Mengenal Jenis-Jenis Hantavirus, Virus dari Tikus yang Dapat Mematikan

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 3 April 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Hantavirus adalah jenis virus zoonotik yang ditularkan melalui hewan pengerat atau rodensia dan dapat menyebabkan berbagai keluhan, hingga mengancam nyawa. Penyakit dengan keluhan ini pertama kali muncul di Cina dan Rusia pada tahun 1930.

Hantavirus kerap disebarkan melalui gigitan tikus yang terinfeksi atau kontak dengan eksresinya (saliva, urine, feses). Penularan juga dapat melalui aerosol debu atau benda-benda yang terkontaminasi oleh urine dan feses tikus yang mengandung reservoir Hantavirus.

Risiko penularan dapat meningkat pada mereka yang sering membersihkan tempat yang terkena kotoran atau sarang tikus dengan tidak benar. Sebagai contoh, saat seseorang tidak menggunakan alat pelindung diri atau tidak menjaga kebersihan diri setelah bertugas.

Jenis manifestasi klinis dari infeksi hantavirus

Berdasarkan gejala dan keluhannya, Hantavirus dibedakan menjadi dua kelompok. Kelompok jenis pertama adalah yaitu Hantavirus Fever with Renal Sydnrome (HFRS), kemudian kelompok kedua dikenal dengan sebutan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS).

Hantavirus Fever with Renal Sydnrome (HFRS)

HFRS memiliki masa inkubasi selama 2-8 minggu dan terdiri dari 5 fase, yaitu : febris, hipotensi, oliguria, fase diuretik dan fase convalescens.

Fase febris

Penderita jenis infeksi Hantavirus pada fase ini akan mengalami demam dengan suhu > 39 C, bintik perdarahan pada konjungtiva dan wajah, wajah terasa panas, sakit kepala, tidak nafsu makan, nyeri pada bola mata.

Fase hipotensi

Terjadi selama 1-2 hari. Dapat terjadi edema paru dan peritoneal akibat adanya permeabilitas vaskuler yang meningkat.

Fase oliguria

Produksi urine menjadi sedikit selama 3-5 hari. Dapat terjadi pula kondisi anuria, dimana pasien tidak dapat BAK sama sekali. Perdarahan dan fase kritis yang dapat menyebabkan kematian juga dapat terjadi pada fase ini.

Fase diuretik

Terjadi dalam 1-2 minggu. Pada fase ini, sudah mulai terjadi penyembuhan, disertai tensi yang menurun, kadar elektrolit tidak normal, perdarahan pada saluran pencernaan, hingga terganggunya sistem pernapasan dan saraf.

Fase konvalesens

Terjadi dalam waktu 3-6 minggu. Keluhan ini umumnya akan menghilang dan pasien akan sembuh dalam waktu 2-3 minggu tanpa sequelae atau gejala sisa permanen.

Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS)

Berbeda dengan HFPS, bila anda terkena jenis hantavirus pulmonary syndrome (HPS), maka keluhan yang terjadi memiliki masa inkubasi 14-17 hari dan terbagi dalam 3 stadium.

Stadium febrile prodrome

Fase ini terjadi 3-6 hari, myalgia, malaise, demam (suhu > 38C), tanpa batuk dan pilek.

Stadium cardiopulmonary

Pembendungan paru (akibat peningkatan permeabilitas dari endotelium mikrovaskular akibat infeksi Hantavirus) sehingga batuk mulai nampak disertai dispepsia. Selanjutnya, virus ini akan menyerang otot jantung dan dapat menyebabkan kematian.

Fase konvalesens

Infeksi Hantavirus dapat menyebabkan kematian akibat syok kardiogenik atau dapat mengalami remisi spontan dalam waktu 2-3 minggu.

Apa yang harus dilakukan bila terkena Hantavirus?

Terdapat beberapa tips yang dapat Anda lakukan bila terkena infeksi ini.

  • Pertama, segeralah berobat ke rumah sakit terdekat. Umumnya penderita HPS, akan memerlukan perawatan di ruang intensif.
  • Anda dapat mengonsumsi obat untuk mengurangi keluham simtomatik, misalnya antipiretik dan analgetik.

Bagaimana cara mencegah kedua jenis hantavirus

Anda dapat membasmi semua tikus yang ada di rumah. Bersihkan pula semua kotoran hingga sarangnya. Namun, jangan lupa untuk selalu menggunakan sarung tangan bila hendak membersihkan.

Gunakan disinfektan untuk membersihkan kotoran tikus dan sarangnya hingga tergenang disinfektan. Diamkan selama 5 menit. Gunakan kertas koran untuk menyerap (bila berupa urine), buang kertas koran tersebut dan bersihkan bagian tersebut dengan kain pel.

Masih dalam kondisi menggunakan sarung tangan, basuh tangan Anda dengan sabun dan air (dapat pula dengan disinfektan). Lepaskan sarung tangan dan cuci kembali tangan Anda dengan air hangat dan sabun. Beberapa hal tersebut di atas dapat membantu mencegah Anda terinfeksi Hantavirus.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Waktu Paling Sehat untuk Minum Kopi Ternyata Bukan Pagi Hari

Anda penggemar kopi? Kapan Anda biasanya minum kopi? Jika jawabannya pagi hari, Anda salah waktu. Cari tahu waktu efektif minum kopi di artikel ini.

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hidup Sehat, Fakta Unik 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Cepat lelah dan kehabisan napas bisa jadi tanda kebugaran jantung dan paru-paru Anda kurang baik. Tapi bagaimana cara mengukurnya? Simak di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Kebugaran, Hidup Sehat 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Mau coba hal-hal baru di ranjang, tapi pasangan Anda malu berhubungan intim? Tenang, Anda bisa membangkitkan kehidupan seks Anda dengan beragam cara ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ketika Ada mengalami cedera kaki, mungkin Anda akan diminta untuk menggunakan tongkat penyangga (kruk) untuk berjalan. Lalu bagaimana cara menggunakannya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kepribadian introvert ekstrovert kesehatan

Apakah Kepribadian Anda Introvert atau Ekstrovert? Ini Pengaruhnya untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 4 menit
gangguan pencernaan anak

Gangguan Pencernaan yang Sering Dialami Bayi dan Anak-Anak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 10 menit
Seks dengan Lampu Menyala

6 Alasan Seks Lebih Menyenangkan dengan Lampu Menyala

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
teh tanpa kafein

3 Jenis Teh yang Tidak Mengandung Kafein

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit