Istirahat Sebentar Saat Otak Bekerja Keras Bisa Mempertajam Ingatan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Apa yang Anda lakukan ketika sedang jenuh di kala belajar atau mengerjakan pekerjan yang menguras pikiran? Beberapa orang mungkin lebih memilih untuk meneruskan pekerjaan mereka hingga selesai dan menunda istirahat. Meski tampaknya sepele, istirahat yang cukup ternyata bisa membantu membantu kemampuan otak dan mempertajam ingatan. Benarkah demikian?

Tidur sebentar di sela-sela belajar dan bekerja bisa mempertajam ingatan

Belajar, membaca buku, maupun bekerja bisa dengan mudah membuat Anda lelah. Nah, demi menghindari stres, coba luangkan waktu sejenak untuk menenangkan tubuh dan pikiran sebelum Anda mulai beraktivitas kembali.

Saat Anda mengistirahatkan tubuh, misalnya dengan tidur sebentar, secara tidak langsung Anda bisa mencegah penurunan daya ingat Anda. Bahkan, istirahat sebentar di sela-sela pekerjaan bisa memicu pembentukan memori baru di otak.

Tak hanya itu, bahkan sebuah penelitian menunjukkan hasil bahwa selama seseorang tertidur, sinapsis atau titik temu yang menghubungkan antar sel saraf satu dan lainnya akan ikut “istirahat” hingga berangsur-angsur semakin rileks. Hal ini yang kemudian akan mempertahankan fungsi kognitif dan neuroplastisitas otak, yakni kemampuan sel saraf di otak untuk beradaptasi dengan baik sesuai keadaan.

Sebaliknya, jika kualitas tidur atau istirahat yang Anda dapatkan kurang optimal, sinapsis menjadi kaku sehingga menghambat proses penerimaan informasi baru dalam jangka panjang.

Istirahat bukan cuma dari tidur saja

istirahat santai

Sebenarnya, bukan hanya tidur yang bisa bantu Anda mendapatkan istirahat yang cukup. Pasalnya, sebuah studi yang dilakukan oleh Michael Craig dan Michaela Dewar, dari Heriot-Watt University in Edinburgh, menemukan bahwa sistem yang mengatur memori, akan memperkuat memori yang telah melemah dengan cara mengaktifkannya kembali. Proses ini yang akan meningkatkan kemampuan otak dalam mencerna sekaligus mengingat hal-hal baru.

Penelitian yang diterbitkan dalam Nature Scientific Reports ini, merancang sebuah tes memori guna menilai kemampuan dalam mempertahankan ingatan. Ada 60 partisipan yang terdiri dari pria dan wanita dengan rata-rata usia 21 tahun.

Para peserta diminta untuk membedakan foto lama dan foto baru yang serupa. Jika kemampuan kognitif masih berfungsi baik, maka para peserta akan mengatakan kalau kedua foto tersebut mirip atau cenderung sama. Kebalikannya, bila daya ingatnya tidak terlalu tajam, maka peserta akan mengira bahwa itu adalah dua foto yang berbeda.

Uniknya, pemulihan kembali kemampuan otak ini tidak hanya berlangsung saat Anda tertidur lelap saja, melainkan juga bisa terjadi bahkan saat Anda hanya meluangkan waktu singkat (sekitar 10 menit) untuk beristirahat sampai pikiran kembali pulih. Yang penting biarkan tubuh dalam keadaan yang benar-benar nyaman dan rileks.

Hal menarik ini juga terbukti dalam penelitian, bahwa para peserta yang mencuri waktu untuk beristirahat di sela-sela tes, menjalani tes dengan lebih teliti dan memiliki hasil tes yang lebih baik dibandingkan peserta yang tidak beristirahat sama sekali.

Singkatnya, penelitian ini tidak hanya menunjukkan kalau istirahat yang cukup, entah sekadar memejamkan mata sejenak atau menjauhkan diri dari pekerjaan, bisa membantu tubuh dan pikiran untuk lebih rileks. Di sisi lain, istirahat yang tenang diyakini mampu meningkatkan kemampuan otak dan mempertajam ingatan.

Intinya, hindari terlalu memforsir kerja otak

tidur tidak nyenyak mengganggu otak

Menurut Benedict Carey, penulis buku How We Learn: The Surprising Truth About When, Where, and Why It Happens, nyatanya otak manusia bisa benar-benar menyerap suatu informasi jauh lebih baik ketika proses mencerna informasi tersebut dipisah dalam selang waktu tertentu.

Itu sebabnya, Anda dianjurkan untuk meluangkan waktu sejenak untuk istirahat menenangkan tubuh serta pikiran, daripada terus-menerus memforsir kerja otak selama belajar ataupun bekerja.

Caranya pun tidak sulit, Anda bisa mengubah posisi belajar ataupun menyelinginya dengan bermain game – asal tidak sampai keterusan. Sebab, di saat ini jaringan-jaringan saraf pada otak akan saling berhubungan dan kemudian menumbuhkan ingatan baru yang lebih kuat.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca