brand logo
Kategori
Cek Kesehatan
Komunitas
Booking Dokter

Iklan

Bagikan

7 Contoh Mainan Tradisional Anak, Lebih Baik dari Gadget?

Jika Anda membayangkan masa kecil dulu, apa contoh mainan tradisional yang sering Anda mainkan? Beda dengan sekarang, si Kecil cenderung lebih suka bermain permainan modern dengan gadget dibanding mainan anak tradisional. Sebenarnya, di antara permainan beda generasi tersebut manakah yang manfaatnya lebih baik untuk anak? Lalu, apa contoh mainan tradisional yang bisa diperkenalkan pada anak? Yuk, simak ulasannya.

7 Contoh Mainan Tradisional Anak, Lebih Baik dari Gadget?

Apakah permainan tradisional lebih baik daripada yang modern?

Permainan tradisional dan permainan modern punya kelebihan masing-masing, jadi tidak bisa dibilang salah satunya lebih baik dari yang lain.

Permainan tradisional, seperti petak umpet atau congklak, membantu anak bergerak lebih aktif, melatih otot, dan belajar bergaul secara langsung.

Anak juga belajar kerja sama, berbagi, dan nilai-nilai budaya lewat permainan ini.

Sementara itu, permainan modern seperti video game bisa meningkatkan kemampuan berpikir, menyelesaikan masalah, dan keterampilan teknologi, terutama jika dimainkan dengan bijak.

Namun, jika terlalu sering bermain game digital, anak bisa kurang bergerak, sulit tidur, dan kurang bersosialisasi. Oleh karena itu, yang terbaik adalah menyeimbangkan keduanya.

Anak sebaiknya tetap bermain tradisional untuk melatih tubuh dan sosialnya, dan bermain game digital dalam waktu terbatas agar tetap mendapat manfaatnya tanpa risiko berlebihan.

Berbagai contoh permainan tradisional

manfaat permainan tradisional

Permainan tradisional adalah jenis permainan yang diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi dalam suatu budaya.

Biasanya dimainkan secara langsung tanpa bantuan teknologi, permainan ini melibatkan aktivitas fisik, interaksi sosial, serta nilai-nilai budaya.

Maka dari itu, dilansir dari Alzam: Journal of Islamic Early Childhood Education, permainan tradisional tidak hanya membantu perkembangan motorik anak, tetapi juga membentuk kemampuan sosial, emosional, dan kognitif yang penting untuk masa tumbuh kembang mereka.

Untuk mendapat manfaat permainan tradisional tersebut, berikut beberapa contohnya yang bisa Anda perkenalkan pada anak.

1. Lompat tali

Lompat tali merupakan contoh permainan tradisional yang terbukti bermanfaat bagi perkembangan anak

Dalam perkembangan fisik anak, lompat tali efektif meningkatkan keterampilan motorik kasar dan halus.

Selain itu, permainan ini mendukung keterampilan sosial seperti kerja sama dan komunikasi, terutama pada anak usia dini.

2. Congklak

Congklak adalah permainan papan yang dimainkan dengan biji-bijian. Mainan tradisional ini membantu anak belajar berhitung, berpikir cepat, serta melatih gerakan tangan yang halus.

Anak-anak yang sering bermain congklak mengalami peningkatan kemampuan berpikir dan keterampilan tangan.

3. Halang rintang

Permainan halang rintang, seperti melompati benda atau merangkak melewati rintangan, membuat anak-anak jadi lebih aktif bergerak.

Permainan tradisional ini terbukti membantu meningkatkan kekuatan tubuh, keseimbangan, dan rasa percaya diri anak.

4. Chutilan

Chutilan adalah contoh mainan tradisional Indonesia yang dimainkan dengan menggunakan beberapa tongkat kayu kecil.

Permainan chutilan secara langsung menaikkan kemampuan motorik halus pada anak usia 3–4 tahun dalam berpindah-pindah tongkat. 

Ini karena permainan ini sederhana tetapi efektif dalam mendukung kekuatan tangan, koordinasi mata-tangan, dan kemampuan fokus anak sejak usia dini.

5. Permainan tepuk tangan

Permainan tepuk tangan adalah permainan tradisional yang biasanya dimainkan dua anak atau lebih dengan cara saling menepukkan tangan sambil menyanyikan lagu atau sajak berirama.

Bermain tepuk tangan dengan lagu tertentu, seperti ampar-ampar pisang, memerlukan ritme, koordinasi, dan komunikasi, membantu perkembangan bahasa dan sosialisasi anak.

Anak yang sering bermain tepuk tangan terbukti lebih cepat belajar menulis serta lebih rapi dan fokus. Permainan ini juga melatih gerakan tangan, kerja sama mata dan tangan, serta kemampuan berbahasa dan konsentrasi.

6. Gobak sodor

Permainan gobak sodor adalah permainan tradisional anak Indonesia yang melibatkan dua tim, satu tim berusaha melewati barisan penjaga tanpa disentuh.

Bermain gobak sodor secara rutin membantu anak meningkatkan koordinasi fisik, ketahanan kardiorespirasi, serta kemampuan sosial seperti kerja sama, komunikasi, dan tanggung jawab bersama.

7. Engklek

Permainan engklek atau engklek tangan adalah permainan tradisional yang biasa dimainkan dengan cara melempar benda kecil ke kotak-kotak di tanah, lalu melompat dengan satu kaki mengikuti urutan kotak tersebut.

Permainan ini sangat baik untuk anak-anak karena dapat melatih keseimbangan, kekuatan kaki, dan koordinasi tubuh.

Selain itu, engklek bisa membantu anak belajar tentang bentuk, angka, dan arah secara alami.

Dengan berbagai contoh mainan tradisional di atas, anak bisa memiliki permainan yang lebih beragam dan bisa mengasah lebih banyak potensi di dalam dirinya untuk mendukung tumbuh kembang anak, termasuk perkembangan anak sekolah.

Selain mainan tradisional, terdapat juga pilihan permainan non-gadget lainnya, seperti permainan papan (boardgame) atau Tabletop Role Playing Game (TTRPG). Bahkan, TTRPG telah mulai digunakan sebagai cara alternatif membantu mengatasi depresi.

Jadi, meski gadget sebagai mainan modern memberikan manfaat, tak ada salahnya untuk memperkenalkan permainan tradisional dan non-gadget lainnya kepada anak agar ia bisa mendapat manfaat lainnya.

Kesimpulan

  • Permainan tradisional dan modern sama-sama memiliki manfaat penting bagi perkembangan anak, tetapi dengan cara yang berbeda.
  • Permainan anak tradisional membantu meningkatkan keterampilan fisik, sosial, dan emosional melalui interaksi langsung dan aktivitas gerak.
  • Beberapa contoh permainan tradisional anak di antaranya yaitu lompat tali, congklak, halang rintang, chutilan, permainan tepuk tangan, gobak sodor, dan engklek.
medical
dr. Muhammad Yusra Firdaus, Sp.A
Ditinjau secara medis oleh
Kesehatan Anak · Rumah Sakit Tebet
Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 09/03/2026