Studi: Makan Satu Porsi Junk Food Saja Sudah Bisa Turunkan Konsentrasi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 6 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Junk food kerap menjadi pilihan praktis untuk mengisi perut, terutama selama bekerja di rumah dalam rangka karantina mandiri. Namun, penelitian terbaru justru menunjukkan bahwa lemak jenuh pada junk food bisa menurunkan konsentrasi. Efek tersebut bahkan dapat terjadi hanya dengan makan satu porsi junk food.

Karantina memang membuat Anda tidak punya banyak pilihan untuk makan. Padahal, asupan nutrisi selama karantina sama pentingnya dengan asupan selama berkegiatan di luar. Walaupun tidak sepenuhnya merugikan, junk food tetap berefek negatif bila dikonsumsi secara berlebihan.

Kaitan antara junk food dan kemampuan konsentrasi

junk food anak alergi

Peneliti dari Ohio State University, AS, mengamati pengaruh konsumsi makanan tinggi lemak jenuh terhadap kemampuan konsentrasi. Mereka membandingkan dua hasil tes yang dirancang untuk mengukur kemampuan peserta dalam memusatkan perhatian.

Para peserta diminta mengerjakan tes yang sama sebanyak dua kali. Tes pertama dikerjakan setelah mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh. Tes kedua dikerjakan setelah makan makanan yang sama, tapi diolah dengan minyak biji bunga matahari yang kaya akan lemak sehat.

Kinerja para peserta setelah mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh ternyata lebih buruk dibandingkan setelah makan makanan tinggi lemak sehat. Inilah temuan awal yang membuat para peneliti menduga junk food dapat menurunkan konsentrasi.

Melalui penelitian tersebut, mereka juga melihat apakah penurunan konsentrasi peserta ada kaitannya dengan sindrom usus bocor. Ini merupakan kondisi ketika lapisan usus rusak sehingga bakteri terbawa aliran darah.

Dugaan ini muncul karena peserta yang memiliki usus bocor menunjukkan kinerja yang lebih buruk, bahkan setelah mereka makan makanan dengan lemak sehat. Berbekal hal ini, para peneliti tersebut melakukan studi lanjutan untuk menemukan penjelasannya.

Bagaimana junk food menurunkan konsentrasi?

makanan cepat saji

Annelise Madison, pimpinan penelitian dari Ohio State University tersebut, mengadakan studi lanjutan untuk mengetahui apakah makanan tinggi lemak menyebabkan rasa lesu dan peradangan. Penelitiannya kali ini dilakukan terhadap penyintas kanker.

Para peserta diminta mengerjakan tes penilaian awal terlebih dulu. Penilaian ini melihat kemampuan peserta dalam memusatkan perhatian, konsentrasi, dan refleks. Seluruh sesi tes dilakukan selama sepuluh menit menggunakan komputer.

Mereka lalu diberikan makanan tinggi lemak yang terdiri dari telur, biskuit, sosis kalkun, dan saus dengan total 60 gram lemak. Makanan tersebut mengandung 930 kalori dan kandungan nutrisinya dibuat mirip dengan junk food dari restoran cepat saji populer.

Lima jam setelahnya, para peserta diminta mengerjakan tes yang sama. Sekitar satu hingga empat pekan kemudian, mereka mengulang kegiatan serupa. Bedanya, kali ini makanan mereka diolah dengan minyak biji bunga matahari yang mengandung lemak tak jenuh.

Madison dan timnya pun membandingkan hasil kedua tes. Setelah makan makanan tinggi lemak jenuh, kinerja para peserta rata-rata berkurang 11 persen. Wanita yang tampaknya memiliki sindrom usus bocor bahkan memberikan hasil yang lebih rendah. Mereka tidak bisa fokus sepanjang mengerjakan tes selama 10 menit.

Menurut Madison, makanan tinggi lemak jenuh tampaknya menyebabkan peradangan di seluruh tubuh, termasuk otak. Asam lemak dari makanan mungkin juga menembus batas antara darah dan otak, lalu berinteraksi dengan sel-sel otak secara langsung.

Junk food seperti burger, kentang goreng, dan berbagai sausnya mengandung banyak lemak tidak sehat. Sebagian kandungan tersebut adalah lemak jenuh. Kemungkinan besar, inilah yang menjadi alasan mengapa junk food dapat menurunkan konsentrasi.

Madison juga menambahkan, kemampuan konsentrasi bahkan bisa semakin menurun bila Anda mengalihkan stres akibat pandemi dengan makan junk food. Oleh sebab itu, penting untuk mengurangi kebiasaan ini mulai dari sekarang.

Tips mengurangi makan junk food selama karantina mandiri

makanan untuk yang punya endometriosis

Junk food menjadi favorit banyak orang karena tergolong murah, praktis, dan tersedia di mana-mana. Rasanya pun cukup lezat sehingga wajar bila Anda pun sulit mengurangi konsumsinya.

Anda tidak perlu terburu-buru. Jika Anda belum bisa sepenuhnya berhenti makan junk food, setidaknya ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk membatasinya, seperti:

  • minum cukup air, terutama saat ada keinginan untuk makan junk food
  • makan lebih banyak sumber protein seperti telur, ikan, dan kacang-kacangan
  • menambah porsi sayuran dalam makanan sedikit demi sedikit
  • makan lemak sehat, misalnya dari alpukat, kacang, dan ikan berlemak
  • menjadikan buah sebagai camilan
  • mencoba makanan alami dengan warna yang bervariasi
  • berbelanja bahan makanan sendiri

Konsumsi junk food tidak hanya menurunkan konsentrasi, tapi juga memengaruhi otak secara keseluruhan. Makanan ini pun tinggi kalori tanpa diimbangi beragam nutrisi yang diperlukan tubuh.

Wajar bila tidak mudah bagi Anda untuk lepas dari junk food selama masa karantina mandiri. Meski begitu, Anda dapat mengurangi konsumsinya dengan langkah-langkah di atasĀ  dan menggantinya dengan makanan yang lebih menyehatkan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kalau Ingin Cepat Hamil, Kenapa Harus Pantang Makanan Cepat Saji?

Anda ingin cepat punya anak? Sebaiknya kurangi makan makanan cepat saji. Lho, memang apa hubungannya makanan cepat saji dan kesuburan? Cari tahu di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesuburan, Kehamilan 26 Juni 2018 . Waktu baca 4 menit

Begini Cara Membuat Burger yang Lezat Tapi Sehat dan Padat Gizi

Siapa bilang makan burger itu tidak sehat? Tenang, Anda bisa membuat burger sendiri yang dijamin lebih sehat dan lezat dengan tips berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Nutrisi, Hidup Sehat 21 Mei 2018 . Waktu baca 4 menit

Meskipun Enak, 5 Jenis Makanan Ini Bahaya Bagi Kesehatan Otak!

Tanpa disadari, setiap hari Anda mungkin mengonsumsi berbagai jenis makanan dan minuman yang tak baik bagi kesehatan otak. Cari tahu lebih jauh di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 3 Mei 2018 . Waktu baca 4 menit

Yang Terjadi Pada Otak Setelah Anda Kebanyakan Makan Junk Food

Junk food sering menjadi pilihan saat lapar namun tidak punya banyak waktu. Tapi awas. Makan berlebihan malah bisa bikin Anda kecanduan junk food.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 21 April 2018 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ketagihan mie instan

Ketagihan Mie Instan? Ini 6 Trik Jitu Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 28 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
gambar junk food yang menyebabkan asam lambung naik, namun obat alami asam lambung dapat mengatasinya

Junk Food Bikin Asam Lambung Naik, Kok Bisa?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 18 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
ibu hamil makan junk food

Ibu Makan Junk Food Saat Hamil, Amankah?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 12 Februari 2020 . Waktu baca 5 menit
kurang tidur membuat sulit fokus

Konsentrasi Menurun Akibat Kurang Tidur, Kok Bisa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 10 Juli 2019 . Waktu baca 3 menit