalam darah dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya gangguan fungsi kelenjar adrenal, serta beberapa gangguan seperti gagal jantung dan malnutrisi, yang menyebabkan sodium dalam darah terlalu rendah atau yang dikenal dengan hiponatremia.

Berapa kadar garam dalam darah yang dianggap terlalu rendah?

Dokter akan mengecek apakah Anda mengidap hiponatremia alias kadar garam (sodium) dalam darah terlalu rendah, dengan cara melakukan pemeriksaan darah. Ini dimaksudkan untuk mengetahui konsentrasi serum sodium, yang normalnya berkisar antara 135 – 145 mmol/L. Seseorang dikatakan mengalami hiponatremia jika memiliki kadar garam dalam darah yang lebih rendah dibandingkan batas tersebut.

Kondisi keparahan hiponatremia juga diklasifikasikan kembali berdasarkan konsentrasi sodium dalam darah:

  • Ringan : 130 – 134 mmol/L
  • Sedang: 125 – 129 mmol/L
  • Serius: <125 mmol/L

Penyebab kadar garam terlalu rendah

Kondisi hiponatremia merupakan gangguan sekaligus gejala dari penyakit lainnya. Hiponatremia yang disebabkan oleh penurunan sodium dapat dipicu oleh beberapa hal, di antaranya:

  • Keluarnya cairan beserta sodium saat muntah dan diare
  • Konsumsi obat antidepresan dan penghilang rasa sakit yang menyebabkan sodium keluar lebih banyak bersama urin dan keringat
  • Konsumsi obat diuretik
  • Konsumsi air terlalu banyak yang menyebabkan konsentransi sodium terlalu kecil
  • Dehidrasi
  • Konsumsi ekstasi

Sedangkan beberapa kondisi medis atau penyakit yang menyebabkan hyponatremia di antaranya:

  • Gangguan tiroid atau hipotiroidisme
  • Gangguan kelenjar adrenal terutama pada penyakit Addison
  • Penyakit jantung, terutama gagal jantung kongestif yang menyebabkan penumpukan cairan
  • Gangguan ginjal yang menghambat fungsi ekskresi air
  • Polydipsi primer yang menyebabkan haus dan meminum air berlebih
  • Diabetes tipe satu
  • Adanya perkembangan tumor dan kanker
  • Sirosis liver

Gejala dan dampak dari hiponatremia

Individu yang mengalami hiponatremia bisa saja tidak merasakan gejala atau gangguan yang berarti, kalau penurunan kadar sodium dalam darah terjadi secara perlahan dan tidak mendekati batas serius. Perkembangan hiponatremia dapat terjadi secara perlahan atau berlangsung dalam beberapa hari, dan menyebabkan beberapa gejala ringan seperti:

  • Merasa lemas
  • Kelelahan otot terutama saat melakukan pekerjaan dengan kekuatan otot
  • Sakit kepala
  • Kram dan nyeri otot secara mendadak
  • Mengalami kebingungan dan kesulitan berpikir
  • Kehilangan nafsu makan
  • Mual dan muntah-muhtah
  • Mudah emosi

Hiponatremia akut merupakan kondisi serius, karena penurunan sodium darah terjadi terlalu cepat atau berlangsung dalam waktu sekitar 48 jam. Saat hal ini terjadi, otak akan sulit mengatur cairan dan kadar garam, serta di saat yang bersamaan otak kehilangan sodium. Rendahnya kadar sodium pada darah yang mengalir ke otak menyebabkan beberapa komplikasi serius, di antaranya:

  • Kehilangan kesadaran, halusinasi, atau koma
  • Kerusakan otak akibat pembesaran otak dan tekanan intrakarnial
  • Kematian

Bagaimana cara mencegah hiponatremia?

Adanya penyakit utama penyebab hiponatremia perlu diatasi terlebih dahulu dengan tetap menjaga keseimbangan garam dan kadar air pada individu. Hal tersebut dapat  dilakukan dengan melakukan salah satu atau beberapa upaya berikut:

  • Mengatur konsumsi air – diperlukan jika hasil uji konsentrasi sodium menunjukan hiponatremia ringan dengan cara mencegah konsumsi air terlalu banyak dalam waktu singkat.
  • Mengatur dosis obat diuretik – diperlukan untuk mengatur pengeluaran cairan dan menyeimbangkan konsentrasi sodium.
  • Pemberian cairan intravena – bertujuan untuk menggantikan garam dan cairan yang hilang seperti pada individu yang mengalami dehidrasi akibat muntah-muntah dan diare.
  • Sodium retraining medicine – merupakan jenis obat yang mendorong pengeluaran cairan berlebih melalui urin namun tetap menyimpan garam sodium di dalam tubuh.
  • Dialisis – dikenal juga dengan upaya pengobatan cuci darah yang dilakukan jika ginjal tidak dapat berfungsi dengan normal, sehingga seseorang harus mengeluarkan cairan berlebih melalui metode ini.

Selain itu, menjaga kecukupan cairan juga tetap perlu dilakukan untuk mencegah hiponatremia. Hal ini dapat dilakukan dengan mencukupi kebutuhan air minum saat akan dan sesudah berolahraga sehingga Anda tidak terlalu haus dan meminum air terlalu banyak. Konsumsi minuman elektrolit juga dapat menjadi pilihan untuk mengembalikan konsentrasi garam dan kadar cairan tubuh secara optimal.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Mata plus sering dikenal sebagai penyakit orang tua. Padahal banyak juga kasus mata plus pada anak. Baca terus dan pelajari berbagai penyebab dan gejalanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 20/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

Benarkah frozen yogurt memiliki kandungan lemak yang lebih sedikit dari es krim? Cari tahu di sini untuk memastikan apakah frozen yogurt memang lebih sehat.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 17/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Berbagai Penyebab Bau Mulut Tak Sedap

Bau mulut atau halitosis adalah masalah yang sangat mengganggu dan memalukan. Cari tahu semua tentang penyebab dan cara menghilangkan bau mulut tak sedap.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 17/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

Hampir semua orang pernah mengalami mata atau tangan kedutan. Namun, apakah Anda tahu arti kedutan dan risikonya bagi kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tanggal kedaluwarsa

4 Fakta yang Perlu Anda Ketahui Seputar Tanggal Kedaluwarsa

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
penyebab cantengan; kuku cantengan

Mengapa Kuku Bisa Cantengan dan Bagaimana Mengobatinya?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 5 menit
kacang almond

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
mual karena gugup

Kenapa Kita Merasa Mual Saat Sedang Gugup?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . Waktu baca 6 menit