Mengapa Jumlah Penderita Kanker di Dunia Terus Bertambah?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Kanker adalah salah satu penyakit tidak menular yang jumlah penderitanya kian meningkat. Menurut Indonesian Journal of Cancer tahun 2017, terdapat 14 juta kasus baru kanker dengan 8,2 juta kematian akibat kanker di dunia. Bahkan diperkirakan angka ini akan terus meningkat hingga 70 persen dalam 20 tahun mendatang. Lantas, mengapa semakin banyak orang terkena kanker di dunia? Berikut penjelasannya.

Kenapa semakin banyak orang yang terkena kanker?

Menurut Dr. Bhavesh Balar, seorang ahli hematologi dan onkologi di CentraState Medical Center di Freehold, Amerika Serikat, semakin banyak orang di dunia yang didiagnosis menderita kanker. Angka kasusnya diperkirakan mencapai 14,5 juta kasus di Amerika Serikat. Tiga alasan utama yang menyebabkan angka penderita kanker terus bertambah adalah sebagai berikut:

1. Kanker banyak dialami oleh usia tua, setiap orang pun terus bertambah usianya

Sama seperti penyakit jantung, kanker banyak diderita oleh populasi usia tua. Sekitar 77 persen dari semua jenis kanker ditemukan pada orang berusia di atas 55 tahun. Artinya, semakin bertambahnya usia, maka risiko kanker juga mengalami peningkatan.

Semakin panjang usia hidup Anda, maka semakin banyak pula waktu yang mungkin Anda habiskan untuk melakukan pola hidup yang tidak sehat. Contohnya lebih banyak makan makanan cepat saji, lebih malas berolahraga, dan sebagainya. Belum lagi bila ada riwayat kanker dalam keluarga, sehingga Anda menjadi lebih berisiko mengembangkan kanker di masa mendatang.

Menurut National Cancer Institute, para lansia memiliki harapan hidup rata-rata sekitar 79 tahun. Sayangnya, kanker banyak merenggut nyawa di usia 73 tahun.

2. Obesitas dan pola hidup tidak sehat menjadi gerbang pemicu kanker

Penyebab kedua bertambahnya jumlah penderita kanker adalah karena pola hidup masyarakat yang tidak sehat. Misalnya, diet yang tidak tepat, kurang berolahraga, merokok, konsumsi alkohol, dan kelebihan berat badan.

Pada tahun 2014, American Society of Clinical Oncology (ASCO) menerbitkan sebuah laporan yang mengingatkan bahwa obesitas berpeluang menjadi faktor risiko nomor satu untuk kejadian kanker, menggantikan kebiasaan merokok. Obesitas merupakan faktor risiko terbesar untuk beberapa jenis kanker, di antaranya kanker payudara (setelah menopause), kanker kolon dan rektum, kanker esofagus, kanker endometrium, kanker pankreas, kanker ginjal, kanker tiroid, dan kanker kantung empedu.

3. Beberapa jenis kanker sedang ‘naik daun’

Walaupun kini sudah banyak orang yang sadar dengan upaya pencegahan kanker, ada beberapa jenis kanker yang kasusnya sedang menguat di dunia. Jenis kanker yang sedang berkembang pesat adalah sebagai berikut:

Human papillomavirus (HPV)

Infeksi HPV lebih umum dikenal sebagai virus penyebab kanker serviks. Namun jangan salah, virus HPV juga dapat menyebabkan jenis kanker lainnya. Ini disebabkan karena virus HPV terdiri dari 130 tipe HPV dengan 40 mutasi yang berbeda.

Infeksi virus HPV membuat sel tubuh berkembang secara abnormal. Jika sistem imun Anda optimal, maka tubuh dapat melawan infeksi HPV secara alami dan mengembalikan pertumbuhan sel menjadi normal. Namun sebaliknya, sistem imun yang rendah membuat tubuh tidak dapat membasmi virus HPV. Akibatnya, infeksi sel terjadi secara terus-menerus dan berkembang menjadi kanker selama bertahun-tahun.

Virus HPV juga dapat menyebabkan seseorang terkena kanker otak, kanker leher, dan kanker di bagian belakang tenggorokan – terutama di dasar lidah dan amandel. Sementara itu, virus HPV ini lebih sering menyebabkan seseorang terkena kanker serviks, kanker vagina, kanker vulva, kanker anus, dan kanker penis.

Adenokarsinoma gastroesofagus (kanker lambung)

Salah satu jenis kanker yang sedang ‘naik daun’ baru-baru ini adalah kanker yang menyerang organ pencernaan seperti pankreas, hati, ginjal, dan bagian lambung. Hal ini diduga karena pola makan yang buruk, pemilihan bahan makanan yang tidak tepat, dan meningkatkanya infeksi Helicobacter pylori (bakteri yang meningkatkan risiko kanker perut).

Kanker yang tumbuh di bagian lambung biasanya sangat sulit didiagnosis. Pasalnya, gejala yang muncul mirip dengan gejala penyakit perut lainnya, seperti irritable bowel syndrome (gangguan usus) dan refluks asam lambung. Karena itulah, kanker di organ pencernaan dapat mudah menyebar, tidak terdiagnosis, dan tidak segera ditangani.

Kanker kulit

Kanker kulit sebenarnya dapat dicegah dengan baik, salah satunya dengan penggunaan tabir surya sebelum bepergian. Meski demikian, kasus kanker kulit di Amerika Serikat sedang meningkat sejak tahun 2001. Tiga jenis kanker kulit yang paling umum adalah jenis melanoma, karsinoma sel basal dan karsinoma sel skuamosa di bagian kepala, wajah, leher, tangan, dan lengan. Penyebabnya diduga karena faktor penggunaan kosmetik tertentu yang mengandung bahan kimia penyebab kanker.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Maret 15, 2018 | Terakhir Diedit: Maret 1, 2018

Sumber
Yang juga perlu Anda baca