home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Kecanduan Minuman Bersoda? Begini Cara Ampuh Mengatasinya

Kecanduan Minuman Bersoda? Begini Cara Ampuh Mengatasinya

Minuman bersoda punya rasa manis dan segar sehingga disukai banyak kalangan, bahkan tak sedikit yang mengonsumsinya setiap hari. Padahal, hal ini bisa memicu kecanduan minuman bersoda. Apa dampaknya bagi kesehatan tubuh Anda?

Kenapa minuman bersoda bisa bikin kecanduan?

Minuman bersoda atau carbonated drink adalah jenis minuman ringan dengan tambahan gas karbon dioksida. Kandungan ini menimbulkan sensasi “letupan” di lidah saat Anda meminumnya.

Selain itu, minuman soda juga memiliki kandungan sejumlah bahan, seperti kafein, gula, atau pemanis buatan. Bahan-bahan inilah berpeluang menyebabkan efek kecanduan.

Kecanduan minuman bersoda tergolong dalam kecanduan makanan. Dalam kondisi ini, seseorang bisa minum secara berlebihan tanpa bisa berhenti atau mengurangi asupannya.

Sebuah penelitian dalam jurnal Cureus pada tahun 2018 menyebutkan bahwa minuman soda, terutama yang mengandung kafein, dapat menyebabkan otak melepaskan dopamin.

Peningkatan kadar hormon dopamin ini dapat menciptakan rasa senang dan memotivasi untuk mengulangi perilaku tertentu. Akibatnya, timbulah efek kecanduan.

Dampak kecanduan minuman soda ini hampir sama seperti saat tubuh Anda mengonsumsi heroin. Anda akan merasa ingin mengonsumsi minuman bersoda lagi dan lagi.

Ketergantungan soda juga bisa menimbulkan gejala, seperti sakit kepala, lekas marah, dan suasana hati yang tidak stabil bila tidak dapat minum soda.

Namun, efek kecanduan ini bisa berbeda-beda pada setiap orang. Respons hormon dopamin yang tidak begitu besar mungkin tidak akan memicu ketergantungan.

Bagaimana cara mengatasi kecanduan minuman soda?

mengatasi kecanduan soda

Mengetahui dampak setelah minum soda mungkin dapat membantu mengurangi konsumsi minuman ringan atau soft drink ini dalam diet Anda sehari-hari.

Salah satunya berasal dari penelitian dalam jurnal Plos ONE melakukan pengujian pada konsumsi gula harian dari minuman soda terhadap risiko diabetes.

Hasilnya, minum sekaleng soda setiap hari atau setara 150 kalori gula meningkatkan risiko diabetes tipe 2 sebesar 1,1 persen, lebih besar daripada orang yang jarang mengonsumsinya.

Menambah asupan kalori harian secara rutin ini juga bisa meningkatkan risiko obesitas. Hal ini juga menjadi faktor pemicu sejumlah kondisi kronis lain, seperti stroke dan penyakit jantung.

Sebuah penelitian lain juga menemukan bahwa konsumsi minuman soda dapat meningkatkan risiko terjadinya kerusakan gigi (karies), terutama pada anak-anak dan remaja.

Oleh karena alasan tersebut, tentu Anda perlu mengurangi konsumsi minuman ringan bersoda. Berikut ini adalah beberapa tips untuk membantu dalam menguranginya.

1. Rutin minum air putih

Mengurangi minuman soda saat mengalami kecanduan tentu tidaklah mudah. Salah satu cara untuk menguranginya adalah dengan mencampurnya dengan air putih.

Dengan melakukan hal ini, Anda membantu mengurangi minuman soda secara perlahan. Hal ini juga sekaligus mengurangi rasa manis dan konsentrasi gula dalam minuman tersebut.

Mulailah dengan mencampurnya dengan sedikit air putih. Namun, semakin hari tambahkan terus jumlah air sehingga Anda lama-lama terbiasa minum hanya air putih saja.

Jika tidak suka dengan rasa air putih yang tawar, coba tambahkan irisan lemon atau daun min (peppermint). Anda juga bisa memasukkannya ke lemari pendingin untuk dijadikan infused water.

2. Cari pengganti minuman bersoda

Jika Anda sulit lepas dari minuman bersoda, cobalah untuk menggantinya ke diet soda. Jenis soda ini menggunakan pemanis buatan yang lebih rendah kalori daripada soda biasa.

Selain itu, Anda juga bisa mencoba untuk mengatasi kecanduan minuman bersoda secara bertahap dengan beralih ke air soda tawar, jus buah, dan susu.

Anda juga dapat beralih dari soft drink ke teh tanpa pemanis yang lebih menyehatkan. Rasanya memang akan terasa hambar, terutama bagi Anda pecinta rasa manis.

Jadi, apabila Anda tidak menyukai cita rasa teh tanpa gula, tambahan irisan lemon, daun min, atau sedikit gula untuk menambah rasanya.

3. Batasi dan pantau jumlah kalori harian

Walaupun begitu, sebagian besar orang mungkin tidak bisa lepas dari konsumsi jenis minuman ini. Mengurangi jumlah konsumsi per hari bisa membantu lepas dari kecanduan minuman soda.

Hal lain yang bisa Anda lakukan adalah memantau jumlah kalori dari minuman soda. Sekaleng minuman soda mengandung 150 kalori dari gula. Anda juga bisa melihatnya dari informasi nilai gizi pada kemasan.

Anda bisa mencatatnya dengan menggunakan aplikasi penghitung kalori di ponsel pintar. Dengan begitu, Anda bisa mengetahui apakah kalori harian sudah lebih dari batas normal atau belum.

Jika melebihi batas normal, Anda tentu harus mengurangi minum minuman bersoda dan manis untuk mencegah kecanduan dan menjaga kesehatan tubuh.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Sugary Drinks. The Nutrition Source. Retrieved 20 September 2021, from https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/healthy-drinks/sugary-drinks/#ref46

Pitchika, V., Standl, M., Harris, C., Thiering, E., Hickel, R., Heinrich, J., & Kühnisch, J. (2020). Association of sugar-sweetened drinks with caries in 10- and 15-year-olds. BMC Oral Health, 20(1). https://doi.org/10.1186/s12903-020-01068-9

Gordon, E. L., Ariel-Donges, A. H., Bauman, V., & Merlo, L. J. (2018). What Is the Evidence for “Food Addiction?” A Systematic Review. Nutrients, 10(4), 477. https://doi.org/10.3390/nu10040477

Anjum, I., Jaffery, S., Fayyaz, M., Wajid, A., & Ans, A. (2018). Sugar Beverages and Dietary Sodas Impact on Brain Health: A Mini Literature Review. Cureus. https://doi.org/10.7759/cureus.2756

Volkow, N., Wise, R., & Baler, R. (2017). The dopamine motive system: implications for drug and food addiction. Nature Reviews Neuroscience, 18(12), 741-752. https://doi.org/10.1038/nrn.2017.130

Basu, S., Yoffe, P., Hills, N., & Lustig, R. (2013). The Relationship of Sugar to Population-Level Diabetes Prevalence: An Econometric Analysis of Repeated Cross-Sectional Data. Plos ONE, 8(2), e57873. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0057873

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui 3 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro